Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 05 April 2026

DPRD SU: Barisan "Nande-nande" Pemberani Lagi Ngetren Menutup Lokalisasi Judi

* Patut Diapresiasi Gebrakannya Sangat "Tajam" Menyaingi Aparat
Redaksi - Kamis, 19 November 2020 18:17 WIB
707 view
DPRD SU: Barisan "Nande-nande" Pemberani Lagi Ngetren Menutup Lokalisasi Judi
Foto Dok
Zeira Salim RitongaParlaungan Simangunsong
Medan (SIB)
Kalangan DPRD Sumut mengapresiasi perkumpulan/barisan "Nande-nande" atau kaum ibu pemberani yang lagi ngetren dan ampuh untuk menutup lokalisasi judi tembak ikan di berbagai tempat di Sumut, sehingga banyak bandar judi ketar-ketir menghadapi keberanian para "ibu Kartini" ini.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Fraksi Nusantara DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga dan Sekretaris FP Demokrat Parlaungan Simangunsong kepada wartawan, Rabu (18/11) ketika dihubungi melalui telepon menanggapi adanya sejumlah Nande-nande di Perbesi Karo yang menggeruduk judi tembak ikan.

"Luar biasa gebrakan barisan nande-nande sekarang menutup lokalisasi judi tembak ikan. Mereka tidak ada rasa takut merusak dan menghancuri mesin judi tembak ikan, seperti yang terjadi di salah satu warung kopi di Desa Perbesi Kecamatan Tigabinanga Karo," ujar Parlaungan.

Diakui Zeira Salim, penutupan lokalisasi judi tembak ikan yang dilakukan barisan ibu-ibu ini memang lagi ngetren dan terbukti ampuh, sebab hampir disejumlah daerah para kaum ibu sudah bergerak untuk membersihkan penyakit sosial ini.

"Bukan hanya di Tanah Karo, di Deliserdang dan Medan juga sudah pernah terjadi barisan kaum ibu bergerak secara berbondong-bondong dengan menenteng martil dan benda keras menggeruduk lokasi judi tembak ikan dan merusaknya," ujar Zeira Salim.

Kenapa hal ini bisa terjadi, tanya Parlaungan dan Zeira, karena barisan kaum ibu ini sudah merasa sangat resah akibat semakin maraknya judi tembak ikan yang setiap harinya dikunjungi bapak-bapak maupun anak-anak mereka.

"Mungkin saja gerakan menggeruduk judi tembak ikan ini sebagai bentuk apatis para kaum ibu terhadap oknum aparat berseragam yang tidak kunjung datang menutupnya," tandas Parlaungan sembari mengungkapkan rasa salut kaum ibu yang gebrakannya sangat tajam menyaingi aparat berseragam.

Berkaitan dengan itu, Parlaungan dan Zeira Salim mengajak semua pihak untuk merenungi kembali semangat dan besarnya kepedulian ibu-ibu terhadap maraknya masalah sosial di tengah-tengah masyarakat.

"Yang menjadi pertanyaan kita, haruskah kita biarkan para kaum ibu ini terus berjuang sendiri menutup judi. Tidak kah perlu dibantu aparat keamanan untuk membersihkan setiap lokalisasi judi tembak ikan," tanya keduanya. (M03/f)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru