Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Mahasiswa Bakar Ban di DPRD Sumut, Tolak Gelar Pahlawan Nasional untuk HM Soeharto

Firdaus Peranginangin - Selasa, 18 November 2025 17:43 WIB
534 view
Mahasiswa Bakar Ban di DPRD Sumut, Tolak Gelar Pahlawan Nasional untuk HM Soeharto
Foto: harianSIB.com/Firdaus Peranginangin
Puluhan mahasiswa membakar ban saat berunjuk rasa menolak gelar Pahlawan Nasional untuk HM Soeharto di depan Gedung DPRD Sumut, Selasa (18/11/2025).

Medan (harianSIB.com)

Puluhan mahasiswa dari berbagai kelompok di Medan menggelar aksi unjuk rasa dengan membakar ban di depan Gedung DPRD Sumut, Selasa (18/11/2025). Mereka menolak penetapan gelar Pahlawan Nasional kepada HM Soeharto, yang dinilai mencederai semangat reformasi.

Aksi berlangsung menegangkan ketika massa memaksa masuk ke gedung dewan untuk bertemu para anggota DPRD. Dorong-dorongan antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang berjaga di pintu masuk sempat terjadi.

Sambil meneriakkan yel-yel penolakan, mahasiswa meminta Presiden Prabowo Subianto agar segera mencabut keputusan tersebut. Mereka menilai penetapan itu mengabaikan sejarah kelam Orde Baru. "Penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional bertentangan dengan akal sehat publik dan mencederai nurani masyarakat. Bagaimana mungkin seorang pelanggar HAM dan koruptor pada masanya dijadikan pahlawan," seru seorang mahasiswa.

Ketegangan meningkat setelah hampir setengah jam berorasi, namun Ketua DPRD Sumut Erni Aryanti Sitorus dan para wakil ketua belum juga hadir menemui massa.

Baca Juga:
Setelah satu jam aksi berlangsung, anggota Komisi B DPRD Sumut, Manaek Hutasoit, akhirnya datang menemui pengunjuk rasa. Ia berjanji menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada pimpinan dewan. "Pimpinan bukan tidak ingin menemui, tapi ada hambatan. Ketuan dewan sedang ada kemalangan keluarga, dan yang lain sedang di luar kota," kata Manaek.

Politisi Partai Golkar itu menegaskan pihaknya siap meneruskan aspirasi mahasiswa ke pemerintah pusat melalui DPR RI karena isu yang disampaikan merupakan persoalan nasional.

Meski tuntutan telah diterima, massa menyatakan belum puas dan mengancam akan kembali dengan jumlah lebih besar. Usai penyampaian janji dewan, mahasiswa membubarkan diri. Aparat kepolisian yang berjaga sejak pagi juga meninggalkan lokasi.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
KPK Terima Pengembalian Rp8 Miliar dari Suap Anggota DPRD Sumut
Ratusan Petani Sirapit Unjuk Rasa di Kantor Bupati dan BPN Langkat
Ratusan ‟Omak-omak‟ dan Mahasiswa Unjuk Rasa di Kantor Bupati Asahan
Pujakesuma Keturunan Boyolali Unjuk Rasa ke DPRD Langkat
Gerakan Mahasiswa Batak Toba Bersihkan Monumen Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII
Anggota DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafis Minta Drainase Jalan Sukarno-Hatta Binjai Timur Diperbaiki
komentar
beritaTerbaru