Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 09 Februari 2026

DPRD SU: Tragedi Buku Tulis Berujung Kematian Bocah SD di NTT Alarm Darurat Bagi Dunia Pendidikan

Firdaus Peranginangin - Jumat, 06 Februari 2026 13:09 WIB
449 view
DPRD SU: Tragedi Buku Tulis Berujung Kematian Bocah SD di NTT Alarm Darurat Bagi Dunia Pendidikan
Foto harian SIB.com/Firdaus
Dr Sutarto MSi.

Medan(harianSIB.com)

Wakil Ketua DPRD Sumut Dr Sutarto MSi menilai, tragedi "buku tulis" yang berujung kematian terhadap seorang bocah sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan sekadar peristiwa duka keluarga, melainkan peringatan keras atau alarm darurat bagi negara terhadap dunia pendidikan anak bangsa.

"Di tengah janji besar perbaikan pendidikan dan bantuan sosial oleh pemerintah, seorang anak harus mengakhiri hidupnya karena kebutuhan paling dasar yang tak terpenuhi, yakni buku dan tulis, sehingga peristiwa ini sangat memilukan bagi kita," ujar Sutarto kepada wartawan, Jumat (6/2/2026) melalui telepon dari Medan.

Atas dasar itu, tambah Sutarto, pihaknya menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi meninggalnya seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada NTT tersebut, semoga peristiwa tersebut yang terakhir terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Seperti diketahui, ujar Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut ini, korban ditemukan tewas tergantung di dahan pohon cengkeh pada Kamis (29/1/2026). Dari hasil penyelidikan awal kepolisian di tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga ditujukan kepada ibu korban.

Baca Juga:
Berdasarkan pemeriksaan aparat kepolisian, korban sebelumnya sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku tulis dan pena. Namun permintaan itu tidak dapat dipenuhi, karena kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas.

Menyikapi peristiwa tersebut, Sutarto menegaskan bahwa kejadian serupa tidak boleh kembali terjadi di mana pun di Indonesia, sehingga pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Tragedi ini menjadi alarm darurat bagi dunia pendidikan nasional. Di tengah kekayaan sumber daya alam yang melimpah, fakta masih adanya kemiskinan ekstrem, bahkan untuk kebutuhan pendidikan paling dasar, menunjukkan adanya ketimpangan serius yang belum teratasi," ujarnya.

Sutarto menilai, keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki sistem pendidikan dan memperkuat bantuan sosial belum sepenuhnya berjalan efektif di lapangan, sehingga perlu ada evaluasi mendalam, mulai dari tingkat pusat hingga ke daerah.

Menurut Sutarto, sekolah harus menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk tumbuh dan belajar, bukan ruang yang menimbulkan ketakutan, tekanan psikologis, atau rasa minder karena persoalan biaya, sebab pendidikan bagi seluruh anak bangsa telah dijamin oleh konstitusi, bukan sekadar program, tetapi tanggung jawab bersama dan cita-cita para pendiri bangsa.(*).

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sri Kumala Dilantik Jadi Wakil Ketua DPRD Sumut, Mengganti Parlinsyah Harahap
BPJS-TK Sibolga Gandeng Dunia Pendidikan Cover Pekerja
Kekerasan di Dunia Pendidikan Terjadi Karena Disharmonisasi
MK Tolak Gugatan Mantan Wakil Ketua DPRD Sumut Terkait Remisi
Jokowi: Air Adalah Kunci di Nusa Tenggara Timur
Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah Nodai Dunia Pendidikan
komentar
beritaTerbaru