Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026

Salman Alfarisi: Tragedi Banjir dan Longsor di Sumut Diduga Keras Terjadinya Penggundulan Hutan

Firdaus Peranginangin - Jumat, 28 November 2025 16:32 WIB
773 view
Salman Alfarisi: Tragedi Banjir dan Longsor di Sumut Diduga Keras Terjadinya Penggundulan Hutan
Foto: harianSIB.com/Dok
H Salman Alfarisi Lc MA

Medan(harianSIB.com)

Wakil Ketua DPRD Sumu H Salman Alfarisi Lc MA mengatakan, "Sumatera Utara Berduka" atas terjadinya tragedi banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Sumut, termasuk Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Humbang Hasundutan dan beberapa daerah lainnya, yang diduga penyebabnya akibat penggundulan hutan dan lemahnya penegakan hukum.

"Bencana hidrometeorologi ini, selain menghancurkan rumah warga juga menelan korban jiwa yang tidak sedikit, sehingga Sumatera Utara benar-benar berduka atas kejadian yang memprihatinkan sekaligus memilukan ini," ujar Salman Alfarisi kepada wartawan, Jumat (28/11/2025), di DPRD Sumut.

Salman mengingatkan, tragedi ini bukan sekadar persoalan pengungsian, logistik atau pemulihan fisik, tetapi peringatan keras atas kelalaian menjaga lingkungan. Penggundulan hutan, alih fungsi lahan, dan lemahnya penegakan hukum telah memperburuk risiko bencana di banyak wilayah Sumut, sehingga banjir dan longsor tak terkendali.

"Dalam dua hari terakhir, hujan deras memicu luapan air dan pergerakan tanah di beberapa daerah. Banjir merusak rumah warga, menutup akses jalan, menghanyutkan kendaraan dan memaksa ribuan warga mengungsi dalam kondisi penuh kecemasan. Hingga kini, proses evakuasi masih berlangsung dan data korban terus diperbarui," katanya.

Baca Juga:
Di berbagai lokasi terdampak, tambah politisi PKS ini, pemandangan memilukan terlihat jelas. Rumah-rumah tertimbun lumpur, jembatan dan fasilitas umum rusak berat, sementara tenda-tenda darurat dipenuhi warga yang kehilangan tempat tinggal. Tangis keluarga yang mencari anggota keluarga yang hilang menambah pilu suasana.

Menanggapi musibah ini, Salman Alfarisi menyampaikan keprihatinan mendalam dan meminta penanganan dilakukan cepat, serius dan terkoordinasi, sehingga mendesak BNPB, Pemerintah Provinsi, TNI dan Polri bersama-sama mengerahkan segala bentuk bantuan terbaik untuk masyarakat terdampak dan pemulihan sesegera mungkin.

Salman menegaskan, perlunya evaluasi total terhadap upaya mitigasi bencana yang selama ini dinilai belum maksimal serta mendorong pemerintah melakukan penegakan hukum yang lebih kuat terhadap pelanggaran lingkungan.

"Harus ada evaluasi menyeluruh mulai dari edukasi kebencanaan masyarakat hingga penindakan tegas terhadap perusakan lingkungan dan kelestarian hutan," tegasnya.

Selain itu, Salman mengajak masyarakat memperkuat solidaritas kemanusiaan dan saling membantu di tengah musibah. "Kepada Allah SWT kita bermohon ampunan. Semoga warga terdampak diberikan ketabahan, kekuatan, dan kemudahan atas kehilangan yang dialami," ucapnya.

Dikatakan Salman, musibah ini harus menjadi momentum refleksi penting agar pembangunan dan kepentingan ekonomi tidak lagi mengorbankan keselamatan rakyat dan kelestarian alam.

"Sumatera Utara sedang terluka, dan penyembuhan membutuhkan tanggung jawab bersama," tutupnya.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dandim 0204/DS Tinjau Banjir di Seibamban Sergai, 448 Rumah Terendam
Pemukiman Warga dan Jalinsum P Siantar-Parapat Banjir
Gereja Pentakosta Sumatera Utara/Pinksterkerk Usul Hapus Pembahasan Sekolah Minggu di UU
Drainase Buruk, Ratusan Rumah Warga di Marelan Terendam Banjir
Simpang Empat Saribudolok Langganan Banjir
DPRDSU Minta Pemprovsu Beri Perhatian Khusus ke Madina, Dua Kali Diterjang Banjir
komentar
beritaTerbaru