Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 20 Februari 2026

Dari Mimpi ke Kunci Rumah: Ibu Dokter Ini Buktikan Kemudahan Punya Hunian Lewat Teknologi BTN

Christopel H Naibaho - Jumat, 20 Februari 2026 18:42 WIB
377 view
Dari Mimpi ke Kunci Rumah: Ibu Dokter Ini Buktikan Kemudahan Punya Hunian Lewat Teknologi BTN
Foto harianSIB.com/Christopel Naibaho
PONSEL: drh Vaswani Samaria Napitupulu saat menggunakan layanan digital Bale by BTN dari ponselnya di Kantor BTN KC Medan, Sumatera Utara, Jumat (20/2/2026).

Medan(harianSIB.com)

Rumah pertama selalu jadi impian setiap orang. Maknanya selalu lebih, terlebih di sana ada cinta dan kasih. Rumah bukan hanya sekadar bangunan berdinding bata dan beratap genteng, tetapi ruang tumbuh bagi cinta, harapan, dan masa depan keluarga kecil.

Bagi drh Vaswani Samaria Napitupulu (35), atau akrab disapa Vanny, momen memiliki rumah sendiri menjadi bagian penting dalam hidupnya sebagai seorang ibu dari anak-anak, sekaligus istri dari sang suami tercinta.

Empat tahun lamanya Vanny dan keluarga kecilnya, tinggal bersama orang tua. Bagi pasangan muda dengan dua anak yang masih balita, keputusan itu diambil penuh banyak pertimbangan. Selain faktor ekonomi di balik kata efisiensi, ada orang tua yang ingin dijaga.

Namun roda hidup berputar. Seiring waktu, keinginan untuk mandiri semakin menguat. "Selama ini kan tinggal sama orang tua. Sudah cukup. Kami ingin punya rumah sendiri, membangun 'istana' kecil untuk anak-anak," ujar Vanny kepada harianSIB.com di Medan, Jumat (20/2/2026).

Baca Juga:
Keinginan memiliki rumah sendiri diakui alumnus Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (UNUD) ini, bukan perkara mudah.

Dengan suami yang bekerja sebagai pegawai swasta biasa dan kebutuhan dua anak balita yang terus bertambah, membeli rumah secara tunai jelas bukan pilihan yang masuk akal. Di sisi lain, proses perbankan yang selama ini mereka bayangkan terasa rumit dan berbelit.

"Awalnya pasti bingung. Suami tanya sana-sini, datangi developer, capek juga. Mau beli cash, jujur belum memungkinkan. Banyak kebutuhan rumah tangga, anak-anak juga masih kecil," kenangnya.

Hingga suatu hari di sela rutinitas sebagai praktisi, Vanny dan suami berkeliling mencari referensi perumahan. Mereka menemukan sebuah rumah yang dirasa cocok.

Dari segi harga, desain, hingga lingkungan, semuanya sesuai harapan. Seolah berjodoh, langkah mereka kemudian mengarah ke PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, yang menjadi mitra developer dari perumahan tersebut.

UMBUL-UMBUL: Pengendara sepeda motor sedang melintasi jalan yang dipenuhi umbul-umbul PT Bank Tabungan Negara (BTN) di kompleks perumahan yang ada di Kecamatan Medan Labuhan, Sumatera Utara, Jumat (20/2/2026). (Foto harianSIB.com/Christopel Naibaho)

Digitalisasi BTN Menjawab

Perkenalan Vanny pun berlanjut lewat digitalisasi layanan BTN yakni Bale by BTN. Platform digital dari BTN ini yang menjadi andalan perseroan dalam mempermudah akses perbankan dan pembiayaan perumahan serta layanan lainnya.

Melalui fitur Bale Properti, Vanny dan sang suami bisa mencari rumah, mengecek spesifikasi, hingga melakukan simulasi kredit langsung dari ponsel.

"Ternyata semua lengkap. Kami bisa cek rumah, simulasi angsuran, hitung biaya bulanan. Jadi sebelum pengajuan, kami sudah tahu kemampuan kami sampai di mana," ujarnya.

Proses pengajuan pun berlangsung cepat. Setelah berkas diajukan dan dinaikkan pengembang, tak sampai seminggu pihak bank langsung melakukan survei.

"Setelah survei kelar, Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K) langsung terbit. Saya sama suami sempat bingung. Terkejut lah. Loh, kok cepat? Senang dong pastinya," tambahnya.

Akad kredit dilaksanakan di Bank BTN KC Medan, Jalan Pemuda Kecamatan Medan Maimun. Seminggu kemudian kunci rumah sudah di tangan. "Jujur ya, prosesnya nggak ribet, cepat. Saat akad juga enak, petugasnya ramah. Semua dijelaskan dengan baik," tutur Vanny.

Kebahagiaan itu semakin lengkap saat mereka mendapatkan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebesar Rp4 juta yang disalurkan melalui BTN sebagai bank pelaksana KPR.

Bantuan tersebut sangat membantu meringankan beban awal pembelian rumah.

"Itu sangat membantu kami. Rasanya bersyukur sekali," katanya.

Kini, rumah tersebut perlahan direnovasi agar semakin nyaman. Bagi Vanny, rumah itu bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang membangun keluarga dan membesarkan anak-anak dengan penuh cinta.

"Ya, namanya ibu-ibu. Banyak maunya, kan. Mau warna cat ini, mau dapur yang minimalis, teras yang bisa buat santai keluarga. Jadi pelan-pelang aja. Kami menikmati betul prosesnya ini," sebutnya.

Inovasi Layanan BTN Mempermudah

Sebagai ibu yang juga aktif bekerja, Vanny mengaku sangat terbantu dengan transformasi digital BTN. Bale by BTN tidak hanya memudahkan pengajuan KPR, tetapi juga transaksi harian.

"Transfer, bayar listrik, air, isi uang elektronik, semua bisa dari aplikasi. Bahkan pajak kendaraan, tiket kereta, pesawat, hotel, sampai servis AC pun ada. Tinggal pencet," katanya sambil tersenyum.

Untuk setor dan tarik tunai, ia tak lagi repot membawa kartu ATM. Fitur cardless membuat transaksi bisa dilakukan cukup lewat aplikasi. Semakin sering bertransaksi, jadi punya kesempatan mengumpulkan poin melalui Bale Poin yang dapat ditukar atau diikuti dalam lelang hadiah.

"Semua praktis dan efisien. Tinggal pakai jari. Selesai," ujarnya.

"Saya juga sering pantau fitur Jadwal Lelang. Senang lihat-lihat barang yang dilelang. Sering sih ikut lelangnya, tapi belum pernah menang. Tapi, seru lah," katanya lagi.

Pengajuan KPR BTN Melonjak

Transformasi digital BTN memang menunjukkan hasil nyata. Hingga Juni 2025, pengajuan KPR melalui Bale Properti tercatat mencapai 27.900 permohonan, melonjak hampir 150 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 11.300 pengajuan.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan capaian tersebut mencerminkan respons positif masyarakat terhadap inovasi digital BTN.

"BTN terus melakukan inovasi secara berkelanjutan untuk Bale by BTN sebagai solusi transaksi keuangan dengan beragam fitur untuk memenuhi kebutuhan nasabah masa kini," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Secara nasional, hingga 8 Desember 2025, BTN telah menyalurkan KPR untuk sekitar 5,7 juta rumah di seluruh Indonesia dalam 49 tahun terakhir.

Total plafon yang disalurkan mencapai Rp504,18 triliun, terdiri dari 5,23 juta unit KPR konvensional dan 456.749 unit pembiayaan berbasis syariah. Sebanyak 4,38 juta unit merupakan KPR subsidi, dan 1,3 juta unit nonsubsidi.

Presiden Prabowo Subianto bahkan menyampaikan apresiasi atas peran BTN dalam penyaluran KPR Sejahtera FLPP yang mencapai 182.952 unit pada 2025. Angkatnya sekitar 70 persen dari total penyaluran nasional.

Capaian tersebut menegaskan posisi BTN sebagai bagian tak terpisahkan dari ekosistem perumahan nasional, didukung lebih dari 8.000 mitra pengembang dan berdampak pada 185 subsektor ekonomi.

Bagi Vanny, angka-angka besar itu bermuara pada satu hal sederhana namun penting dalam hidupnya. yakni kebahagiaan keluarga kecilnya.

"Rumah ini istana kami. Tempat saya dan suami menyaksikan anak-anak tumbuh dan berkembang. Kalau bukan karena kemudahan dari BTN, bisa jadi sampai sekarang kami masih menumpang di rumah orang tua," tutupnya. **

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Zeira Salim: Program Gentengisasi Prabowo Hendaknya Prioritaskan Bagi Korban Bencana Sumatera
Kalapas Tanjungbalai Asahan Tegaskan Terbuka Terhadap Kritik Dari Masyarakat
Beredar Isu Jual Beli Kamar Hunian Bagi Warga Binaan, Kalapas TBA Membantah
Pembangunan Hunian Tetap Korban Banjir Batang Toru Dimulai, Pemerintah Gandeng PTPN IV
Mendagri dan Menteri PKP Resmikan Pembangunan Hunian Tetap bagi Korban Bencana Taput
Bupati Masinton Bersama Yayasan Buddha Tzu Chi Tinjau Rencana Lokasi Hunian Tetap Korban Bencana
komentar
beritaTerbaru