Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026

DPRD SU Minta Poldasu Tangkap Pelaku Teror dan Pelemparan Batu Terhadap Irham Buana Nasution

Firdaus Peranginangin - Sabtu, 26 Juli 2025 14:17 WIB
113 view
DPRD SU Minta Poldasu Tangkap Pelaku Teror dan Pelemparan Batu Terhadap Irham Buana Nasution
Foto harian SIB.com/Firdaus
Viktor Silaen SE MM-H Wagirin Arman SSos.
Medan(harianSIB.com)

Kalangan DPRD Sumut meminta Polda Sumut secepatnya mengungkap dan menangkap pelaku teror dan aksi pelemparan batu terhadap anggota Fraksi Partai Golkar H Irham Buana Nasution SH MHum, demi tegaknya supremasi hukum bagi pelaku-pelaku aksi kejahatan yang sangat meresahkan di jalanan.

Hal itu diungkapkan anggota DPRD Sumut Viktor Silaen SE MM dan H Wagirin Arman SSos kepada wartawan, Sabtu (26/7/2025) di Medan menanggapi aksi teror dan pelemparan batu terhadap anggota dewan Irham Buana Nasution sudah dua Minggu terjadi di Belawan, tapi hingga kini belum ada kejelasannya.

"Aksi teror dan pelemparan batu oleh Orang Tak Dikenal (OTK) terhadap Irham Buana Nasution saat melakukan tugas Kunjungan Kerja (Kunker) ke Belawan sudah berlangsung selama dua pekan, tapi hingga kini pelakunya belum ditangkap, sehingga kita minta Polda Sumut bergerak cepat menangkapnya," ujar Viktor Silaen.

Wagirin Arman juga sangat berharap agar pihak kepolisian (baik Polda Sumut maupun Polres Belawan) bisa segera mengungkap pelakunya, karena tindakan para pelaku teror telah merusak ketentraman bagi masyarakat dan seluruh anggota dewan dalam menjalankan tugasnya.

"Pak Irham Buana Nasution ini, selain anggota dewan, juga pernah menjabat Ketua KPU Sumut, Wakil Ketua DPRD Sumut dan berbagai jabatan penting lainnya, sehingga wajib hukumnya para pelaku teror segera ditindak tegas, sebab sudah terlalu berani mencoba mengacaukan keamanan dengan menyebar aksi teror dan pelemparan batu," tandas Wagirin.

Ditegaskan Viktor, insiden yang menimpa Irham tidak bisa dianggap sebagai hal sepele, karena lambannya penanganan kasus teror ini sangat berpotensi melemahkan rasa aman, tidak hanya bagi anggota legislatif, tetapi juga masyarakat luas.

"Peristiwa teror ini tidak boleh dianggap normal, karena para pelakunya akan melakukan teror berikutnya terhadap siapa saja," ujar Viktor sembari menyesalkan, pengaduan dari seorang wakil rakyat hingga kini belum ada titik terang yang menjanjikan, sehingga masyarakat menjadi apatis melaporkan kasus serupa yang menimpa mereka.


Bagi politisi Partai Golkar ini, menyelesaikan kasus aksi teror dan pelemparan batu ini sangat penting untuk dituntaskan, demi menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum dan menjamin keamanan para wakil rakyat dalam menjalankan tugas.

"Aksi teror ini merupakan ujian bagi institusi penegak hukum. Jika kasus ini terus berlarut, maka amanah rakyat terhadap wakilnya terancam tidak terlindungi, sehingga kita berharap aparat kepolisian segera mengungkap pelakunya. Apalagi publik berhak tahu apa motif di balik serangan tersebut," tegasnya.

Seperti diberitakan SIB sebelumnya, Selasa (8/7), Irham Buana Nasution menjadi korban teror saat melakukan kunjungan kerja ke Dapilnya di Kecamatan Medan Belawan dan saat bergerak dari Belawan, mobil Alphard yang ditumpanginya, tiba-tiba dilempari batu oleh dua OTK, sehingga kaca belakang sebelah kiri pecah.

"Mobil saya dilempar batu sebanyak dua kali hingga kaca belakang pecah. Serangan itu jelas ditujukan kepada saya, karena persis berada di sebelah kiri tempat saya duduk," ujar Irham kepada wartawan seusai mengadukan kasus aksi teror dan pelemparan batu terhadap dirinya.(*!).

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru