Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

Harga Ikan Teri Mahal di Medan

Redaksi - Jumat, 13 November 2020 20:28 WIB
1.958 view
Harga Ikan Teri Mahal di Medan
Foto SIB/NH
TERI: Berbagai jenis ikan teri di Pusat Pasar Medan. 
Medan (SIB)
Ikan teri produksi Sumatera Utara selama ini sangat laris manis di Medan, namun sejak awal bulan ini harganya melonjak. Untuk kualitas baik biasanya Rp 120.000 per Kg menjadi Rp 135.000 per Kg.

Menurut pantauan SIB, Rabu (11/11), harga ikan teri di Pusat Pasar terbilang murah, namun setelah di pasar- pasar tradisional harganya melonjak dari Rp 135.000 per Kg menjadi Rp150.000 per kg.

Ikan teri terdiri dari banyak jenis dan ukuran. Yang kecil kualitas baik Rp135.000 per Kg. Ada juga harga Rp40.000 hingga di bawah Rp 100.000 per Kg.

Namun pembelian tergantung pada ekonomi konsumen.

"Kalau ikan teri di Pusat Pasar harganya terbilang grosir dan harga jual antar pedagang di sini beda tipis, kalau di luar harganya melonjak," ungkap Ayong di Pusat Pasar, Rabu.

Disebutnya, pembelian ikan teri di Pusat Pasar bisa dalam jumlah besar harganya bisa murah lagi.
"Namun jika pembelian dalam satuan 0,5 kg atau di bawah ini harganya semakin mahal lagi," ungkap salah seorang pedagang di Pasar Durian Medan, Rabu.

Akibat harga ikan teri melonjak membuat bisnis yang dijalankan kaum perempuan yang mengirim melalui paket jasa titipan ke banyak tujuan Indonesia semakin berkurang.

"Memang ikan teri mahal, namun konsumen mengurangi stok.Biasanya kami ada kerjasama dengan ibu-ibu yang berbisnis ikan teri sangat laris manis," ungkap Alan, pedagang ikan teri termasuk berbagai ikan asin lainnya di Pusat Pasar Medan secara terpisah.
Dia kurang mengetahui faktor mahalnya harga ikan teri tersebut, Tapi ada yang menyebutkan, faktor cuaca yang tidak kondusif membuat nelayan enggan melaut.Diakuinya, stok yang dijual cukup lumayan, namun tidak seperti waktu lalu saat harga murah.

Sementara itu Siti Hanum mengaku pebisnis ikan teri ke berbagai propinsi di Indonesia bahkan ke Kuala Lumpur mengaku, ikan teri yang dijualnya sangat laris manis dan menjadi ajang "souvenir" dari daerah ini. Apalagi kalau sudah dikemas dalam plastik putih. Ada ukuran 1 kg , 0,5 kg dan 1/4 kg.

Disebutnya, bagi orang berduit, harga mahal tidak masalah,karena harga naik dinilai mereka masih wajar, karena dibeli dari Medan.
"Saya membeli harga grosir, maka harga jual kita naikkan lagi, belum termasuk ongkos kirim. Jika ditotal-total untungnya lumayan. Tapi tetap saja tidak sebanyak untung saat harga murah Rp 120.000 per Kg," ujar Anum.

Sementara Alan menambahkan, pihaknya menjalin bisnis dengan kaum perempuan.Artinya yang bersangkutan beli dari kita dan menjual ke antar provinsi bahkan ke mancanegara. Jumlah stok yang dipesan berkurang umumnya sejak awal bulan ini,ujarnya.
Menurutnya, ia membeli ikan teri nasi termasuk ikan asin lainnya melalui pedagang pengumpul yang memperolehnya dari nelayan," ujar Alan tanpa bersedia menjelaskan.

Sementara Anum menyebutkan,permintaan teri nasi umumnya banyak ke Jakarta menyusul Bandung, Surabaya, Makassar. Ada juga ke luar negeri yakni Kuala Lumpur. Harganya lebih mahal lagi. Diakuinya, meski harganya mahal,tapi dalam sepekan banyak pesanan,namun stok berkurang. “Tapi yang jelas bisnis ikan teri nasi menjanjikan," ujarnya. (M2/a)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru