Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

KPUD Sergai Gelar Debat Publik Perdana Calon Bupati-Wakil Bupati

Redaksi - Senin, 16 November 2020 18:26 WIB
414 view
KPUD Sergai Gelar Debat Publik Perdana Calon Bupati-Wakil Bupati
Foto SIB/Rimpun H Sihombing
DEBAT PUBLIK: Ketua KPUD Sergai Erdian Wirajaya beserta jajaran foto bersama dengan para Paslon Bupati-Wakil Bupati Sergai usai pelaksanaan debat publik, Sabtu (14/11).
Sergai (SIB)
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) menggelar debat publik perdana calon Bupati-Wakil Bupati Sergai di Hotel Grand Mercure, Kota Medan, Sabtu (14/11).

Debat publik diikuti calon bupati (Cabup) dari Paslon nomor urut 1, H Darma Wijaya tanpa didampingi calon wakil bupati (Cawabup), Adlin Umar Yusri Tambunan yang diketahui sedang menjalani isolasi karena terkonfirmasi Covid-19. Sedangkan Paslon nomor urut 2, lengkap dihadiri Cabup-Cawabup, Ir H Soekirman-Tengku Muhammad Ryan Novandi.

Debat diawali dengan penyampaian visi-misi oleh masing-masing Paslon. Dimana, Paslon nomor urut 1, menyampaikan visi menjadikan Kabupaten Sergai yang maju terus, mandiri, sejahtera dan religius. Untuk mencapai visi tersebut dituangkan dalam misi antara lain, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada dengan unggul dan pemanfaatan teknologi yang ada, serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menyelenggarakan pelayanan publik tata kelola pemerintahan yang bersih sesuai UU dan hukum yang berlaku.

Sedangkan visi Paslon nomor urut 2, yakni mewujudkan Kabupaten Sergai yang unggul, inovatif dan berbudaya. Unggul terhadap semua sektor, inovatif dengan selalu mengikuti perkembangan sesuai perkembangan 4.0, serta berbudaya dengan membuat semua kearifan lokal bersatu di Sergai.

Untuk mewujudkan visi tersebut, dituangkan dalam misi yang antara lain, membangun masyarakat Sergai yang religius, unggul, inovatif dan berbudaya dengan menerapkan magrib mengaji, sekolah minggu dan rumah ibadah yang indah. Kemudian, menciptakan generasi milenial Sergai yang cerdas, melahirkan pemerintah yang bersih, akuntabel dan transparan. Mewujudkan dan menuntaskan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan sarana prasarana pendukung pemberdayaan sumber daya alam (SDA)

Usai penyampaian visi misi, dilanjutkan dengan segmen pendalaman visi-misi dan program kerja masing-masing Paslon. Dalam segmen ini, masing-masing Paslon menjawab pertanyaan berbeda yang telah disiapkan oleh tim penyusun sesuai dengan tema "Tata kelola pemerintahan yang baik dan bebas korupsi" dan tema "Kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkeadilan".

Dalam hal pemberantasan korupsi, Paslon nomor urut 2 diwakili calon bupati, Soekirman mengatakan, yang utama harus dilakukan adalah penegakan hukum (Law Enforcement) yang bukan hanya melibatkan birokrat, tetapi juga aparat penegak hukum, baik kepolisian, kejaksaan maupun pengadilan.

"Jika supremasi hukum ditegakkan dengan baik, fakta integritas ditingkatkan dan mental melayani juga ditingkatkan, maka korupsi akan dapat ditekan," ujar Soekirman.

Soekirman menyebutkan, penilaian pemerintah pusat dan lembaga-lembaga independen lainnya terhadap Sergai pada dasarnya sudah cukup baik. Indeks persepsi korupsi untuk Sumut, Sergai masih menduduki 5 besar terbaik. Kemudian, Menpan-RB memberikan nilai "B" dalam menilai sistem akuntabilitas kinerja pemerintahan, serta mendapat nilai hijau dari Ombudsman terkait kepatuhan-kepatuhan di dalam pelayanan masyarakat.

"Pastinya, SAKIPnya bagus, penilaian ombudsman bagus, ditambah lagi kinerja keuangannya bagus dengan raihan opini WTP 4 kali berturut-turut. Tentunya, hal ini perlu ditingkatkan dan dilanjutkan," tegas Soekirman.

Sementara, terkait kebijakan yang akan diambil jika terpilih untuk mempermudah akses warga terhadap aplikasi E-planing dan E-budgetting sebagai wujud transparansi akuntabilitas publik, Darma Wijaya mengatakan harus diawali dari diri sendiri sebagai pemimpin. Perlunya peningkatan kualitas SDM, harus benar-benar mencermati program yang ada yang akan dilakukan dalam pembangunan.

