Sementara itu, Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hendy Antariksa menyampaikan, kehadiran TNI dalam pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud kehadiran negara untuk membantu masyarakat yang terdampak.
"Kita hadir atas nama negara untuk membantu kesulitan rakyat. Jembatan ini sebelumnya putus akibat banjir, dan pengerjaannya kita lakukan selama sekitar empat sampai lima hari," ujarnya.
Menurut Pangdam, proses pembangunan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, pemerintah daerah melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK), hingga masyarakat. Sedikitnya, 30 sampai 40 personel TNI yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut, baik dari satuan di Medan maupun pusat.
"Kita berupaya secepat mungkin agar akses masyarakat kembali terbuka. Walaupun tidak bisa selesai dalam satu hari, Alhamdulillah jembatan ini bisa diselesaikan dalam waktu singkat," katanya.
Pangdam mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana alam, terutama saat intensitas hujan tinggi.
"Keselamatan warga menjadi prioritas utama, sementara infrastruktur dapat segera ditangani melalui kerja sama lintas sektor," katanya
Editor
: Wilfred Manullang