Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 30 Januari 2026

DPRD SU: Harga Pakan “Melonjak” Naik, Peternak Ayam Petelur Terancam Bangkrut

* Pemprov Sumut Diminta Segera Respon Keresahan Peternak
Redaksi - Jumat, 29 Januari 2021 14:09 WIB
740 view
DPRD SU: Harga Pakan “Melonjak” Naik, Peternak Ayam Petelur Terancam Bangkrut
suaratani.com - ika
Peternak ayam petelur dikhawatirkan  terancam ‘gulung tikar’, jika pemerintah tidak segera mengatasi anjloknya harga jual telur sementara harga pakan melambung tinggi. 
Medan (SIB)
Anggota Komisi B DPRD Sumut Sugianto Makmur, Amd Li menegaskan, peternak ayam petelur di Sumut terancam bangkrut, karena harga pakan ternak melonjak naik dan tidak sebanding lagi dengan harga jual telur yang hanya di kisaran Rp1.100 per butir.

"Dengan harga telur Rp1.100 per butir, tentunya tidak mampu lagi menutupi biaya operasional peternak, akibat harga bahan pakan ternak, seperti kedelai melonjak naik dari Rp6.000/Kg menjadi Rp10.000/Kg," ujar Sugianto Makmur kepada wartawan, Kamis (28/1) di DPRD Sumut seusai menerima pengaduan para peternak ayam petelur di Sumut.

Seperti diketahui, ujar politisi PDI Perjuangan Sumut ini, untuk pakan ternak ini, bahannya 20 persen menggunakan unsur kedelai. Kemudian ditambah tepung daging impor yang saat ini juga mengalami kenaikan dari Rp6000-an per Kg menjadi Rp11.000 per Kg.

Dengan kenaikan harga-harga bahan pakan ternak, ditambah harga bibit semakin mahal, kata Sugianto Makmur, membuat biaya produksi semakin tinggi, sehingga para peternak telur merasa resah, karena terancam gulung tikar.

“Saya juga bisa merasakan keresahan pelaku usaha peternak petelur, karena saya juga mengalami langsung sebagai peternak petelur. Jika harga telur dibuat terlalu mahal, tentu minat beli masyarakat akan semakin menurun," tandas Sugianto sembari menambahkan, harga telur ditingkat peternak saat ini hanya berkisar Rp1.100-Rp1200 per butir.

Berkaitan dengan itu, Sugianto meminta Pemprov Sumut untuk segera merespon keresahan para peternak petelur dengan memberikan bantuan di saat pandemi Covid-19 ini, sehingga bisnis yang dikelola tetap bisa berjalan lancar.

“Harapan kita saat ini untuk mempertahankan bisnis peternak telur ayam ini jangan sampai bangkrut sekaligus mempertahankan telur dengan kualitas dan harga yang terjangkau," ujarnya sembari menambahkan, fenomena saat ini pemerintah terkesan lepas tangan.
Guna menyahuti keluhan para peternak telur ayam ini, Sugianto mengusulkan agar Komisi B DPRD Sumut menjadwalkan mengundang peternak petelur di Sumut, Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut untuk duduk bersama dalam rapat dengar pendapat, guna mencari solusinya.

"Perlu perhatian serius dari pemerintah terhadap para peternak petelur ini, karena ada hal-hal yang harus dipertahankan dan dilindungi, karena kehadiran mereka sangat penting, jangan sampai mereka bangkrut alias gulung tikar," pungkasnya. (M03/a)
Sumber
: Hariansib edisi cetak
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru