Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026

Animo Warga Sumut Berobat dan Wisata ke Malaysia Makin Tinggi

Oki Lenore - Senin, 28 Juli 2025 13:53 WIB
78 view
Animo Warga Sumut Berobat dan Wisata ke Malaysia Makin Tinggi
Foto harianSIB.com /Oki Lenore
Antusias: Nor Hasni Saidin mendapat penjelasan dari M Fitri Abdullah di Stand Melaka Tourism di Malaysia Truly Asia Travel Fair 2025 di Atrium Manhattan Times Square Medan, Jumat (25/7/2025).
Medan(harianSIB.com)

Animo warga Sumut berobat ke Malaysia tetap tinggi bahkan cenderung tidak berpengaruh meski Negara Semenanjung itu memberlakukan pajak layanan kesehatan sebesar 6 persen. Buktinya, semakin banyak pusat-pusat perobatan di negeri jiran membuka perwakilan dan menawarkan paket layanan kesehatan bersama wisata.

Demikian diutarakan Julius 'King" Raja SE MM di jeda Malaysia Truly Asia Travel Fair 2025 di Atrium Manhattan Times Square Medan, Jumat (25/7/2025).

Tokoh olahraga dan tokoh masyarakat India itu mengatakan, tren berobat ke Malaysia tak semata di kalangan borjuis tapi sudah menjadi mindset kelas menengah. "Kalau ingin berobat, langsung ingat Malaysia," ujarnya sambil menyebut belasan rumah sakit yang sangat familiar di warga Sumut.

Menurutnya, pengenaan pajak 6 persen untuk layanan kesehatan swasta, menambah cost tapi masih dirasakan standar. Karena selain berobat juga berwisata.

Sebagaimana diketahui, mulai 1 Juli 2025, Malaysia mengenakan pajak layanan kesehatan sebesar 6 persen untuk warga negara asing (WNA) yang berobat di fasilitas kesehatan swasta. Kebijakan itu merupakan bagian dari perluasan cakupan Pajak Penjualan dan Jasa (Sales and Services Tax/SST) yang dilakukan pemerintah Malaysia.

Hal serupa diutarakan Fiza dan Melaka Tourism. Menurutnya, seperti rilis yang diterima Jurnalis harianSIB.com, Minggu (27/7/2025), warga di Sumatera bagian utara familiar dengan rumah sakit di Penang dan Kualalumpur tapi warga di Riau dan Riau Kepulauan hingga ke selatan, familiar dengan rumah sakit di Melaka. "Tourism Melaka menawarkan paket wisata dan perobatan hingga biaya lebih murah untuk melancong sekaligus kepastian kesehatan," tambahnya.

Menurutnya, iven Malaysia Truly Asia Travel Fair 2025 dimanfaatkan pihaknya untuk mengenalkan rumah sakit istimewa di Melaka, termasuk destinasi wisata. "Bila sudah ke Melaka, pasti akan datang lagi sebab cita rasa istimewa. Baik perubatan maupun perpelancongan. Yang sedang viral itu Ghost Museum Melaka," tambahnya.


Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (27/7) itu diresmikan Nor Hasni Saidin, Konsul Muda Pelancongan Tourism Malaysia Medan mewakili Konsul Jenderal Malaysia di Medan.

"Kegiatan bagian dari menyambut program Visit Malaysia 2026, yang menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan internasional ke Malaysia," tambahnya didampingi General Manager Tourisme Malaysia TW Harsono Pane, Natasya Andriani dan Edy Sahputra dari Konsulat Malaysia.

Nor Hasni Saidin mengurai, acara diikuti lebih 27 partisipan dari sektor pariwisata, kebudayaan dan kesehatan Malaysia, event ini diyakini sebagai salah satu ajang promosi wisata luar negeri terbesar yang pernah digelar di Kota Medan.

"Untuk pelancongan, 1.819.597 orang Indoensia sejak Januari - Mei 2025 mengunjungi Malaysia," tambahnya sambil merinci jumlah itu disebabkan lebih dari 600 penerbangan dan 290 rute ferry langsung setiap minggu antara kedua negara. "Konektivitas menjadi salah satu kekuatan utama mendukung tren ini," tambahnya.

Mengenai Malaysia Truly Asia Travel Fair 2025 di Medan, menurutnya, pengunjung berinteraksi langsung dengan lebih dari 27 produk unggulan, termasuk agen perjalanan, rumah sakit, universitas, hingga operator destinasi wisata, beberapa di antaranya adalah Tourism Pahang, Tourism Melaka, Resort World dan Signata Genting, Ghost Museum Melaka, Batik Malaysia serta Spa.

"Tiga top agent asal Medan yaitu Raya Utama Travel, Velindo Tour & Travel dan Eva Prima Tour & Travel menjadi partner serta kolaborasi promosi strategis dengan Asosiasi-asosiasi Pariwisata Indonesia seperti ASITA, ASTINDO, ASPPI serta AMPHURI termasuk Airlines, Ferry Operator dan Dinas Pariwisata yang ada di Sumatera untuk menyukseskan Tahun Melawat Malaysia 2026," tutupnya.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru