Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 30 Maret 2026

Boby Nasution Diharapkan Perjuangkan Kompensasi Politik bagi Figur Tersingkir dengan Memanfaatkan Pengaruh Mertuanya

Duga Munte - Jumat, 21 Juni 2024 19:37 WIB
383 view
Boby Nasution Diharapkan Perjuangkan Kompensasi Politik bagi Figur Tersingkir dengan Memanfaatkan Pengaruh Mertuanya
(KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
Menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution saat ditemui di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2023). Ilustrasi
Medan (harianSIB.com)
Bobby Nasution diharapkan berusaha memperjuangkan kompensasi politik bagi sejumlah kader partai yang terpaksa mengurungkan niatnya menjadi peserta Pilgub Sumut 2024, dengan memanfaatkan pengaruh mertuanya, Joko Widodo.

Harapan itu disampaikan Pengamat Kebijakan Publik, Sohibul Ansor Siregar, menjawab wartawan tentang keputusan Partai Golkar yang akhirnya mengusung Boby Nasution pada Pilgub Sumut 2024 nendatang.

"Kompensasi politik yang saya maksudkan ialah memperjuangkan figur-figur yang disingkirkannya menjadi menteri pada kabinet Prabowo-Gibran 2024-2029," sebut Sohibul Anshor Siregar juga pada keterangan tertulisnya yang diterima Jurnalis SIB News Netwrok (SNN), Jumat (21/6).

Dijelaskannya, Sumatera Utara sangat memerlukan "our man in the centre of power" (orang kita di pusat kekuasaan) untuk ikut memperjuangkan kepentingan Sumatera Utara ke depan. Misalnya, dalam hal revisi pola bagi hasil sumber-sumber amat strategis antara pemerintah pusat dan daerah yang hingga kini amat tidak adil dan bersifat kolonialistik.

Dilihat dari nilai-nilai adat dan jasa politik, sebut Sohibul, Bobby Nasution sangat berkewajiban untuk itu.

"Saya sendiri menginginkan dan saya rasa amat pantas, jika figur seperti Ijeck, Gus Irawan Pasaribu, dan beberapa figur berkapasitas nasional lainnya seperti Prof Dr H Syahrin Harahap MA, Ivan Iskandar Batubara, Prof Dr H Hasyimsyah Nasution MA, Prof Dr Hasim Purba SH MHum, Dedi Iskndar Batubara, RE Nainggolan dan Nurdin Lubis (keduanya mantan Sekdaprov Sumut) menjadi menteri kabinet," kata Sohibul.

Menurutnya, Bobby Nasution tampaknya harus diberi stimulus wawasan politik nasional untuk memperkuat pradigma (pakem) pembangunan daerah dengan tidak berjuang hanya untuk diri sendiri.

"Sumatera Utara jika diamati dengan cermat, dari satu ke lain dasawarsa mengalami degradasi peran dalam konstelasi nasional hanya karena sistem. Bobby Nsution, dengan fasilitas kedinastiannya, saya rasa berkewajiban untuk berusaha keras untuk itu," sebut Sohibul yang juga dosen itu. (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru