Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 06 April 2026

Viktor Silaen: Investor Jepang Bidik Toba, Saatnya Pertanian dan Pariwisata Naik Kelas

Firdaus Peranginangin - Senin, 06 April 2026 13:21 WIB
130 view
Viktor Silaen: Investor Jepang Bidik Toba, Saatnya Pertanian dan Pariwisata Naik Kelas
Foto: harianSIB.com/Firdaus Pinem
Viktor Silaen SE MM

Medan(harianSIB.com)

Anggota DPRD Sumut Dapil Tapanuli Viktor Silaen SE MM, merasa bangga atas rencana investor Jepang melakukan investasi di bidang sektor pertanian dan pariwisata di Kabupaten Toba, saatnya di kedua sektor itu "naik kelas", sehingga membuka peluang besar bagi transformasi ekonomi di daerah itu khususnya melalui pengembangan agrowisata modern.

"Dibidiknya Kabupaten Toba untuk berinvestasi bagi Jepang, diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan mayoritas masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian dan pariwisata," ujarnya kepada wartawan, Senin (6/4/2026), melalui telepon di Medan.

Hal itu disampaikan Viktor menanggapi kunjungan dua insvestor asal Jepang Kato Kosuke (Direktur Utama EBT Japan) dan Isono (Direktur Utama Bifudo Partner Nusantara) dan anggota Dewan Provinsi Okayama Torri, serta Berman Nainggolan (Direktur Utama PT Aishin Naipar Indonesia) ke Kabupaten Toba, Kamis (2/4/2026), untuk menjajaki peluang investasi di sektor pertanian dan pariwisata.

Viktor menyambut positif ketertarikan investor Jepang dalam menjalin kerja sama di sektor pertanian, pariwisata, hingga energi. Peluang ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga:
"Kita tentu menyambut dan mendukung ketertarikan investor Jepang ini. Ini menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan pariwisata di Toba. Apalagi sektor pertanian selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Toba. Sekitar 90 persen warga menggantungkan hidup dari sektor tersebut, sementara sisanya bekerja sebagai ASN, TNI, dan Polri," katanya.

Artinya, tambah Viktor, ketika sektor pertanian berkembang, maka kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat. Walaupun pengembangan sektor pertanian ke depan tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi. Tapi diperlukan inovasi dengan mengintegrasikan sektor tersebut ke dalam pariwisata melalui konsep agrowisata.

Ia mencontohkan keberhasilan sejumlah daerah di Sumut, seperti kawasan pertanian jeruk di Kabupaten Karo yang telah berkembang menjadi destinasi wisata berbasis kebun, dengan konsep wisatawan bisa datang langsung ke kebun jeruk, memetik buah, dan menikmati suasana alam, sehingga sangat potensial diterapkan di Toba.

Lebih lanjut Viktor menegaskan pentingnya peran pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten, dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kemudahan perizinan, kepastian regulasi, serta dukungan infrastruktur menjadi faktor penting agar investor dapat merealisasikan rencana investasinya.

Selain itu, Viktor juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat agar kerja sama dengan investor dapat berjalan optimal. Pemerintah, menurutnya, harus mampu menjadi jembatan komunikasi antara investor dan masyarakat lokal.

"Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, investor, dan media menjadi kunci agar potensi besar Kabupaten Toba benar-benar bisa dimaksimalkan. Dengan sinergi yang kuat, DPRD Sumut optimistis Kabupaten Toba dapat berkembang menjadi kawasan agrowisata unggulan yang tidak hanya meningkatkan nilai tambah sektor pertanian, tetapi juga menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara," tegas Viktor.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kadis Pariwisata Sukabumi Puji Keindahan Danau Toba
Jokowi Minta Para Menteri Siapkan Jurus Baru Kerek Investasi
RI Bidik Investasi Kelapa Sawit dan Wisata di Kepulauan Solomon
KPK Terima Pengembalian Rp8 Miliar dari Suap Anggota DPRD Sumut
Jokowi Minta Bupati Lancarkan Investasi di Daerah
Lagu Tradisi Tapanuli Diiringi Perkusi Toraja
komentar
beritaTerbaru