Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 30 Maret 2026

Banyak Anak Terlibat Geng Motor, Ini Kata Tokoh Pendidikan

Duga Munte - Senin, 02 September 2024 20:14 WIB
594 view
Banyak Anak Terlibat Geng Motor, Ini Kata Tokoh Pendidikan
(Foto: SNN/Dok)
Dr H Sakhyan Asmara MSP

KURANG KOORDINASI
Dari perspektif birokratif, lanjutnya, fenomena geng motor ini tidak bisa dikendalikan karena kurangnya koordinasi aparat keamanan sampai ke tingkat basis. Babinkamtibmas dan Babinsa yang jumlahnya sangat terbatas, hanya bisa beraktivitas di tingkat kelurahan. Padahal anak anak muda itu bersosialisasi di tingkat lingkungan atau dusun.

Akhirnya aktivitas anak-anak muda atau para remaja itu tidak terpantau oleh Babinkamtibmas maupun Babinsa, sementara Kepala Lingkungan terlalu sibuk mengursi urusan adminisitrasi, sehingga aktivitas pencerahan sosial, komunikasi sosial dan difusi informasi tentang kenakalan remaja di kalangan anak-anak muda, tidak dapat dilaksanakan dan terlepas dari kontrolnya.

"Jika ada koordinasi yang baik antara aparat keamanan, orang tua, guru, pemerintah setempat dan para anggota masyarakat, khususnya para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda, saya yakin fenomena geng motor bisa dicegah," katanya.

Dikatakannya, mengatasi geng motor, bukan sekadar menghadapi para anak-anak muda atau remaja yang hilir mudik di jalan raya dengan sepeda motor dan mengacung-acungkan senjata tajam.

"Itu adalah hilirnya. Sementara hulunya adalah di lingkungan tempat tinggal, lingkungan keluarga atau lingkungan sekolah. Di sinilah sesungguhnya upaya pencegahan fenomena geng motor itu perlu dilakukan. Jika hal itu tidak dapat dilakukan, maka menjadi penyebab mengapa geng motor sulit diberantas," tegas Sakhyan Asmara. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru