Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

Medan Kini Punya 80 Bank Sampah, 82 TPS dan TPS 3TR

* Sampah, Objek yang Berpeluang Jadi Produk Ekonomi Kreatif di 2021
Redaksi - Kamis, 31 Desember 2020 12:19 WIB
3.406 view
Medan Kini Punya 80 Bank Sampah, 82 TPS dan TPS 3TR
Foto Dok
Sanusi Surbakti
Medan (SIB)
Aneka jenis sampah berupa sampah organik maupun non organik yang kian hari terus bertambah, khususnya di kota Medan, sangat berpeluang untuk dijadikan barang-barang atau produk ekonomi kreatif di tengah-tengah masa pandemi pada tahun 2021 nanti.

Konsultan senior Ir Sanusi Surbakti MBA MRE dari Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (DPN INKINDO) Pusat, selaku pemerhati lingkungan hidup menyebutkan Kota Medan kini memiliki 80 bank sampah, 82 unit tempat pembuangan sampah (TPS) sementara dan sejumlah tempat pembuangan akhir (TPA) plus beberapa tempat pembuangan sampah terpadu daur ulang (reduce, reuse, dan recycle) yang dikenal dengan sebutan TPS 3TR.

"Peningkatan volume sampah sebagai produksi pasca guna masyarakat di Kota Medan, sebenarnya bisa menjadi objek produksi dan sumber ekonomi kreatif bagi masyarakat. Terlebih pada 2021 yang masih berlanjut dengan kondisi pandemi objek ini bisa menjadi lapangan kerja alternatif yang sejalan dengan penataan kesehatan lingkungan," ujar Sanusi Surbakti kepada SIB melalui seluler dan WA, Selasa (29/12).

Dia mengutarakan hal itu sehubungan hasil peninjauan lokasi proyek pengelolaan sampah TPS 3TR di Desa Sigara-gara Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli-serdang baru-baru ini (foto). Objek TPS 3TR yang dikelola oleh koperasi sejahtera mandiri (KSM Intan) itu menambah jumlah objek daur ulang sampah yang selama ini masih terbilang minim di daerah ini.

Sanusi juga menegaskan sedikitnya ada tiga faktor positif yang akan menjadi peluang ekonomi dari pengelolaan sampah-sampah tersebut, pertama, pemberdayaan para pemulung selaku pemungut dan penimbun sampah untuk menjadi selektif dalam memilah dampak produktif atau sampah afkir. Kedua, perangsangan publik untuk melakukan sortir mandiri sehingga sampah-sampah jenis tertentu bisa berproduksi sebagai barang transaksi ekonomi tanpa harus menuju TPS atau TPA. Ketiga, membuka peluang kerjasama antara pemulung dengan para pengusaha atau pebisnis UKM untuk menjadi mitra karya bisnis atau pekerjaan daur ulang sampah.

Upaya dan peluang ini, ujar Sanusi, sejalan dengan program dan kebijakan pemerintah daerah provinsi Sumatera Utara yang berlaku di semua Kabupaten Kota, termasuk Medan sendiri, khususnya dalam program Penanganan Pengolahan Sampah di Sumber Kondisi Eksisting.

Hasil studi rencana pengelolaan sampah, khususnya untuk kerja penurunan emisi melalui pengelolaan limbah padat perkotaan di Kota Medan pada proyeksi 2019â€"2025, akan dilaksanakan dengan mengelola 79 bank sampah yang potensial dan produktif sejak 2018.

Selama ini, volume atau jumlah sampah yang dijual oleh seluruh bank sampah di Medan mencapai 2 ton per-hari atau rata-rata sebanyak 57.050 kilogram per-bulan. Dari 82 TPS yang ada di Kota Medan, sebelumnya hanya memiliki satu saja objek TPST 3R yaitu TPS-3R Pasar Tani Medan Berseri, Medan Marelan, sebelum TPST 3R KSM Intan di Patumbak yang baru dibangun tahun ini. Potensi objek TPST 3R ini tercatat mampu mengumpulkan sampah 1 ton per-hari untuk dipilah dan yang dapat di daur ulang, selanjutnya untuk dijual kembali ke pasaran.

"Sejak tahun 2018, rata-rata trip pengangkutan sampah di Kota Medan sebesar 263 trip per-hari dan mengangkut sampah sebesar 516 ton per-hari menuju TPA. Satu hal menarik yang mungkin luput dari pantauan kita selama ini, masa pandemi ternyata tidak membuat aktivitas para pemulung tidak pernah terhenti atau berhenti mengangkut dan mengutip sampah, bahkan relatif justru meningkat. Ini berarti satu potensi ekonomi kreatif di masa mendatang walaupun sedang terimbas pandemi," ujar Sanusi optimis. (M04/d)
Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

5 Toko di Gunungsitoli Terbakar

Gunungsitoli(harianSIB.com)Kebakaran hebat melanda deretan toko di Jalan Gomo, Kota Gunungsitoli, Kamis (9/4/2026). Sedikitnya lima unit tok