Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Maret 2026

Mencekam, Puluhan Pemuda Kembali Serang Pemukiman Penduduk Pinggiran Rel Kereta Api

* 2 Orang Terkena Panah
Roy Surya D Damanik - Minggu, 02 Juni 2024 18:03 WIB
940 view
Mencekam, Puluhan Pemuda Kembali Serang Pemukiman Penduduk Pinggiran Rel Kereta Api
Foto Dok/Warga
TERKENA ANAK PANAH: Dua warga Gang Dostahi tepatnya pinggiran bantaran rel kereta api, Kecamatan Medan Tembung terluka akibat terkena anak panah, Sabtu (1/6/2024).
Medan (harianSIB.com)
Puluhan pemuda yang bermukim di Jalan Pertiwi dan Jalan Padang, Kecamatan Medan Tembung kembali menyerang pemukiman warga di Gang Dostahi tepatnya pinggiran bantaran rel kereta api dengan menggunakan mercon, senjata tajam (sajam), panah, batu dan kayu broti, Sabtu (1/6/2024) sekira pukul 03.30 WIB.

Akibat penyerangan secara brutal tersebut situasi menjadi mencekam. Dua warga terluka akibat terkena panah pada bagian tangan kiri dan paha kanannya.

Informasi yang dihimpun di lokasi, Minggu (2/6/2024) siang, sebelum terjadinya penyerangan, sejumlah warga di Gang Dostahi sedang berjaga-jaga di depan rumahnya masing-masing lantaran baru-baru ini puluhan pemuda menyerang rumah mereka.

Sedangkan warga lainnya sedang tidur di dalam rumahnya masing-masing. Tiba-tiba puluhan pemuda datang dan langsung menembakkan mercon serta melempari rumah warga.

Aksi para pelaku tak sampai di situ saja, mereka juga menembakkan anak panah ke arah warga hingga 2 warga terluka akibat terkena panah. Lantaran tidak adanya perlawanan, para pelaku meninggalkan lokasi. Warga kemudian membawa kedua korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis.


Sejumlah warga yang identitasnya tak ingin disebutkan saat diwawancarai mengungkapkan, kejadian penyerangan ini sudah beberapa kali terjadi. Mirisnya saat kejadian belum pernah sekalipun personel Polsek Medan Tembung (eks Polsek Percut Sei Tuan) datang ke lokasi walaupun sudah diberitahu.

Warga meyakini jika dibiarkan terus, pasti akan ada korban jiwa akibat penyerangan secara brutal dan tak kenal ampun itu.


Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Tembung AKP Japri Simamora saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya saat ini banyak mengurusi kasus-kasus di lapangan dan belum sempat ke lokasi.

"Saya akan meminta personel Bhabinkamtibmas untuk ke lokasi supaya tidak ada lagi kejadian serupa," katanya.

Sementara itu Kapolrestabes Medan Kombes Pol Teddy Marbun saat diinformasikan lewat WhatsApp terkait penyerangan rumah warga serta adanya 2 korban terkena anak panah. Teddy menegaskan akan mengeceknya.

"Terimakasih infonya, dicek dulu ya," ucap Kapolrestabes Medan.

Pantauan wartawan, Sabtu sore, tampak puluhan personel Polrestabes Medan berpakaian sipil tiba di Jalan Padang dengan mengendarai mobil dan sepedamotor. Petugas kemudian memintai keterangan sejumlah warga. Setelah itu petugas menyebar ke sejumlah arah.

Hingga Sabtu sekira pukul 23.00 WIB, petugas tampak membubarkan para pemuda yang sedang berkumpul di pinggir jalan serta yang berada di dalam warung internet (warnet) guna mengantisipasi terjadinya penyerangan itu. Tak berapa lama sejumlah mobil patroli juga tiba di lokasi untuk berjaga-jaga.

Seorang petugas kepolisian saat diwawancarai mengaku kejadian penyerangan itu menjadi atensi pimpinan. Mereka turun ke lokasi agar tidak terjadi kejadian serupa, serta memberikan arahan-arahan kepada para pemuda yang mereka temui.

Sebelumnya, puluhan pemuda yang bermukim di Jalan Pertiwi dan Jalan Padang, Kecamatan Medan Tembung serang pemukiman warga di Gang Dostahi tepatnya pinggiran bantaran rel kereta api dengan menggunakan mercon, senjata tajam (sajam), panah, batu dan kayu broti, Rabu (29/5/2024) sekira pukul 03.00 WIB.

Akibat penyerangan secara brutal tersebut, 4 warga dikabarkan terluka akibat terkena panah yang diarahkan ke pemukiman padat penduduk itu.(**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru