Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Manajemen Hairos Mohon ke Pemkab Deliserdang untuk Buka Operasional

* Satgas: Masih Dikaji untuk Sesuaikan Perbup 77
Redaksi - Jumat, 13 November 2020 19:22 WIB
498 view
Manajemen Hairos Mohon ke Pemkab Deliserdang untuk Buka Operasional
istockphoto/Imgorthand
Foto ilustrasi. 
Lubukpakam (SIB)
Juru bicara Satgas penanganan Covid-19 Deliserdang, Haris Binar Ginting membenarkan pihak manajemen Hairos datang bermohon ke Pemkab Deliserdang untuk membuka operasional kolam renang. Pihak Pemkab disebut sudah 10 hari menerima permohonan dan akan mempertimbangkan karena Pemkab tidak ingin PHK terhadap ratusan pekerja di Hairos yang terletak di Kecamatan Pancurbatu.

"Kalau tutup terlalu lama bisa berdampak ke PHK. Karena bayar gajinya dari mana? Selain itu mereka jugakan kita tahu harus membayar kewajiban. Yang jelas kita sadar kalau pariwisata sebagai tempat menghilangkan setres dan kita juga tidak mau kalau korban covid ini bertambah karena rakyat kita sendiri," terang Haris Binar Ginting usai rapatkordinasi dengan manajemen Hairos dan berbagai pihak di Posko Satgas Covid-19, Kantor Bupati, Lubukpakam, Kamis (12/11).

Sementara itu Sekretaris Satgas Covid-19, Zainal Abidin Hutagalung menambahkan permohonan manajemen Hairos masih dikaji. Sebab harus disesuaikan dengan Perbup Nomor 77 tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan.

Disebutkan, saat ini pariwisata memang bisa untuk dibuka dengan ketentuan harus tetap mengikuti protokol kesehatan. Untuk maksimal hanya bisa 50 persen jumlah pengunjungnya.

Camat Pancur Batu, Sandra Dewi Situmorang setelah rapat Satgas juga mengatakan pihaknya bersama Satgas Deliserdang akan terjun ke lokasi meninjau bagaimana persiapan pihak manajemen kolam renang. Setelah pihak manajemen melengkapi apa yang disarankan, baru kemudian diserahkan ke Gubernur. Karena pada saat penutupan, provinsilah yang melakukan sehingga perlu persetujuan oleh Gubenur.

"Pada dasarnya kita tidak bisa keberatan karena ada 350 orang karyawan di situ dan ini penduduk saya. Mereka juga butuh makan. Sudah beberapa bulan ditutup, kita sudah tau seperti apa kondisi mereka ini. Intinya masih dikaji," terang Sandra.

Manager Hairos, Edi Saputra saat dihubungi melalui telepon seluler menjelaskan keinginan managemen dilatarbelakangi agar tidak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran. Secara keseluruhan tercatat ada sekitar 350 orang pekerja dan saat ini hanya tinggal 150 orang lagi yang masih aktif.

"200 Orang lagi belum kita panggil karena situasinya masih seperti ini. Kita bermohon untuk menghindari PHK karyawan . Ya mohon dukungannya jugalah," harap Edi.

Pertimbangan manajemen lainnya ialah soal kewajiban mereka dengan pihak perbankan. Sebab untuk satu bulan kewajiban mereka sama pihak bank sampai ratusan juta rupiah.

"Gimana mau bayar kalau tidak operasional. Rapat kita tadi disetujui untuk buka, asal mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Ya kita pasti akan persiapkan apa yang dipinta sama pemerintah untuk lakukan 4 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan), serta pihaknya juga akan membatasi jumlah pengunjung," terang Edi.

Terhitung sudah 40 hari kolam renang ditutup akibat diberikan sanksi karena melakukan pesta air di dalam kolam renang meskipun di tengah situasi pandemi.(T05/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru