Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Lomba Mewarnai ATF dan Astex 2025, Anak-anak Ceria Melancong Ke Malaysia

Oki Lenore - Rabu, 12 November 2025 14:06 WIB
372 view
Lomba Mewarnai ATF dan Astex 2025, Anak-anak Ceria Melancong Ke Malaysia
Foto harianSIB.com /Oki Lenore
Lomba Mewarnai: Anak-anak dalam Lomba Mewarnai ATF di Centre Point Medan, Jumat (31/10) dan berlanjut Astex 2025 pada Senin (3/11).

Medan(harianSIB.com)

Lomba Mewarnai khusus anak-anak mengisi Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Travel Fair (ATF) 2025 di Centre Point Medan, Kamis - Minggu (2/11). Perlombaan di hari kedua, Jumat (31/10) diisi celoteh anak-anak yang ceria hendak melancong ke manca negara khususnya Malaysia.

Direktur Tourism Malaysia, Puan Rosalina Abdul Rahim, mengatakan, kegiatan demi kegiatan untuk maksud membangun kesadaran yan gbaik bahwa industri perpelancongan membutuhkan semua elemen.

"Membangun awareness baik dalam menempa masa depan generasi muda lebih baik dan sempurna," ujarnya seperti berita yang diterima Jurnalis SIB News Network (SNN), Rabu (12/11/2025)

Ketua Astindo Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sumut, Tengku Feria Aznita, mengatakan, ATF 2025 tak hanya memberi peluang bepergian ke luar negeri tapi mengedukasi anak-anak dalam mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui perjalanan ke destinasi Nusantara dan mancanegara.

Baca Juga:
"Itulah melalui lomba mewarnai ini anak-anak didekatkan ke industri perpelancongan yang memiliki multiplier effect serta membimbing generasi muda pada penguatan mental dan kualitas sumber daya manusianya," tegas perempuan yang sehari sebelumnya memimpin sidang Rakernas Astindo di Labuanbajo NTB yang memunculkan kembali Pauline Suharno sebagai nakoda 4 tahun ke depan.

Setelah ATF 2025 dilanjutkan dengan Astindo Sumut Travel Exchange (Astex) 2025 pada 3 November. "Kami akan memperkenalkan berbagai objek wisata Sumut kepada pelaku pariwisata mancanegara dan mengajak mereka berkunjung langsung," katanya.

Saat pembukaan, Konjen Malaysia di Medan, Shahril Nizam Abdul Malek, mengatakan Negara Semenanjung kini menjadi tujuan utama pelancong lintas generasi sebab di seluruh sudut negara dibenahi.

"Malaysia dengan konsep industri pariwisata berkelanjutan selalu diukur tiga indikator pariwisata yaitu dimensi sosial, ekonomi dan lingkungan," tegas diplomat yang pernah bertugas di Prancis tersebut.

Direktur Tourism Malaysia, Puan Rosalina Abdul Rahim, membenarkan bahwa banyaknya moda transportasi dari Indonesia ke Malaysia. Mulai dari udara, laut bahkan darat bila dari Kalimantan.

Ketua Panitia Christian Salim mengatakan pameran yang diikuti 17 perusahaan travel, 9 rumah sakit, Tourism Malaysia, perbankan memberi paket diskon untuk wisata ke manca negara.

"Sembilan rumah sakit di Malaysia pun menjadi perhatian publik. Sebab wisata bukan hanya sekadar jalan-jalan tapi juga kesehatan. Banyak warga Indonesia, di Sumatera Utara, memilih rumah sakit di Malaysia dan dalam pameran ini kita berikan kemudahan," ungkapnya sambil mengatakan di hari ketiga massa semakin banyak yang hadir.

Kadis Pariwasata Medan yang diwakili Sekretaris Fajar Hamdi mengatakan bahwa pemerintah mendukung kegiatan ini, karena juga mempromosikan ibu kota Sumut pada pelancong hingga ke luar negeri.

Ia mengapresiasi Astindo DPD Sumut di bawah kepemimpinan Tengku Feria Aznita yang empat kali mengadakan pameran pariwisata di 2025. "Kita tetap mendukung terus bergeraknya industri pariwisata, khususnya pariwisata MICE (Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions). Di kota Medan kita memiliki banyak fasilitas untuk mengadakan kegiatan seperti ini. Pemerintah Kota Medan akan terus berbenah untuk memajukan pariwisata di kota ini, tentunya dilakukan melalui kerja sama dengan seluruh stakeholder di kota ini," tegasnya.

Direktur Marketing MHTC Indonesia, Rahmatullah Baragau, menyatakan bahwa pada ATF 2025 pihaknya memperkenalkan wisata medis, dengan Malaysia sebagai salah satu negara penyedia layanan terbaik di dunia.

Ketua Astex, Nawan Syahputra, menyampaikan pertemuan bisnis antara Astindo Sumut dan 119 pelaku pariwisata mancanegara untuk mendukung kegiatan industri perpelancongan.

"Astex yang berlangsung hingga Kamis (6/11), B to B program yang diikuti oleh buyer dari mancanegara seperti dari China, Malaysia, Singapura, Filipina, Inggris, Dubai, India, dan beberapa dari dalam negeri, seperti Kota Batam, Jakarta, Jambi, Padang dan Aceh. Sedangkan bertindak sebagai seller adalah travel agent dari Medan, Sumatera Utara," tutupnya. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru