Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Januari 2026

Beredar Isu, Bantuan Korban Banjir Dijual, Rico Waas: Jika Terbukti Saya Copot

Horas Pasaribu - Selasa, 09 Desember 2025 18:52 WIB
492 view
Beredar Isu, Bantuan Korban Banjir Dijual, Rico Waas: Jika Terbukti Saya Copot
Foto dok/Facebook
KETERANGAN: Wali Kota Medan Rico Waas memberi keterangan kepada wartawan, Senin (8/12/2025) terkait asa dugaan bantuan korban banjir dijual oknum.

Medan(harianSIB.com)

Beredar isu, ada oknum aparatur Pemko Medan dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga lingkungan, mengambil keuntungan dari bantuan korban banjir dengan cara menahan hingga dijual.

Wali Kota Medan Rico Waas mengaku sudah mendengar langsung informasi ini saat temu pers di Warkop Jurnalis Medan, di Jalan Agus Salim, Senin (8/12/2025).

Rico murka, pasalnya dia baru menerima laporan bahwa ada bantuan untuk korban banjir diduga dikomersilkan, diperdagangkan seperti barang dagangan. Kemudian barang dipilah-pilah sebelum sampai ke tangan warga korban.

Baca Juga:
Padahal korban banjir sangat membutuhkannya, mereka kedinginan, mengungsi karena kehilangan rumah. Justru bantuan itu pula sanggup diselewengkan, sementara korban banjir sudah kelaparan.

"Kalau ini benar terjadi, saya pastikan orangnya tidak akan bekerja lagi di Pemko Medan. Saya sanksi tegas. Jika ada Lurah ikut bermain akan saya copot," tegasnya.

Banjir yang merendam Medan meninggalkan jejak yang belum tuntas. Warga masih berjuang membersihkan lumpur setinggi betis. Dalam kondisi tersebut mereka butuh makanan instant, selimut, hingga obat-obatan.

Bantuan yang seharusnya menjadi penguat perut pengungsi malah jadi lahan mencari keuntungan. Beredar laporan warga bahwa mereka diminta membayar transport, ada yang mendengar kabar paket bantuan ditahan dan disortir untuk "pengambilan bagian", bahkan ada yang mengatakan bantuan tiba dalam kondisi sudah berkurang.

Ada juga pengakuan korban yang melihat tetangganya dipungut biaya untuk mendapatkan satu paket mie instan. Alasannya, diduga modus uang transportasi.

"Saya tidak mau ada satu pun bantuan rakyat yang diperdagangkan. Itu tidak manusiawi," seru wali kota.

Rico Waas tegas mengungkapkan, jika petugas lapangan terbukti melakukan praktik komersialisasi bantuan akan langsung dinonaktifkan, oknum honorer terancam diberhentikan, dan jika ada unsur pidana, kasus akan dibawa ke ranah hukum.

Rico juga meminta laporan masyarakat dibuka seluas-luasnya. "Foto, rekam, kirim. Jangan takut. Banjir ini sudah cukup menyakitkan. Jangan ada lagi orang yang menambah luka warga," terangnya.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru