Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Februari 2026

Protes Unggahan di TikTok, Ibu-Ibu Relawan SPPG Datangi Rumah Wartawan di Sergai

Rimpun H Sihombing - Senin, 15 September 2025 19:39 WIB
347 view
Protes Unggahan di TikTok, Ibu-Ibu Relawan SPPG Datangi Rumah Wartawan di Sergai
Foto Dok/Forwakum Sergai
Ibu-Ibu relawan SPPG Desa Sukajadi saat mendatangi rumah oknum wartawan di Komplek Perumahan Dusun III, Desa Firdaus, Kecamatan Seirampah, Senin (15/9/2025).
Sergai(harianSIB.com)


Belasan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sukajadi mendatangi rumah oknum wartawan yang juga pimpinan media online berinisial Z, di Komplek Perumahan Dusun III, Desa Firdaus, Kecamatan Seirampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Senin (15/9/2025).

Aksi mayoritas ibu-ibu ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap unggahan Z di akun TikTok, yang dinilai merugikan keberlangsungan program SPPG. Mereka mendesak Z segera menghapus unggahan tersebut.

Massa menuding, Z memanfaatkan isu limbah untuk mencari keuntungan lewat media sosial, baik TikTok maupun Facebook Pro.

"Kalau SPPG tutup, kami minta makan dari bapak. Setiap pagi kami kemari ambil gaji dari bapak," teriak sejumlah ibu-ibu di depan rumah Z.

Dikonfirmasi terpisah, Z menegaskan unggahan terkait limbah di akun Tiktok Sinar Sergai yang dikaitkan dengan SPPG sudah sesuai tugas jurnalistik berdasarkan undang-undang pers. Ia menyebut yang diangkat adalah keresahan petani akibat limbah MBG di saluran irigasi, bukan pekerja SPPG.

"Jika ada pihak menilai berita hoaks, silakan tempuh jalur hukum, bukan mendesak penghapusan akun media sosial," ujar Z.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sergai, Hadi Novria ikut angkat bicara. Ia menyebut hasil uji laboratorium LP-1884-ION No Reg: 00210LPJILABLING-1LRKIKLIK menunjukkan air limbah tersebut masih di bawah baku mutu.

"Hasil Lab, limbah yang dimaksud masih di bawah baku mutu,. Dan itu limbah rumah tangga bukan limbah yang membahayakan," jelasnya.

Sementara itu, Irwansyah, anggota Kelompok Tani Suka Mulya yang memiliki lahan sawah di sekitar pembuangan limbah SPPG mengaku hasil panen padinya tetap maksimal.

"Yang katanya limbah dari gedung SPPG tidak ada pengaruhnya. Per rante bisa tembus 3,5 goni," ujarnya.

Namun demikian, ia berharap Pemkab Sergai melalui Dinas Pertanian memrioritaskan perbaikan saluran irigasi, karena sebagian lahan sawah di dusun tersebut masih mengandalkan tadah hujan dan pompanisasi. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru