Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 15 Maret 2026

Masa Tanggap Darurat Bencana di Sumut Diperpanjang

Danres Saragih - Rabu, 10 Desember 2025 15:19 WIB
318 view
Masa Tanggap Darurat Bencana di Sumut Diperpanjang
Foto: Dok/Diskominfo Sumut
Rapat evaluasi penanganan bencana Sumut di Posko Darurat Bencana Sumut, Jalan AH Nasution, Medan, Rabu (10/12/2025).

Medan(harianSIB.com)

Hasil rapat Elevaluasi penanganan bencana merekomendasikan perpanjangan masa tanggap darurat banjir danlLongsor di Sumatera Utara (Sumut) selama dua minggu ke depan. Rekomendasi tersebut disampaikan setelah laporan menunjukkan 18 kabupaten/kota masih belum berada dalam kondisi aman.

Ketua Harian Posko Darurat Bencana Sumut, Basarin Yunus Tanjung menyampaikan, perpanjangan status itu diperlukan untuk menyempurnakan dan mempercepat tindakan tanggap darurat di daerah terdampak.

"Kita merekomendasikan untuk memperpanjang status darurat bencana di beberapa kabupaten selama dua minggu ke depan. Dari rapat evaluasi, masih ada 18 kabupaten/kota yang belum menyatakan daerahnya aman dari ancaman bencana ini," ujar Basarin, di Posko Darurat Bencana Sumut, Jalan AH Nasution Medan, Rabu (10/12/2025).

Basarin menjelaskan, beberapa wilayah masih memerlukan perhatian serius, termasuk Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Curah hujan yang masih tinggi, seperti di Desa Garoga, membuat langkah tanggap darurat tetap dibutuhkan.

Baca Juga:
Sejumlah daerah yang direkomendasikan perpanjangan status Tanggap Darurat Bencana antara lain Tapsel, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sibolga dan Langkat. Selain perpanjangan masa darurat, rapat evaluasi juga membahas persiapan logistik untuk mengantisipasi prakiraan cuaca ekstrem.

"Kami mempersiapkan langkah distribusi logistik, baik dari posko di provinsi hingga kabupaten, untuk menghadapi prakiraan curah hujan yang cukup tinggi antara tanggal 8 hingga 15 Desember 2025," tambahnya.

Prioritas penanganan saat ini mencakup percepatan penanganan pengungsi serta pemulihan wilayah di area terdampak banjir dan longsor.

"Pemulihan fasilitas yang belum normal dan dibutuhkan langkah percepatan para pengungsi beserta pelayanan kesehatan dan juga pendidikan agar proses belajar dan mengajar dapat berjalan seperti semula," katanya.

Selain itu, pemulihan jaringan penting seperti listrik, air bersih dan distribusi logistik terus diupayakan. Akses menuju beberapa desa terdampak juga masih terbatas karena hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sudung Situmorang Monitoring Penanganan Kasus Korupsi di Sumut
REI Sumut Siap Bangun 1.067 Rumah Polri
DPRDSU: Kemandirian APBD Sumut Membaik
Polda Sumut Panggil Pria Berinisial FD Terkait Dugaan Suap Bupati Remigo Berutu
IMI Sumut Optimis Reli Internasional Hadir
5 Karateka Shindoka Sumut Dipanggil Ikuti Kejuaraan APSKF
komentar
beritaTerbaru