Hakim Minta Kejagung Proses Hukum Pemilik Wilmar, Musim Mas dan Permata Hijau Grup: Terdakwa Hanya Karyawan!
Jakarta(harianSIB.com)Majelis hakim menyatakan eks Head of Social Security and License Wilmar Group, M Syafei, hanya seorang karyawan yang m
Acara ini bertujuan untuk menggali visi dan misi calon Walikota Medan terkait pengembangan kota dan kesejahteraan masyarakat.
Diskusi ini dirancang untuk menghadirkan ketiga calon Walikota Medan yang telah diundang, namun hanya satu calon yang hadir, yaitu Prof Ridha Dharmajaya. Dua calon lainnya, Rico Waas-Zakiyuddin dan Hidayatullah-Yasir Ridho Lubis, tidak hadir tanpa memberikan penjelasan resmi.
Ketua Panitia Acara, M. Hafiz Hasibuan SH, menyatakan bersyukur acara dapat berjalan dengan lancar meski hanya dihadiri oleh Prof. Ridha. Hafiz mengungkapkan kekecewaannya terhadap ketidakhadiran dua calon lainnya.
"Kami sangat menghargai kehadiran Prof. Ridha, namun kehadiran calon lain sangat diharapkan agar masyarakat dapat mendengar langsung visi dan misi mereka," ujarnya.
Ketua DPC Peradi Medan, Dwi Ngai Sinaga SH MH, menekankan bahwa diskusi publik ini bukan hanya sekadar pemaparan visi, tetapi juga tentang mentalitas calon pemimpin. Dwi Ngai menggarisbawahi pentingnya calon pemimpin yang memiliki mentalitas kuat dan kesiapan untuk menghadapi tantangan kota.
"Acara ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat sejauh mana calon memahami dan siap menghadapi isu-isu yang ada. Kami berharap ini bisa membantu masyarakat dalam memilih pemimpin yang berkomitmen dan bermental kuat," kata Dwi Ngai.
Dwi Ngai Sinaga juga mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran dua pasangan calon Walikota Medan dalam acara tersebut.
"Kami sangat kecewa karena dua paslon lainnya tidak hadir. Padahal, masyarakat yang hadir di sini sangat berharap dapat mendengar ide dan visi dari masing-masing calon. Kami sudah jauh-jauh hari melakukan koordinasi, namun mereka tetap tidak datang," ujar Dwi Ngai Sinaga.
Dwi Ngai menegaskan bahwa diskusi ini diselenggarakan bukan sebagai ajang kampanye, melainkan sebagai upaya untuk mencerdaskan masyarakat dalam memilih pemimpin Kota Medan ke depan.
Menurutnya, PERADI sebagai organisasi advokat memiliki peran sebagai kontrol sosial, dan diskusi ini menjadi wadah untuk mempertemukan gagasan para calon dengan berbagai elemen masyarakat.
"Kami dari PERADI tidak terafiliasi dengan partai politik manapun. Tujuan kami murni untuk mengedukasi masyarakat, apalagi sekarang ini banyak proyek lima tahunan yang sarat dengan money politics. Kami ingin masyarakat bisa melihat dan menilai sendiri gagasan dari para calon," jelasnya.
Meski kecewa dengan ketidakhadiran dua paslon lainnya, Dwi Ngai tetap mengapresiasi Prof Ridha yang telah hadir dan panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan acara dalam waktu singkat.
Ia berharap, melalui diskusi publik ini, masyarakat Medan semakin cerdas dalam memilih pemimpin yang memiliki mental kuat dan mampu membawa perubahan positif bagi kota tersebut.
"Kegiatan ini merupakan upaya kami untuk menghadirkan edukasi politik bagi masyarakat. Ini bukan sekadar ajang formal di KPU, tetapi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung visi calon pemimpin mereka. Sayangnya, ada yang tidak berani hadir, dan ini menunjukkan mental yang perlu dipertanyakan," pungkasnya.
Prof Ridha Dharmajaya dalam kesempatan tersebut menyampaikan pandangannya mengenai berbagai isu penting. Ridha menyoroti masalah kemiskinan dan kesehatan sebagai prioritas utama. Ia mencatat tantangan yang dihadapi oleh nelayan, seperti harga bahan bakar yang tinggi dan masalah perizinan, serta dampak ekonomi yang luas.
Ridha juga mengusulkan pentingnya olahraga, terutama berenang, untuk anak-anak sebagai bagian dari program kesehatan. Ia menekankan perlunya pengembangan sektor industri untuk meningkatkan pendapatan kota agar tidak bergantung hanya pada pajak.
"Kita perlu memastikan ada kesempatan bagi setiap warga untuk mendapatkan kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik melalui program-program yang efektif dan berkelanjutan," tambahnya.
Diskusi publik ini juga dihadiri oleh berbagai akademisi dan praktisi hukum, termasuk Prof Dr Maidin Gultom, Dr Janpatar Simamora, dan Dr Burhan Sidabariba, serta perwakilan Polrestabes Medan, Kasat Reskrim Kompol Jama Kita Purba.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih luas kepada masyarakat dalam menentukan pemimpin yang akan memajukan Kota Medan dalam lima tahun ke depan. (*)
Jakarta(harianSIB.com)Majelis hakim menyatakan eks Head of Social Security and License Wilmar Group, M Syafei, hanya seorang karyawan yang m
Medan(harianSIB.com)Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menyampaikan jumlah penerima Bantuan Pangan (Banpang)
Jakarta(harianSIB.com)Mantan Head of Social Security and License Wilmar Group, M Syafei, divonis 6 tahun penjara dalam kasus suap hakim untu
Jakarta(harianSIB.com)KPK terus mengusut kasus suap importasi barang di Ditjen Bea Cukai. KPK akan mengusut dua produsen rokok di Jatim dan
Aekkanopan(harianSIB.com)Fenomena gerhana bulan total terjadi pada Selasa (3/3/2026), sekitar pukul 18.03 WIB dan mencapai puncaknya pada pu
Medan(harianSIB.com)Konflik Amerika SerikatIsrael versus Iran mendorong masyarakat ramairamai berburu emas dengan cara mencicil di Pegad
Medan(harianSIB.com)Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Umat Muslim Kota Medan Sekitarnya menggelar aksi damai di depan Balai Kota Me
Jakarta(harianSIB.com)Persekutuan Gerejagereja di Indonesia (PGI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya eskalasi kekerasan d
Tapteng(harianSIB.com)Sugeng Riyanta, merupakan Pj Bupati Tapanuli Tengah tahun 2024 tidak pernah melupakan daerah yang pernah dipimpinnya s
Pematangsiantar(harianSIB.com)Isu kekosongan obat yang sempat mencuat di salah satu rumah sakit di Kota Pematangsiantar disikapi dengan pen
Lubukpakam(harianSIB.com)Petugas Kanwil Ditjenpas (Direktorat Jenderal Pemasyarakatan) Sumut bersama Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)
Tapteng(harianSIB.com)Ratusan keluarga penyintas di Kabupaten Tapanuli Tengah, masih mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar seha