"Kami juga akan mengawasi dan mengatasinya secara transparan. Semua harus di awali dari pemimpin, jika pemimpin tidak diragukan integritasnya, maka semua pasti akan ikut. Perlunya penguatan-penguatan di semua sektor agar kita mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan," ujar Darma Wijaya.

Sedangkan strategi dalam menekan angka positif Covid-19 di Sergai, Darma Wijaya mengungkapkan pihaknya selalu mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak, memakai masker dan menjauhi kerumunan.

Menurutnya, pencegahan penyebaran Covid-19 ini tidak dapat hanya dilakukan presiden, gubernur, bupati, camat maupun kepala desa saja, melainkan harus dari kesadaran masyarakat. Dia juga mengatakan adanya pandemi Covid-19 ini bukan membuat masyarakat terpuruk, melainkan dapat juga untuk memajukan masyarakat.

"Dengan adanya Covid ini, kita dipaksa untuk menggunakan teknologi seperti, berdagang secara online, pelayanan-pelayanan yang sifatnya daring yang selama ini mungkin kita tertinggal. Ini merupakan pelajaran bagi kita untuk lebih maju ke depannya," ungkap Darma Wijaya.

Sementara itu, untuk memastikan fasilitas kesehatan dan perlindungan terhadap tenaga kesehatan benar-benar memadai dalam mencegah Covid-19, Soekirman mengatakan harus ditempuh dengan menerapkan 2 "K" plus 2 "K".

Adapun 2 "K" pertama yakni, kebijakan dan kelembagaan. Kebijakan terdiri dari 2 yaitu, Inpres nomor 6 tahun 2020 tentang pemberantasan Covid dan Pergub nomor 54 tahun 2020. Menurutnya, kedua kebijakan ini merupakan pedoman yang harus terus disosialisasikan, diajarkan dan disadarkan kepada masyarakat dan kelembagaan, termasuk Puskesmas sebagai garda terdepan pencegahan Covid-19.

"2K yang kedua adalah kebersamaan dan kolaborasi. Tidak bisa Puskesmas saja tanpa ada penyadaran masyarakat secara terus menerus. Oleh karena itu kami menawarkan untuk pencegahan, harus berdasarkan kebijakan dulu. Jika sudah mengikuti Inpres, Pergub dan Perbup, maka akan dapat dipertanggungjawabkan," tegas Soekirman.

Terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sergai yang 70, 21 dan masih di bawah rata-rata Sumut yang 71-74, Soekirman mengatakan Sergai masih berumur 17 tahun. Jika dibandingkan dengan kabupaten pemekaran lain yang seumuran dengan Sergai, angka 70,21 itu menurut Soekirman sudah lumayan baik. Namun untuk mengejar ketertinggalan, pihaknya akan meningkatkan pendidikan. Selain pendidikan formal, juga akan mendirikan lembaga/balai latihan kerja. Kemudian, meningkatkan infrastruktur irigasi pertanian dan sarana produksi pertanian.

"Dengan meningkatnya infrastruktur untuk berusaha, tentu akan meningkatkan pendapatan perkapita. Otomatis, derajat kesehatan dan harapan hidup masyarakat juga akan meningkat," jelas Soekirman.

Usai menjawab pertanyaan yang disiapkan tim penyusun, kedua Paslon juga terlibat melakukan tanya jawab dan sanggahan terkait tema tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih korupsi, serta tema kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkeadilan.

Sebagai kata penutup di akhir segmen debat, kedua Paslon mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sergai yang telah mengikuti debat tersebut, juga kepada KPUD Sergai dan para panelis tim penyusun.

Usai pelaksanaan debat publik, Ketua KPUD Sergai, Erdian Wirajaya mengatakan, KPUD Sergai melaksanakan debat publik dalam tiga tahap yakni, tahap pertama tanggal 14 Nopember, tahap kedua tanggal 28 Nopember, dan tahap terakhir yang merupakan puncak debat publik, akan dilaksanakan tanggal 5 Desember 2020.

"Mengenai lokasi dan televisi yang akan menyiarkannya, belum bisa dipastikan, karena kami masih akan melakukan evaluasi terlebih dahulu," ujarnya.

Dengan dilaksanakannya debat publik ini, Erdian berharap tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada Sergai tahun 2020 akan semakin meningkat, karena masyarakat Sergai akan lebih mengenal para Paslon melalui visi-misinya.

"Kami sangat mengharapkan masyarakat Sergai datang berbondong-bondong ke TPS pada tanggal 9 Desember 2020. Kami juga memastikan bahwa pelaksanaan Pilkada nantinya akan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Dimana, satu hari sebelum pelaksanaan Pilkada, lokasi TPS akan disemprot disinfektan dan seluruh penyelenggara di tingkat KPPS akan mengenakan masker," ujar Erdian Wirajaya. (T06/a)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru