Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 11 April 2026
Januari-Nopember 2020

Realisasi Penyaluran KUR di Sumut Rp 7,438 Triliun, Debitur Sebanyak 198.705

Redaksi - Kamis, 07 Januari 2021 17:42 WIB
344 view
Realisasi Penyaluran KUR di Sumut Rp 7,438 Triliun, Debitur Sebanyak 198.705
Foto: dok. Istimewa
Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sumatera Utara  mencapai Rp 7,438 triliun dengan jumlah 198.705 debitur. (Ilustr
Medan (SIB)
Sejak Januari hingga Nopember 2020, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sumatera Utara mencapai Rp 7,438 triliun dengan jumlah 198.705 debitur.

Hal itu disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional (OJK KR) 5 Sumbagut, Yusup Ansori di Medan, Rabu (6/1).
Yusup mengatakan realisasi SKIM KUR tertinggi disalurkan ke sektor Mikro sebesar Rp4,828 triliun dengan 159.790 debitur menyusul usaha kecil Rp 2,373 triliun dengan 11.725 debitur, super mikro Rp232 miliar lebih dengan 25.612 debitur dan TKI Rp4 miliar dengan 578 debitur.

Namun, jika dilihat berdasarkan kabupaten/kota, realisasi KUR tertinggi terkonsentrasi di Kota Medan sebesar Rp Rp 1,015 triliun lebih dengan 22.511 debitur menyusul Deli Serdang Rp 850, 878 miliar lebih dengan 21.733 debitur.

Kemudian Asahan KUR senilai Rp 553, 729 miliar lebih dengan 15.681 debitur, Simalungun Rp553, 263 miliar lebih dengan 15.934 debitur.

Kabupaten Karo Rp 542.278 miliar lebih dengan 16.160 debitur. Langkat Rp458, 950 miliar lebih dengan 13.018 debitur, Serdang Bedagai Rp312, 801 miliar lebih dengan 9.301 debitur dan Tobasa Rp176, 140 miliar lebih dengan 5.310 debitur
Jadi dari jumlah kabupaten/ kota di Sumut yang menerima KUR yakni 1 kotamadya Medan dan 16 kabupaten atau total 17, ungkapnya.

Ketika ditanya, proyeksi KUR di Sumut, kata Yusup, untuk tahun 2020 proyeksi KUR di Sumut tentu meningkat sebab target bank-bank pemerintah juga meningkat.

Sementara itu, total realisasi penyaluran KUR di Sumut tahun 2019 sebesar Rp 5,82 triliun dengan 153.467 debitur.
Jadi KUR yang disalurkan tahun 2019 dibanding posisi Nopember 2020 sebesar 31, 76 % secara Year on Year( YOY). (M2/a)

Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru