Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 12 Maret 2026

Rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting, OPD Diminta Fokus

Piktor M Sinaga - Selasa, 21 Mei 2024 17:48 WIB
375 view
Rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting, OPD Diminta Fokus
(Foto: SIB/Piktor Sinaga)
Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Provinsi Sumatera Utara, Selasa (21/5) di Santika Hotel Medan.
Medan (harianSIB.com)
Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Provinsi Sumatera Utara, Selasa (21/5/2024) di Hotel Santika Medan.

Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Munawar Ibrahim menyampaika, penyelenggaraan rapat koordinasi TPPS tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 2024 merupakan rapat paling penting dan paling strategis, mengingat pada Oktober mendatang dilakukan evaluasi RPJM nasional 2020-2024.

"Ini merupakan titik paling krusial. Artinya ini akan menentukan posisi Provinsi Sumatera Utara. Seluruh rangkaian kegiatan program dan kegiatan percepatan penurunan stunting hanya 4 bulan lagi yaitu Juni ,Juli Agustus dan September. Pertanyaan paling krusial dalam konteks seperti ini adalah mampukah kita Provinsi Sumatera Utara dapat mencapai preferensi stunting mencapai angka 14%, seperti telah ditetapkan sebagai ukuran capaian secara nasional dari tata capaian percepatan penurunan samping secara nasional," ujar Munawar.

Munawar melanjutkan, berdasarkan data survei kesehatan Indonesia tahun 2024 menunjukkan , dalam 10 tahun terakhir terjadi penurunan preferensi stunting yang cukup tajam. Akan tetapi pada tahun 2023 yang lalu penurunan angka stunting terjadi hanya sebesar 0,1% atau menjadi 21,5%, di mana sebelumnya ditargetkan pada tahun 2023 dapat turun lebih cepat lagi, sehingga "on the track" pada tahun 2024 bisa mencapai target yang diharapkan yaitu 14% secara nasional.

Sementara itu , preferensi Provinsi Sumatera Utara berdasarkan SKI 2023 adalah sebesar 18,90%. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan sebanyak 2,2% meskipun masih termasuk dalam kategori "on the track", tetapi masih membutuhkan upaya dan kerja keras untuk mencapai target 14% pada tahun terakhir ini.

"Jadi walaupun ada tren menurun yang sangat signifikan, akan tetapi ancaman dan permasalahan ini masih sangat besar. Berdasarkan uraian data-data dan kompleksitas masalah yang sedang kita hadapi, maka perlu segera direncanakan upaya tindak lanjut untuk mengatasi masalah ini sesuai dengan target RPJM tahun 2024, baik secara nasional maupun Provinsi Sumatera Utara," jelasnya.

Sementara itu, rapat koordinasi dipimpin Sekda provsu, Arief Sudarto Trinugroho yang juga sebagai Ketua TPPS Sumut juga dihadiri PJ Gubernur Sumut Hassanudin dan seluruh Forkopimda dan OPD yang terlibat dalam penanganan stunting.


Peserta diminta agar kreatif dan berinovasi serta melaksanakan percepatan penanganan stunting ini harus tepat sasaran sesuai anggaran yang ada.(*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru