Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Maret 2026

Anggota TNI Bubarkan Asmara Subuh Yang Berbuntut Tawuran, 2 Remaja Diamankan

Roy Surya D Damanik - Minggu, 02 Maret 2025 20:09 WIB
41 view
Anggota TNI Bubarkan Asmara Subuh Yang Berbuntut Tawuran, 2 Remaja Diamankan
(Foto Dok/Koramil)
DIAMANKAN: Dua remaja yang terlibat tawuran diamankan anggota Koramil 0201-03/MD guna mendapat pembinaan, Minggu (2/3/2025).
Medan (harianSIB.com)
Sekelompok remaja di 2 lokasi yang berada di Kecamatan Medan Denai melakukan asmara subuh hingga berbuntut tawuran antar kelompok remaja membuat resah masyarakat, Minggu (2/3/2025) pagi.


Aparat TNI dari Koramil 0201-03/MD dan warga yang mengetahui hal itu langsung membubarkan tawuran tersebut dan berhasil mengamankan 2 remaja yang terlibat tawuran, serta mengamankan barang bukti klewang panjang.


Babinsa Koramil 0201-03/MD Sertu Riza Pahlivi mengatakan kejadian pertama berlangsung sekira pukul 03.05 WIB di Jalan Perbatasan Kelurahan Denai dan Jalan Datuk Kabu, Kecamatan Percut Sei Tuan. Bentrokan antar kelompok remaja ini berlangsung cukup sengit hingga aparat harus turun tangan.


"Dalam operasi pembubaran tersebut, dua remaja berhasil kita amankan berikut 2 kelewang panjang yang diduga digunakan untuk saling menyerang," ungkapnya.


Sertu Riza menambahkan, situasi belum sepenuhnya kondusif. Beberapa jam setelah kejadian pertama, tawuran kembali pecah di Jalan Swadaya Lingkungan XVI, Kelurahan Binjai tepatnya di depan Stasiun Kopi sekitar pukul 06.05 WIB.


"Begitu menerima laporan Babinsa Kelurahan Binjai, langsung berkoordinasi dengan Piket Koramil 0201-03/MD. Tindakan tegas dilakukan dengan melakukan pembubaran paksa terhadap kelompok remaja itu. Bahkan melakukan pengejaran hingga ke rumah-rumah para remaja demi memastikan situasi benar-benar terkendali," katanya.


Babinsa Koramil 0201-03/MD menjelaskan, setelah berhasil mengamankan beberapa pelaku, mereka mendapat pembinaan guna memberikan efek jera. Langkah ini diharapkan dapat membuat para pelaku menyadari dampak buruk dari tindakan mereka dan tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.


"Kami (TNI) memanggil orangtua masing-masing pelaku serta kepala lingkungan (Kepling) setempat. Keterlibatan keluarga dalam pembinaan ini dianggap sebagai faktor penting agar para remaja lebih terpantau dan mendapatkan arahan yang lebih baik dari lingkungan terdekat mereka," jelasnya.


Lanjutnya, aparat keamanan dan warga sekitar berharap agar para orangtua lebih aktif dalam mengawasi pergaulan dan aktivitas anak-anak mereka, terutama pada jam-jam rawan setelah sahur. Dengan pendekatan preventif yang lebih kuat, diharapkan para remaja dapat diarahkan ke kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat.


"Selain itu, kehadiran tokoh masyarakat dan aparat di lingkungan juga menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan wilayah. Dengan koordinasi yang baik antara semua pihak, diharapkan kejadian tawuran seperti ini bisa diminimalisir. Sehingga lingkungan tetap aman dan kondusif bagi seluruh warga," katanya mengakhiri.(**)

Editor
: Heri Yanto
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru