Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Penyakit Kulit dan ISPA Dominasi Kasus Pascabencana di Sumut

* Dinkes Tingkatkan Kewaspadaan KLB
Leo Bastari Bukit - Senin, 08 Desember 2025 12:15 WIB
716 view
Penyakit Kulit dan ISPA Dominasi Kasus Pascabencana di Sumut
ANTARA/Muhammad Zulfikar
Warga berada di salah satu titik pengungsian di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Sabtu (29/11/2025).

Medan(harianSIB.com)

Dinas Kesehatan Provinsi Sumut merilis perkembangan situasi kesehatan pascabencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang melanda 17 kabupaten/kota di provinsi tersebut.

Data terbaru hingga Minggu (7/12/2025), menunjukkan dominasi penyakit berbasis lingkungan yang berpotensi berkembang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) jika tidak dilakukan intervensi cepat.

Sekretaris Dinkes Sumut, Hamid Rijal Lubis menyampaikan bahwa penyakit kulit (6.433 kasus) dan ISPA (5.151 kasus) menjadi penyakit tertinggi yang dilaporkan dari wilayah terdampak. Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi oleh paparan air kotor, sanitasi lingkungan yang menurun, serta kepadatan dan kelembaban di lokasi pengungsian.

"Selain itu, tercatat 1.065 kasus diare, 755 kasus Influenza Like Illness (ILI), serta 534 kasus suspek demam tifoid, yang menggambarkan tingginya penyakit saluran cerna dan infeksi akut pada periode pascabanjir," katanya, Minggu (7/12/2025) malam.

Baca Juga:
Sementara itu, laporan kasus dengue masih rendah (7 kasus), namun kewaspadaan tetap ditingkatkan karena peningkatan tempat perindukan nyamuk biasanya terjadi setelah air surut.

Dinkes juga menerima laporan 2 kasus suspek campak, masing-masing dari Kabupaten Deliserdang dan Tapanuli Tengah. Untuk mencegah penularan lebih luas, petugas kesehatan diminta segera melakukan pelacakan dan pemeriksaan kontak di lokasi pengungsian maupun tempat tinggal korban.

Tidak ada laporan kasus leptospirosis, pertusis, maupun malaria hingga saat ini. Namun, Dinkes menegaskan perlunya pemantauan ketat karena penyakit-penyakit tersebut dapat meningkat dalam situasi krisis, terutama jika terjadi penurunan cakupan imunisasi atau peningkatan vektor.

Hamid Rijal menjelaskan bahwa dominasi penyakit kulit, ISPA, dan penyakit berbasis air menunjukkan bahwa faktor lingkungan menjadi penyebab utama. "Pola penyakit ini selaras dengan kondisi pascabanjir yang memengaruhi sanitasi, hunian sementara, dan akses air bersih," ujarnya.

Secara demografis, kelompok usia di atas 5 tahun mendominasi kasus ISPA, penyakit kulit, suspek dengue, dan diare. Sementara balita paling rentan terhadap suspek campak, dipengaruhi kondisi fisiologis dan status imunisasi. Distribusi kasus antara laki-laki dan perempuan relatif seimbang.

Bencana besar yang melanda Sumatera Utara menyebabkan dampak signifikan, 1.495.687 jiwa terdampak (402.776 KK), 327 orang meninggal, 103 luka berat, 2.927 luka ringan, 139 orang hilang, 56.271 orang mengungsi.

Di sisi lain, beberapa fasilitas kesehatan mengalami kerusakan atau tidak beroperasi, sehingga menghambat layanan medis bagi masyarakat terdampak. Di Tapanuli Selatan, dua Pustu (Huta Godang dan Garoga) serta satu Polindes Sibara-bara tidak beroperasi.

Sementara Pustu Tolang tetap beroperasi namun dipindahkan ke Posko Kesehatan Desa Tolang Julu. Di Tapanuli Tengah, tiga Puskesmas, Tukka, Kolang, dan Sorkam tidak beroperasi dan dialihkan menjadi layanan keliling ke posko-posko kesehatan. Satu Pustu di Bottot juga tidak beroperasi.

Di Langkat, RSUD Tanjung Pura tidak dapat beroperasi sehingga layanan dipindahkan ke RSU Putri Bidadari. Puskesmas Pantai Cermin juga tidak berfungsi dan sementara dipindahkan ke posko kesehatan setempat.

Dinkes Sumut menekankan pentingnya penguatan surveilans, peningkatan sanitasi pengungsian, penyediaan air bersih, serta deteksi dini kasus untuk mencegah terjadinya KLB. Koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan selama masa tanggap darurat. (*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gelondongan Kayu di Banjir Sumatera Jadi Sorotan Wakil Rakyat
Lonjakan Penyakit Pascabanjir Ancam 17 Daerah di Sumut, Dinkes Peringatkan Potensi KLB
Perayaan Natal Punguan Marbona Sektor Medan Denai, Pdt Belman Manik STh: Jangan Takut Karena Tuhan Sudah Hadir
OJK Sumut Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Keuangan dan Perkuat Perlindungan Konsumen
Dinkes Agara bersama IDI Akan Cek Kesehatan Warga Dari Rumah ke Rumah
Kejari Labuhanbatu Bidik Dugaan Korupsi Kredit Rumah Subsidi dan Dana Hibah Pramuka
komentar
beritaTerbaru