Polres Tanjungbalai Gelar Minggu Kasih, Bagikan Sembako dan Serap Aspirasi Warga Teluk Nibung
Tanjungbalai(harianSIB.com)Guna mempererat silaturahmi sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polres Tanj
Acara ini bertujuan untuk menggali visi dan misi calon Walikota Medan terkait pengembangan kota dan kesejahteraan masyarakat.
Diskusi ini dirancang untuk menghadirkan ketiga calon Walikota Medan yang telah diundang, namun hanya satu calon yang hadir, yaitu Prof Ridha Dharmajaya. Dua calon lainnya, Rico Waas-Zakiyuddin dan Hidayatullah-Yasir Ridho Lubis, tidak hadir tanpa memberikan penjelasan resmi.
Ketua Panitia Acara, M. Hafiz Hasibuan SH, menyatakan bersyukur acara dapat berjalan dengan lancar meski hanya dihadiri oleh Prof. Ridha. Hafiz mengungkapkan kekecewaannya terhadap ketidakhadiran dua calon lainnya.
"Kami sangat menghargai kehadiran Prof. Ridha, namun kehadiran calon lain sangat diharapkan agar masyarakat dapat mendengar langsung visi dan misi mereka," ujarnya.
Ketua DPC Peradi Medan, Dwi Ngai Sinaga SH MH, menekankan bahwa diskusi publik ini bukan hanya sekadar pemaparan visi, tetapi juga tentang mentalitas calon pemimpin. Dwi Ngai menggarisbawahi pentingnya calon pemimpin yang memiliki mentalitas kuat dan kesiapan untuk menghadapi tantangan kota.
"Acara ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat sejauh mana calon memahami dan siap menghadapi isu-isu yang ada. Kami berharap ini bisa membantu masyarakat dalam memilih pemimpin yang berkomitmen dan bermental kuat," kata Dwi Ngai.
Dwi Ngai Sinaga juga mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakhadiran dua pasangan calon Walikota Medan dalam acara tersebut.
"Kami sangat kecewa karena dua paslon lainnya tidak hadir. Padahal, masyarakat yang hadir di sini sangat berharap dapat mendengar ide dan visi dari masing-masing calon. Kami sudah jauh-jauh hari melakukan koordinasi, namun mereka tetap tidak datang," ujar Dwi Ngai Sinaga.
Dwi Ngai menegaskan bahwa diskusi ini diselenggarakan bukan sebagai ajang kampanye, melainkan sebagai upaya untuk mencerdaskan masyarakat dalam memilih pemimpin Kota Medan ke depan.
Menurutnya, PERADI sebagai organisasi advokat memiliki peran sebagai kontrol sosial, dan diskusi ini menjadi wadah untuk mempertemukan gagasan para calon dengan berbagai elemen masyarakat.
"Kami dari PERADI tidak terafiliasi dengan partai politik manapun. Tujuan kami murni untuk mengedukasi masyarakat, apalagi sekarang ini banyak proyek lima tahunan yang sarat dengan money politics. Kami ingin masyarakat bisa melihat dan menilai sendiri gagasan dari para calon," jelasnya.
Meski kecewa dengan ketidakhadiran dua paslon lainnya, Dwi Ngai tetap mengapresiasi Prof Ridha yang telah hadir dan panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan acara dalam waktu singkat.
Ia berharap, melalui diskusi publik ini, masyarakat Medan semakin cerdas dalam memilih pemimpin yang memiliki mental kuat dan mampu membawa perubahan positif bagi kota tersebut.
"Kegiatan ini merupakan upaya kami untuk menghadirkan edukasi politik bagi masyarakat. Ini bukan sekadar ajang formal di KPU, tetapi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung visi calon pemimpin mereka. Sayangnya, ada yang tidak berani hadir, dan ini menunjukkan mental yang perlu dipertanyakan," pungkasnya.
Prof Ridha Dharmajaya dalam kesempatan tersebut menyampaikan pandangannya mengenai berbagai isu penting. Ridha menyoroti masalah kemiskinan dan kesehatan sebagai prioritas utama. Ia mencatat tantangan yang dihadapi oleh nelayan, seperti harga bahan bakar yang tinggi dan masalah perizinan, serta dampak ekonomi yang luas.
Ridha juga mengusulkan pentingnya olahraga, terutama berenang, untuk anak-anak sebagai bagian dari program kesehatan. Ia menekankan perlunya pengembangan sektor industri untuk meningkatkan pendapatan kota agar tidak bergantung hanya pada pajak.
"Kita perlu memastikan ada kesempatan bagi setiap warga untuk mendapatkan kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik melalui program-program yang efektif dan berkelanjutan," tambahnya.
Diskusi publik ini juga dihadiri oleh berbagai akademisi dan praktisi hukum, termasuk Prof Dr Maidin Gultom, Dr Janpatar Simamora, dan Dr Burhan Sidabariba, serta perwakilan Polrestabes Medan, Kasat Reskrim Kompol Jama Kita Purba.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih luas kepada masyarakat dalam menentukan pemimpin yang akan memajukan Kota Medan dalam lima tahun ke depan. (*)
Tanjungbalai(harianSIB.com)Guna mempererat silaturahmi sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polres Tanj
Medan(harianSIB.com)Sebanyak 25 kabupaten/kota mengikuti Pendidikan Kader Tingkat Madya Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen
Jakarta(harianSIB.com)HKBP Distrik XXI Banten mendorong gerakan kepedulian lingkungan melalui pengelolaan minyak jelantah menjadi produk yan
Medan(harianSIB.com)Sebanyak 25 kabupaten/kota mengikuti Pendidikan Kader Tingkat Madya (PKTM) Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda K
Tanjungmorawa(harianSIB.com)Siti Fatimah tak kuasa menahan haru karena ibunya, Kartini (81), akhirnya dibawa ke RSUD Haji Amri Tambunan untu
Tanjungmorawa(harianSIB.com)Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan, didampingi Ketua TP PKK, Jelita Asri Ludin Tambunan, menghadiri Gebyar
Medan(harianSIB.com)Belum lama, ratusan orang yang tergabung dalam kelompok pencari keadilan bagi almarhum Winda Lorenza Gowasa memadati ger
Medan(harianSIB.com)Rumah Sakit (RS) Adam Malik Medan menggelar Fun Run 5K dan Fun Walk dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke
Aceh(harianSIB.com)Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh. Tradisi yang dikenal sebagai Kh
Belawan(harianSIB.com)Mewujudkan kepeduliannya terhadap lingkungan serta mempererat hubungan dengan masyarakat, PT Pelabuhan Indonesia (Peli
Pematangsiantar(harianSIB.com)Wakapolres Pematangsiantar Kompol Budiono Saputro memimpin patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD), di
Jakarta(harianSIB.com)Bambang Setiyawan (59), pedagang cermin di Jalan Pejompongan Raya, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, mening