Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 10 April 2026

MABMI Adakan Zikir dan Doa Sambut Tahun Baru 2021

* Agar Covid-19 Ditepis dari Negeri Ini
Redaksi - Selasa, 05 Januari 2021 18:36 WIB
629 view
MABMI Adakan Zikir dan Doa Sambut Tahun Baru 2021
Foto Dok
Ketua Umum PB MABMI Dato’ Seri H Syamsul Arifin
Medan (SIB)
Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB MABMI) Dato’ Seri H Syamsul Arifin SE menyerukan kepada semua umat, khususnya wangsa Melayu, agar kembali kepada khittoh, yaitu kembali kepada perintah Allah SWT.

Hal itu diungkapkannya usai memimpin kegiatan Malam Tasyakuran dengan Zikir dan Doa menyambut Tahun Baru 2021 yang berlangsung akhir 2020, Kamis (31/12/2020) malam, di kantor PB MABMI Jalan Brigjen Katamso Nomor 43-I, Medan.

Namun ia mengingatkan, kembali ke khittoh harus benar-benar datang dari hati nurani sehingga implementasinya juga benar-benar murni dilakukan karena Allah Ta’ala.

“Berbuat baiklah di atas dunia ini. Yang tahu kita berbuat baik atau jahat adalah diri kita sendiri, hati kita. Namun, Allah tidak bisa dibohongi. Ga usah kita punya konsep berbuat baik, tapi yang kita lakukan kejahatan. Tidak ada yang terondok (tersembunyi) dari Allah,” ujarnya.

Dato’ Seri mengatakan, tasyakur dengan zikir dan berdoa yang diselenggarakan menyambut awal tahun baru 2021 ini adalah untuk mengingat Allah, menyebut asmaNya seraya berdoa. “Mudah-mudahan ridho Allah turun, ditepiskannya segala penyakit terutama penyakti virus Corona (Covid-19) yang sedang melanda ini,” ujarnya.

Tasyakur dengan zikir dan berdoa tersebut diikuti para pengurus PB MABMI dan pengurus PB Angkatan Muda Melayu Indonesia (AMMI). Selain itu, kegiatan yang disiarkan langsung melalui daring itu juga diikuti para unsur pengurus MABMI di tingkat wilayah (provinsi) serta kabupaten dan kota di Indonesia.

Dalam kata sambutan pembukaan kegiatan tersebut, bagi wangsa Melayu kebiasaan untuk mengetahui apakah langkah perjalanan kehidupannya berjalan lurus atau melenceng adlaah pada waktu-waktu tertentu melakukan perenungan diri atau mengadakan ritual adat dan budaya.

“Secara populer orang sekarang mengatakan sikap perenungan diri tersebut sebagai refleksi, apakah ada langkah dan kemajuan dalam kehidupan kita, apakah ada masih belum terjamah, apakah masih jalan di tempat, apakah persatuan dan kesatuan bangsa kita masih utuh. Inilah latar belakang melaksanakan malam zikir dan doa menyambut tahun baru 2021 ini,” tutur Datok’ Seri H Syamsul Arifin.

Dikatakan, Melayu sebagai suatu wangsa identik dengan Islam. Ritual dzikir dan doa adalah suatu acara untuk memohon kepada Allah agar tahun baru ini kita memperoleh rahmat dan hidayah-Nya, agar kita sebagai orang Melayu sekaligus bangsa Indonesia dapat maju dan menyingkirkan halangan rintangan yang ada, baik di bidang ekonomi, politik sosial budaya serta kesehatan sehingga kapal besar Indonesia dapat berjalan secara sempurna. (R7/a)

Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru