Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 14 Maret 2026

Jenazah Argo Prasetyo PMI Ilegal Korban Kekerasan di Kamboja Tiba di Kualanamu

Firdaus Peranginangin - Jumat, 14 November 2025 17:03 WIB
444 view
Jenazah Argo Prasetyo PMI Ilegal Korban Kekerasan di Kamboja Tiba di Kualanamu
Foto harianSIB.com/Firdaus Peranginangin
Tiba di Bandara: Jenazah Argo Prasetyo (25) korban PMI asal Desa Karang Rejo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, yang meninggal akibat kekerasan di Kamboja saat tiba di Bandara Kualanamu Internasional, Jumat (14/11/2025).

Medan(harianSIB.com)

Jenazah Argo Prasetyo (25) tiba di Bandara Kualanamu Internasional, Jumat (14/11/2025). Korban merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Karang Rejo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat ini meninggal akibat kekerasan di Kamboja.

Adik almarhum, Ega Prasetya bersama anggota DPD RI asal Sumut Pdt Penrad Siagian datang menjemput dan proses repatriasi memakan waktu panjang, yakni 46 hari, karena harus melalui mekanisme diplomatik dan administrasi di Kamboja.

Dalam pemulangan jenazah ini, Kementerian Luar Negeri dan KBRI di Kamboja berperan besar dalam memastikan jenazah yang akhirnya dapat dibawa pulang ke Indonesia.

Pada kesempatan itu, Penrad meminta masyarakat untuk tidak tergiur tawaran pekerjaan ke luar negeri tanpa prosedur resmi. Jalur ilegal sangat berbahaya karena tidak memberikan perlindungan hukum bagi pekerja, sehingga pemerintah secepatnya menutup celah sindikat perdagangan manusia.

Baca Juga:

Penrad juga mendesak pemerintah memperketat pintu keberangkatan PMI demi mencegah praktik perekrutan ilegal yang terus berkembang serta menekankan perlunya tindakan tegas terhadap agen atau pihak yang memberangkatkan pekerja secara ilegal, karena perbuatan tersebut membuka peluang terjadinya perdagangan manusia.

Dari data yang ada, jelasnya, sekitar 9,2 juta PMI di luar negeri, lebih dari 5 juta di antaranya berstatus ilegal. Kondisi ini, menurutnya, menunjukkan bahwa regulasi dan pengawasan harus diperkuat.

Berdasarkan informasi dari Dubes RI di Kamboja, lebih dari setengah PMI yang bekerja di negara tersebut berasal dari Sumatera Utara, sehingga dalam enam bulan terakhir, pihaknya telah membantu memulangkan 15 warga Sumut yang menjadi korban kekerasan di luar negeri.

Terkait kasus Argo, Penrad memastikan bahwa KBRI Kamboja telah melaporkan dugaan kekerasan ke pihak kepolisian setempat. Proses hukum terhadap perusahaan atau individu yang diduga bertanggung jawab kini sedang berjalan.

Biaya pemulangan jenazah Argo disebut mencapai hampir Rp 140 juta dan dapat terlaksana atas dukungan berbagai pihak, sehingga Pemrad mengapresiasi dan terima kasih kepada instansi yang terlibat, termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan keluarga yang tetap sabar selama menunggu proses pemulangan.

Adik almarhum, Ega Prasetya, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan semua pihak, terutama kepada Pdt. Penrad Siagian yang mendampingi proses dari awal hingga jenazah tiba di tanah air dan mengaku, keluarga memilih untuk tidak melakukan autopsi terhadap jenazah, tapi langsung memakamkannya di Langkat.

Seperti diketahui, katanya, video kondisi Argo sebelum meninggal sempat viral di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat tubuhnya kurus, wajah lebam, dan tergeletak tak berdaya di pinggir jalan. (*).

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Isu Penculikan Anak Resahkan Warga Gebang Langkat
Haru, Pertemuan Istri Korban Kecelakaan Lion Air JT 610 dan Garuda 152
Seorang Pria Tewas Ditabrak Pesawat di Bandara Moskow
Empat Napi Wanita Narkotika Langkat Ditangkap
Gereja Maria Bunda Pertolongan Abadi Binjai Langkat Gelar Ibadah Ekaristi
Pasutri Tewas, Korban Tabrak Lari di Perbaungan
komentar
beritaTerbaru