Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Edy Rahmayadi : Pemprov Sumut Siap Hadapi Skenario Ekonomi Terburuk 2023

Redaksi - Sabtu, 31 Desember 2022 11:43 WIB
506 view
Edy Rahmayadi : Pemprov Sumut Siap Hadapi Skenario Ekonomi Terburuk 2023
Foto: Dok/Diskominfo Sumut
KETERANGAN: Gubernur Sumut  Edy Rahmayadi didampingi Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Naslindo Sirait dan Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Ilyas S Sitorus, menjawab pertanyaan para wartawan, baru-baru
Kinerja perekonomian Sumut meningkat pada tahun 2022.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan berbagai kinerja positif perekonomian Sumut.

Kinerja pertumbuhan ekonomi Sumut terus mengalami peningkatan selama tahun 2022, triwulan I 2022 tumbuh 3,90 persen.

Kemudian berlanjut triwulan II yang tumbuh 4,7 persen, dan triwulan III tumbuh 4,97 persen.

Pertumbuhan tersebut didorong peningkatan konsumsi dengan naiknya daya beli masyarakat, sektor usaha pertanian dan kinerja ekspor terutama ekspor turunan dari kelapa wasit yang merupakan produk unggulan Sumut.

”Sehingga diharapkan pada akhir tahun 2022 perekonomian Sumut dapat tumbuh 5,0 persen yang akan didorong oleh belanja pemerintah melalui stimulus APBD tahun 2022,” kata Edy Rahmayadi di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman, Medan, Jumat (30/12/2022).

Pemprov Sumut juga berhasil menekan inflasi hingga di bawah rata-rata nasional. Pada November, inflasi Sumut berada pada angka 5,03 persen.

”Atas keberhasilan Pemprov dalam mengendalikan inflasi, pemerintah pusat memberikan penghargaan dengan memberikan anggaran sebesar Rp10,3 miliar,” ujarnya.

Edy memaparkan berbagai program yang dijalankan Pemprov Sumut dalam penanganan inflasi.

Mulai dari penguatan sisi produksi seperti pemberian bibit tanaman, ikan dan ternak kepada petani, pemberian pupuk organik, pemberian bantuan sarana dan prasarana produksi bagi UMKM, pemberian alat tangkap ikan bagi nelayan, memperbaiki jalur distribusi melalui peningkatan penggunaan e-commerce bagi UMKM, pembangunan aplikasi distribusi penjualan cabai, mengoptimalkan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) yakni perdagangan antara daerah surplus ke daerah yang defisit di Sumatera Utara.

Kemudian peningkatan penggunaan produk dalam negeri dan melakukan pasar murah dan operasi pasar secara masif.

Pemprov juga telah mencanangkan pembangunan sentra pertanian terpadu di Kabupaten Dairi seluas 400 hektare untuk tanaman hortikultura.

”Dengan berbagai intervensi program tersebut harga-harga dapat dikendalikan sekaligus mengurangi disparitas harga antar-wilayah di Sumut,” ucapnya.

Pemprov menyadari, inflasi yang tinggi akan mengurangi daya beli. Daya beli berkurang, kemiskinan pun akan meningkat.

Oleh sebab itu, intervensi Pemprov Sumut pada sisi supply dan demand masif dilakukan.

Edy menguraikan Pemprov Sumut menyiapkan bantuan langsung tunai (BLT) dan bantuan sembako yang jumlahnya dianggarkan di APBD sebesar Rp 77,6 miliar.

Terdiri dari dana bantuan sosial (Bansos) sebesar Rp58,7 miliar, penciptaan lapangan pekerjaan sebesar Rp5,1 miliar dan perlindungan sosial Rp13,3 miliar hingga bantuan subsidi transportasi bagi masyarakat tidak mampu Rp 4 miliar.

Hal itu dilakukan guna meningkatkan daya beli masyarakat. Mengingat 51 persen sumber perekonomian Sumut berasal dari sisi konsumsi masyarakat.

”Disamping meningkatnya pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan juga menurun menjadi 8,42 persen yang sebelumnya 8,49 persen,” imbuhnya.

Pemprov juga mendorong perbankan untuk menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga rendah sebesar 3 persen.

Realisasi KUR tahun 2022 per 30 Desember mencapai Rp 18,6 triliun atau mencapai 103 persen.[br]



Siap Hadapi Tantangan 2023
Edy menyampaikan tantangan perekonomian tahun 2023 dibayangi dengan gangguan ekonomi.

Pemprov Sumut pun telah memiliki langkah atau mitigasi agar dampak resesi global tidak terjadi di Sumut.

Di antaranya memberikan stimulus untuk memperkuat sektor ketahanan pangan, peningkatan produktivitas pertanian, hilirisasi hasil-hasil pertanian, memberdayakan UMKM dan penggunaan teknologi dan digitalisasi.

Kemudian menyebut pembangunan infrastruktur terutama jalan-jalan provinsi, bendungan dan irigasi.

Pembangunan jalan dengan skema tahun jamak diharapkan selesai pada tahun 2023. Serta memperkuat dan memperluas penggunaan pupuk organik untuk mengurangi ketergantungan impor pupuk serta pengembangan pariwisata lokal yang dapat meningkatkan kunjungan wisata baik asing maupun lokal.

”Kekuatan ekonomi kita ada pada masyarakat, karena itu masyarakat harus dibangun, agar masing-masing mempersiapkan diri untuk memitigasi segala kemungkinan buruk yang akan terjadi ditengah harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun 2023 dengan terus optimis, produktif dan kreatif,” ujarnya.

Meski begitu Edy mengimbau masyarakat tidak panik. Masyarakat mesti optimis. Terlebih generasi milenial yang secara struktur demografi jumlahnya mencapai 56 persen dari struktur penduduk Sumut.

”Generasi milenial diyakni sebagai salah satu mesin perubahan sekaligus mesin pertumbuhan ekonomi dengan segala ide kreativitasnya. Dan dengan memperhatikan semuanya itu, Sumut di tahun 2023 di yakini akan terhindar dari jurang resesi ekonomi,” pungkasnya. (A13)


Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru