Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Februari 2026

GAMKI Sumut Kirim 6 Ton Lebih Bantuan untuk Penyintas Banjir dan Longsor

Leo Bastari Bukit - Rabu, 10 Desember 2025 19:31 WIB
407 view
GAMKI Sumut Kirim 6 Ton Lebih Bantuan untuk Penyintas Banjir dan Longsor
Foto: Ist
Swangro Lumbanbatu ST MSi

Medan(harianSIB.com)

Banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Sumatera pada awal Desember 2025 menimbulkan duka mendalam dan kerusakan besar.

Infrastruktur rusak, akses jalan dan jembatan terputus, layanan kesehatan terganggu, serta ribuan rumah terendam hingga hanyut terbawa arus.

Pemerintah pusat dan daerah bersama BNPB telah menetapkan status tanggap darurat, mengerahkan tim evakuasi, dan mempercepat distribusi logistik ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Tercatat lebih dari 120 ribu warga kini mengungsi di ratusan titik pengungsian, sebagian berada di lokasi yang hanya dapat diakses melalui perahu dan jalur darurat.

Menanggapi kondisi tersebut, Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Sumatera Utara (DPD GAMKI Sumut) bergerak cepat memberikan bantuan kemanusiaan.

Di bawah kepemimpinan Swangro Lumbanbatu ST MSi, GAMKI Sumut menyalurkan berbagai kebutuhan darurat ke posko-posko pengungsian di Sumut dan Aceh.

Bantuan yang diberikan mencakup makanan siap saji, air mineral, perlengkapan bayi, obat-obatan, alas tidur, serta selimut. Distribusi dilakukan merata di sejumlah wilayah terdampak.

"Di Medan Labuhan dan Medan Helvetia, GAMKI menyalurkan 1,2 ton bahan pokok, 200 liter minyak goreng, dan 200 kilogram gula. Sementara di Deliserdang, warga menerima 350 kilogram beras, 70 kilogram gula, dan 70 liter minyak goreng," katanya, Rabu (10/12/2025).

Wilayah Langkat juga mendapat dukungan 750 kilogram beras, 30 dus mie instan, dan 50 kotak air mineral. Di pesisir barat, Tapanuli Tengah menerima 1,25 ton beras dan 15 kardus pakaian layak pakai.

Kota Sibolga memperoleh 1,25 ton beras, 10 kardus pakaian, dan 90 kardus mie instan. Sedangkan Aceh Tamiang menerima 1 ton beras serta 50 kotak mie instan.

Selain bantuan logistik, GAMKI Sumut juga menurunkan tim relawan untuk membantu evakuasi, penataan posko, hingga distribusi bantuan secara menyeluruh.

Ketua DPD GAMKI Sumut Swangro Lumbanbatu menegaskan bahwa gerakan ini merupakan wujud nyata pelayanan kemanusiaan yang didasari nilai solidaritas dan kepedulian gerejawi.

Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas provinsi agar penyaluran bantuan tidak tumpang tindih dan mampu memenuhi kebutuhan penyintas secara efektif. GAMKI juga memperkuat kolaborasi dengan BPBD, pemerintah daerah, gereja lokal, serta DPD GAMKI Aceh dalam penanganan bencana.

Swangro turut mengingatkan perlunya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan hutan dan daerah tangkapan air yang berperan sebagai benteng alami dari bencana banjir dan longsor. "Kita jangan sampai menyesal kemudian, karena perusakan hutan dan lingkungan adalah bom waktu yang bisa menelan banyak korban di masa depan," ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat, lembaga gereja, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bergotong royong tidak hanya pada fase tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan jangka panjang demi memulihkan kehidupan para penyintas. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru