Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 30 Maret 2026

Anomali Cuaca, Gubernur LPKNI Masdin Girsang Imbau Masyarakat Tingkatkan Imun Tubuh dan Jaga Kualitas Air

Oki Lenore - Rabu, 23 Oktober 2024 21:52 WIB
181 view
Anomali Cuaca, Gubernur LPKNI Masdin Girsang Imbau Masyarakat Tingkatkan Imun Tubuh dan Jaga Kualitas Air
Foto: Dok/ Oki Lenore
DISKUSI: Gubernur LPKNI Dr Ir Masdin Efendi Girsang MSi bersama Prof DR Dr Ridha Dharmajaya SpBS (K) dan para ahli pada diskusi bertema Perlindungan Pasien BPJS Terhadap Fasilitas Kesehatan di Kota Medan di Sekretariat Berani di Jalan Pemuda Medan
Medan (SIB)
Gubernur Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara - Indonesia (LPKNI) Sumatera Utara (Sumut), Dr Ir Masdin Efendi Girsang MSi berharap masyarakat menjaga stamina tubuh sehubungan anomali cuaca yang kadang ekstrim di sebagian Indonesia termasuk Sumut. Anomali ditandai perubahan iklim yang cepat. Sebentar panas terik menyengat tapi tiba-tiba hujan. "Selain harus meningkatkan imun tubuh, tiap individu pun harus melindungi dengan jaminan sosial kesehatan seperti BPJS," ujar aktivis lingkungan itu di diskusi bertema Perlindungan Pasien BPJS Terhadap Fasilitas Kesehatan di Kota Medan di Sekretariat Bersama Prof Ridha dan Rani (Berani) di Jalan Pemuda Medan, Minggu (20/10). Diskusi dihadiri puluhan tenaga kesehatan dan para dokter serta pemuka agama. Termasuk Bidan Teladan Dinaria Girsang SST MPsi MKes dan Elbert.


Masdin Efendi Girsang mengatakan, pihaknya secara rutin 'belanja' masalah terkait pelayanan kesehatan publik dan mencoba memberi solusi. "Adalah tanggung jawab lpkni untuk melindungi masayrakat dalam mendapatkan keadilan mengenai pelayanan paling hakikiki," tambahnya sambil menunjuk wilayah kerja LPKNI dengan payung hukum Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. "Khusus mengenai hal itu adalah di Pasal 44 Ayat (2)," urainya.


Ia membedah LPKNI Sumut yang berisi para ahli seperti Prof Dr Syaad Afifuddin Sembiring SH MEC yang ahli ekonomi tapi memiliki kepedulian pada warga, Ir Walsen Napitupulu, DR Diana, A Barus, DR Ir Hidayati dan Dr Ir Fransiscus Gultom MPd.


Dinaria Girsang SST MPsi MKes menguraikan dampak anomali cuaca dan perubahan ekstrim yang terjadi. Menurutnya, cuaca panas berlebihan dapat memicu penyakit jantung; perubahan iklim mempercepat tumbuhnya penyakit yang berhubungan dengan air seperti diare; cuaca dingin ekstrim menyebabkan daya imun menurun. "Gunakan BPJS atau bila ada KIS untuk memastikan fisik masing-masing. Seluruh warga kan dijamin melalui BPJS dan senisnya sebab itu adalah program pemerintah," tambahnya. "Mengenai ada hal yang tidak pada tempatnya, bila terjadi hal-hal yang tak diinginkan, tadi Gubernur LPKNIDr Ir Masdin Efendi Girsang MSi sudah menguraikannya. Ingat lho... mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar adalah hak hakiki dan dijamin," sebutnya. "Kenapa diskusi kita di sini? Tak lain karena Prof DR Dr Ridha Dharmajaya SpBS (K) seorang dokter ahli. Saya menjadi saksi mengenai kepakarannya dalam hal pelayanan kesehatan terbaik untuk publik," tambahnya.


Mengenai anomali cuaca, lanjutnya, hampir di seluruh dunia terjadi tren kenaikan suhu udara dan di Sumut sesuai penelitian sebesar 0.9 oC dalam 70 tahun atau periode data tahun 1951 - 2021 menyebabkan perubahan pola curah hujan dan distribusi air. "Saya menegaskan, jaga imun tubuh," tambah Dinaria Girsang.


Diskusi dibuka Ridha Dharmajaya yang mengatakan pihaknya membeir kesempatan pada siapa saja untuk mendapat informasi jelas dan utuh mengenai kesehatannya. "Sekretariat Berani ini terbuka dan saya punyha komitmen dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Medan dari sisi kepakaran saya yakni kesehatan," tegasnya. "Saya sudah susun program yang pasti dieksekusi adlah program 'Medan Sehat' yang sangat diidamkan publik. Program itu peningkatan dan penajaman pelayanan untuk publik," tambahnya.


Program lainnya, lanjutnya, semua ditujukan berpihak kepada masyarakat, khususnya kaum wong cilik sebab warga dengan ekonomi marjinal justru semakin banyak. "Khususnya pasca pademi Covid-19 dan warga yang be lum terkover. Saya sudah mendatar dengan detail," tambahnya. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru