Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 12 April 2026

Dampak Konflik Global, Harga Pupuk Naik dan Tekan Komoditas Hortikultura

Nelly Hutabarat - Minggu, 12 April 2026 20:35 WIB
105 view
Dampak Konflik Global, Harga Pupuk Naik dan Tekan Komoditas Hortikultura
Foto: Dok/PT Pupuk Indonesia
Ilustrasi pupuk

Medan(harianSIB.com)

Kenaikan harga pupuk kembali terjadi seiring meningkatnya tensi geopolitik global, khususnya konflik Iran–Amerika Serikat. Pengamat Ekonomi Gunawan Benyamin, Minggu (12/4/2026), menyebutkan harga pupuk NPK nonsubsidi saat ini mencapai Rp15.600 per kg, lebih tinggi dibandingkan sebelum konflik yang berada di kisaran Rp15.000 per kg, meski masih di bawah level Rp17.000 per kg saat awal perang Rusia–Ukraina. Kenaikan juga terjadi pada pupuk KCL menjadi Rp13.000 per kg dari Rp10.000 per kg, serta pupuk urea nonsubsidi yang naik menjadi Rp11.000 per kg dari sebelumnya sekitar Rp7.000 per kg.

Kenaikan harga pupuk, herbisida, dan insektisida berdampak langsung pada perubahan harga keekonomian komoditas hortikultura. Harga keekonomian cabai merah kini berada pada kisaran Rp30.000 hingga Rp36.000 per kg, naik dari sebelumnya Rp27.000 hingga Rp33.000 per kg. Cabai rawit juga meningkat dari Rp32.000–Rp38.000 menjadi Rp34.000–Rp40.000 per kg, sementara bawang merah naik dari Rp32.000–Rp36.000 menjadi Rp35.000–Rp39.000 per kg. Perhitungan ini telah memasukkan margin keuntungan petani, namun belum memperhitungkan ongkos panen.

Baca Juga:
Gunawan menambahkan, perhitungan tersebut menggunakan sampel petani di Sumatera Utara dan masih bersifat sementara karena harga sarana produksi pertanian sangat fluktuatif mengikuti dinamika global. Kenaikan biaya produksi ini berpotensi mendorong harga komoditas hortikultura lainnya. Oleh karena itu, harga keekonomian dapat menjadi acuan dalam menentukan harga ideal di tingkat petani dan konsumen, sekaligus membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan mitigasi agar tidak merugikan petani maupun konsumen di masa mendatang.

Sementara itu Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan,Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Heru Suwondo, Minggu (12/4), menyebutkan , harga pupuk bersubsidi, diturunkan pemerintah antara lain urea dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kg dan NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kg.(*)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Hingga Maret 2026, Serapan Pupuk Bersubsidi Sumut Masih Rendah
Salmon Sumihar Sagala: Harga Anjlok, Petani Cabai Karo Menjerit,
Surplus 21 Ribu Ton, Harga Cabai Merah di Sumut Anjlok hingga Rp7.000 per Kg
H+7 Lebaran Harga Cabai Merah di Silimakuta Anjlok, Petani Mengeluh
Jelang Lebaran, Harga Sembako di Medan Terkendali Meski Permintaan Naik
Petani Kesal, Pupuk Urea Langka di Saribudolok
komentar
beritaTerbaru