Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

Walhi Sumut: Banjir Bandang di Sumut Akibat Rusaknya Ekosistem Batang Toru

Rickson Pardosi - Rabu, 26 November 2025 23:28 WIB
877 view
Walhi Sumut: Banjir Bandang di Sumut Akibat Rusaknya Ekosistem Batang Toru
Ist/SNN
Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Rianda Purba.

Medan (harianSIB.com)

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Mandailing Natal dan Kota Sibolga, pada Selasa (25/11/2025), kerap terjadi hampir setiap tahun, khususnya saat musim hujan tiba.

Walhi Sumut berpendapat, bencana yang terjadi saat ini merupakan bencana ekologis mengingat adanya kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan di ekosistem Batang Toru (Harangan Tapanuli) yang dinilai memperparah rusaknya hutan di wilayah tersebut.

Banjir yang terjadi membawa material kayu-kayu yang tidak sedikit yang menunjukan pula adanya aktivitas penebangan hutan di wilayah sekitar bencana yang juga merupakan bagian dari ekosistem Batang Toru (Harangan Tapanuli). Sementara itu laju deforestasi di wilayah itu sulit dibendung karena perusahaan-perusahaan yang beraktivitas di ekosistem Batang Toru (Harangan Tapanuli) melakukan penebangan pohon dengan berlindung dibalik izin yang dikeluarkan pemerintah.

Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Walhi Sumut, Rianda Purba, didampingi Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Sumut, Jaka Kelana Damanik, di Medan, Rabu (26/11/2025).

Baca Juga:

Dijelaskannya, menurut dokumen kajian risiko bencana nasional Provinsi Sumatera Utara tahun 2022-2026, wilayah yang terkena banjir bandang dan tanah longsor tersebut masuk ke dalam kategori dengan risiko tinggi untuk bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Potensi bencana banjir bandang dan tanah longsor dapat terjadi di kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara. Hanya Kabupaten Samosir yang masuk ke dalam kategori kelas risiko rendah untuk bencana tersebut, sedangkan sebagian besar memiliki Kelas Risiko Tinggi.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu Tinjau Lokasi Bencana Longsor di Sipirok
Surat Ephorus HKBP kepada Seluruh Jemaat dan Pelayan
Ibu dan 3 Anaknya Tewas Akibat Longsor di Tapteng
Indosat Sampaikan Empati dan Percepat Pemulihan Jaringan di Daerah Terdampak Bencana
Kodam I/BB Kerahkan 555 Personel Evakuasi Warga Terdampak Bencana di Sibolga-Tapteng
Banjir Bandang Terjang Humbahas, 2 Tewas dan 5 Warga Masih Hilang
komentar
beritaTerbaru