Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 30 Maret 2026

Tokoh Parna Minta Kasus Penganiayaan Michail Sitanggang Diusut Tuntas

Duga Munte - Senin, 27 Mei 2024 14:36 WIB
538 view
Tokoh Parna Minta Kasus Penganiayaan Michail Sitanggang Diusut Tuntas
Foto: Dok/Ist
Jupiter Tamba
Medan (harianSIB.com)
Tokoh Parna (Pomparan Raja Naiambaton) yang juga aktivis, Jupiter Tamba mendesak pihak terkait mengusut tuntas kasus penganiayaan yang berujung tewasnya Michail Sitanggang, warga Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang.

"Apapun alasannya, tindakan penganiayaan kejam seperti itu tidak boleh ditolerir. Pelakunya harus diproses hukum hingga tuntas sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku di negara ini, siapa pun dia," tegas Jupiter Tamba yang juga seorang penulis, saat dihubungi jurnalis SIB melalui telepon di Medan, Senin (27/5/2024).

Disebutnya, selama ini nama institusi aparat negara sudah mulai bagus di tengah-tengah masyarakat.

"Kebaikan itu jangan sampai dibiarkan ternoda hanya karena ulah segelintir oknum yang bertindak kejam dan semena-mena kepada masyarakat. Apalagi korban Michail Sitanggang disebut hanya pelajar SMP yang sudah yatim dan saat kejadian memang tidak bersama ibunya karena melayat keluarga dekat yang meninggal di kampung," kata Jupiter.

Menurut pegiat sosial ini, pihaknya selaku keluarga besar Parna sangat terpukul dengan kejadian memilukan itu. Karenanya, bila kasus tersebut tidak diproses tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku, pihaknya siap menghadapkan kasus tersebut kepada Pangdam I/BB atau bahkan Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak, di Jakarta.

"Pokoknya kita dari Parna ingin kasus itu diproses tuntas sesuai hukum yang berlaku, agar kasus serupa tidak terulang lagi di kemudian hari," kata Jupiter.

Seperti diberitakan sebelumnya, Michail Histon Sitanggang (15), yang tinggal di Jalan Kenari Perumnas Mandala, tewas diduga usai dianiaya oknum aparat.

Saat itu sedang terjadi tawuran antarpelajar di atas jembatan kereta api Jalan Pelikan ujung. Mengetahui itu, korban bersama teman-temannya ke lokasi menonton kejadian. Tiba-tiba datang oknum aparat membuat dua kelompok yang tawuran langsung kabur.

Koban yang tidak ikut kabur kemudian didatangi dan dianiaya oknum aparat hingga kemudian tak sadarkan diri di lokasi dan selanjutnya meninggal saat dibawa ke rumah setelah ditolak beberapa rumah sakit. (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru