Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 31 Maret 2026

20 Daerah di Sumut Berpotensi Alami Longsor Selama April 2026

Efran Simanjuntak - Selasa, 31 Maret 2026 12:03 WIB
275 view
20 Daerah di Sumut Berpotensi Alami Longsor Selama April 2026
Foto: Dok/Stasiun Geofisika Deliserdang
Peta prakiraan BMKG Stasiun Geofisika Deliserdang terhadap potensi bencana tanah longsor sepanjang April 2026, dirilis pada Senin (30/3/2026).

Labuhanbatu (harianSIB.com)

Masyarakat di sejumlah wilayah Sumatera Utara diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana tanah longsor sepanjang April 2026. Peringatan ini menyusul tingginya risiko longsor di berbagai kabupaten/kota akibat faktor cuaca dan kondisi geografis.

Dikutip dari rilis prakiraan BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Deliserdang, Selasa (31/3/2026), 20 daerah kabupaten/kota di Sumut berpotensi tinggi mengalami longsor pada bulan April ini. Prakiraan potensi bencana tanah longsor itu dirilis, Senin (30/3/2026).

Daerah-daerah yang tercatat memiliki tingkat potensi bahaya longsor yang tinggi, meliputi Kabupaten Asahan, Dairi, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, hingga Langkat.

Selain itu, kawasan Mandailing Natal, Nias Barat, Nias Selatan, dan Nias Utara juga masuk dalam kategori rawan. Daerah lain seperti Padang Lawas, Padang Lawas Utara, serta Pakpak Bharat turut diingatkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Baca Juga:
Tak hanya itu, wilayah dataran tinggi dan perbukitan seperti Samosir, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, hingga Toba juga berpotensi mengalami longsor, terutama saat curah hujan tinggi mengguyur dalam durasi lama.

Kondisi tanah yang labil, lereng curam, serta minimnya vegetasi penahan tanah menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko longsor di daerah-daerah tersebut. Aktivitas manusia seperti pembukaan lahan tanpa perencanaan juga turut memperparah potensi bencana.

Masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan atau dekat tebing diimbau agar lebih waspada, terutama saat hujan deras terjadi secara terus-menerus. Tanda-tanda seperti retakan tanah, pohon miring, atau suara gemuruh dari dalam tanah perlu diantisipasi sejak dini.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus melakukan pemantauan serta sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat. Langkah cepat dan kesiapan warga menjadi kunci untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Dengan meningkatnya potensi longsor ini, masyarakat diimbau tidak mengabaikan peringatan dini dan segera melakukan evakuasi mandiri jika situasi dinilai membahayakan keselamatan. (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sumut Sepekan ke Depan
Suhu Capai 36 Derajat, Medan Dilanda Cuaca Panas Ekstrem
Gelombang Panas Diprediksi Sengat Indonesia Bulan April, Suhu di Atas Normal
Cuaca Sumut Variatif, Medan Berpotensi Hujan Lokal Sore hingga Malam
BMKG: 20 Kabupaten di Sumut Rawan Longsor Maret 2026
BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem di Tapteng dan Sekitarnya, Warga Diminta Waspada
komentar
beritaTerbaru