Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

DPRD SU: Suara Millenial Sangat Menentukan pada Pilkada Serentak

*Ajak Anak Muda Berbondong-bondong ke TPS Gunakan Hak Pilihnya
Redaksi - Sabtu, 14 November 2020 11:51 WIB
369 view
DPRD SU: Suara Millenial Sangat Menentukan pada Pilkada Serentak
Foto Dok
Meryl Rouli Saragih
Medan (SIB)
Anggota Komisi A DPRD Sumut Meryl Rouli Saragih mengatakan, suara millenial atau pemilih muda merupakan poros kekuatan dalam politik di Indonesia yang partisipasinya dalam pemilihan kepala daerah serentak, 9 Desember 2020 sangat menentukan.

"Karenanya, kita mengajak para anak muda untuk datang berbondong-bondong ke TPS (tempat pemungutan suara) untuk menggunakan hak pilihnya, jangan sampai ada pemuda tidak menggunakan hak pilih dalam perhelatan Pilkada 2020 nanti," seru Meryl Rouli Saragih kepada wartawan, Jumat (13/11) di Medan.

Meryl bahkan mengingatkan kalangan milenial agar jangan apatis atau tidak peduli dengan proses politik, karena kebijakan sekecil apapun dalam kehidupan seluruh masyarakat ditentukan oleh proses politik secara konkrit dieksekusi oleh lembaga eksekutif dalam hal ini bupati/wali kota.

"Baik buruknya eksekusi kebijakan ditentukan oleh sosok pemimpin dalam hal ini wali kota atau bupati, sangat rugi jika kalangan milenial bersikap apatis apalagi nantinya jika yang menjadi pemimpin adalah mereka yang tidak pro rakyat," ujarnya.

Dengan tidak menggunakan hak pilih, lanjutnya, berarti menyia-nyiakan hak politik yang diberikan oleh negara dan menyia-nyiakan kesempatan mendudukkan orang baik dalam pemerintahan.

"Dalam hal ini, pemuda harus menggunakan hak pilih untuk memastikan jika yang menjadi kepala daerah benar-benar sosok yang bekerja sesuai dengan aspirasi rakyat dan melakukan perubahan di berbagai bidang, misalnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, infrastrukur, pelayanan masyarakat dan lainya," tandas politisi PDI Perjuangan ini.

Ditambahkan Meryl, saat ini banyak yang takut ke TPS karena pandemi, tentu hal tersebut jangan sampai menghalangi kalangan milenial menggunakan hak pilihnya, karena penyelenggara sudah melakukan antisipasi dengan menerapkan standar protokol kesehatan, pengurangan jumlah pemilih per TPS, menentukan waktu bagi masyarakat untuk mencoblos.

Ada tiga alasan kenapa pemuda harus tetap memilih, ujar Meryl, pertama, jika tidak memilih, tidak bisa menentukan siapa pemimpin ke depan dan kepemimpinan akan berdasar pada penunjukan yang tentu sering kali tidak sesuai dengan keinginan rakyat.

Kedua, ketika tidak memilih maka tidak memiliki hak untuk komplain, sehingga tata kelola pemerintahan akan berjalan tanpa kontrol dan ketiga, dengan tidak memilih, sama dengan membiarkan orang yang tidak tepat untuk memimpin.

“Pemuda harus menjadi poros kekuatan dalam demokrasi di Sumut khususnya Kota Medan, sehingga pemuda harus ambil bagian dalam Pilkada 2020 dan saatnya milenial memilih," pungkasnya. (M12/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru