Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

IMB Diterbitkan, Gereja Berornamen Etnik Terbesar GPIB Immanuel Medan Dibangun

Redaksi - Selasa, 17 November 2020 18:22 WIB
1.973 view
IMB Diterbitkan, Gereja Berornamen Etnik Terbesar GPIB Immanuel Medan Dibangun
Foto: Dok/GPIBMaduma
PEMANCANGAN TIANG PENJURU : Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Medan Pdt Johny Alexander Lontoh MMin MTh memimpin doa dalam pemancangan tiang penjuru GPIB Maduma pada 17 Juni 2020. Acara diikuti sejumlah tokoh  dan panitia seperti Nicola
Medan (SIB)
Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel Medan sedang membangun gereja berornamen etnik terbesar di jantung ibu kota Provinsi Sumatera Utara (SU). Gereja dinamai GPIB Maduma tersebut dibangun di atas tanah seluas 2.000 meter persegi di ring road dekat fly over Jamin Ginting Medan.

Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Medan Pdt Johny Alexander Lontoh MMin MTh mengatakan, GPIB Maduma dimaksudkan sebagai bagian pengembangkan pelayanan di wilayahnya. “Kesannya terbengkalai karena lokasi lahan sudah 10 tahun. Selama ini pelayanan GPIB Immanuel di Medan bagian Selatan mulai dari Medan sampai Pancurbatu dan Berastagi. Kiranya GPIB Maduma menumbuhkan semakin meningkatkan iman jemaat untuk memuliakanNya dalam gereja,” ujarnya didampingi Ketua Panitia Pembangunan Ir Nicolaus Simamora MSA IAI, Sekretaris Robby Lesbata, Bendara dan Debbie Margaretha Rattu - Lumenta.

Pria yang terpilih kembali menjadi Ketua Badan Pelaksana Musyawarah Pelayanan GPIB SU - Aceh itu mengatakan, Maret otoritas mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB) setelah 4 bulan berproses, tapi pada 17 Juni baru dilakukan pemancangan tiang penjuru. Proses pengurusan izin di tiap tingkatan beroleh bantuan dari-Nya termasuk rekomendasi dari FKUB dan gereja tetangga. “Tuhan masih mengharuskan kami bersabar karena ketika hendak dikerjakan, wabah virus corona melanda hingga menunda. Tapi, kegiatan dimulai dengan kuasa dan perlindungan-Nya,” ujarnya.

Pada rapat panitia inti, Senin (16/11), Nicolaus Simamora mengatakan pihaknya sedang memfinalisasi karena direncanakan Maret - Mei 2021 gereja sudah difungsikan. Dalam satu kesatuan GPIB Maduma dibangun Gedung Serbaguna dan Ruang Pelkat. “Gedung etnik atau inkulturatif sebagai bukti bahwa iman religi khususnya dalam GPIB menerangi adat-istiadat. GPIB Maduma beretnik Toba, mungkin di lokasi lain inkulturatif dengan puak lain seperti Karo, Nias, Pakpak, Dairi dan lainnya,” ujarnya. “Kami berterima kasih karena Pdt Johny Alexander Lontoh menaruh perhatian penuh. Mulai berkomunikasi dengan donatur hingga hal lain,” tegasnya.

Sebelumnya, Pdt Johny Lontoh menjelaskan seorang perempuan hamba-Nya di awal 2019 membayar nazar dengan menjadi penyandang dana pembangunan GPIB Maduma. “Nama itu mengandung penghargaan terhadap kearifan lokal dan memiliki makna teologis yang mendalam, sejahtera dan penuh berkat melipah,” timpal Nicolaus Simamora.

Debbie Margaretha Rattu - Lumenta menambahkan, soal etnisitas yang rutin dilakukan di lingkungan GPIB Immanuel adalah bagian kesatuan iman religi gereja dengan seluruh suku bangsa di dunia. “Pada Minggu (29/11) nanti kebaktian pun bertema etnik Nusantara di mana jemaat dan pengerja memakai busana etnik dari seluruh Indonesia,” tambah perempuan penggian industri kreatif nasional tersebut. (R10/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru