Pakai Masker, Inilah Tampang Pelaku yang Sayat Wajah Istrinya Hingga Terluka
Pematangsiantar(harianSIB.com)Pria inisial AN (28) yang merupakan pelaku tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya
Medan(harianSIB.com)
Petani di Sumut kembali menjerit, setelah "dihantam" anjloknya harga cabai dan kini mereka harus menghadapi "pukulan telak" akibat melonjaknya harga pupuk yang kian tak terkendali di saat memanasnya tensi geopolitik global, khususnya konflik Iran–Amerika Serikat.
Penegasan itu disampaikan anggota Komisi D DPRD Sumut Viktor Silaen SE MM dan anggota Komisi B Frans Dante Ginting kepada wartawan, Senin (13/4/2026) di DPRD Sumut menanggapi kenaikan harga pupuk dan pestisida tanaman, sehingga kondisi ini semakin menekan kehidupan petani.
"Ini pukulan berat. Saat harga hasil panen jatuh, biaya produksi justru melonjak naik. Lonjakan harga pupuk ini dipicu memanasnya tensi geopolitik global, khususnya konflik Iran–Amerika Serikat," ujar Viktor Silaen sembari mengungkapkan keprihatinannya terhadap nasib petani di Sumut saat ini.
Menurut Viktor, adapun harga-harga pupuk yang melonjak naik saat ini, yakni pupuk NPK non-subsidi kini menembus Rp15.600 per kilogram, naik kisaran Rp5.000 per kilogram, pupuk KCL melonjak drastis dari Rp10.000 menjadi Rp13.000 per kilogram.
Baca Juga:Bahkan pupuk urea non-subsidi, tambah Frans Dante Ginting, meroket tajam dari Rp7.000 menjadi Rp11.000 per kilogram, sehingga kondisi ini membuat biaya produksi petani membengkak semakin tak terkendali.
Melihat fakta ini, lanjut Viktor Silaen, sangat jelas kehidupan petani semakin terjepit. Jika harga pupuk terus merangkak naik, sementara harga hasil pertanian justru ambruk, maka petani berada di posisi yang sangat merugikan.
"Bagaimana petani bisa bertahan kalau biaya tanam semakin mahal, tapi harga jual hasil panen justru jatuh ke titik terendah. Ini bisa membuat petani rugi besar, bahkan terancam gagal melanjutkan usaha taninya," tegas Viktor.
Seperti diketahui, tambah Frans Dante, di lapangan saat ini, harga cabai di tingkat petani mengalami penurunan harga ke titik terendah hanya sekitar Rp8.000 per kilogram. Angka tersebut jauh di bawah harga keekonomian, sehingga petani dipastikan tidak bisa menutupi biaya produksi, apalagi memperoleh keuntungan.
Ditambahkan Frans Dante anggota dewan Dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat ini, situasi ini sangat berbahaya jika terus dibiarkan. Petani bisa kehilangan semangat untuk menanam, bahkan berpotensi meninggalkan sektor pertanian karena tidak lagi menjanjikan.
"Kalau kondisi ini berlanjut, jangan heran jika ke depan produksi pertanian menurun. Petani bisa kapok menanam cabai karena selalu merugi. Ini bukan hanya soal petani, tapi juga menyangkut ketahanan pangan daerah," ujar Frans Dante yang juga politisi Partai Golkar Sumut ini.
Berkaitan dengan itu, Viktor juga mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret, mulai dari pengendalian harga pupuk non-subsidi, pengawasan distribusi pupuk bersubsidi, hingga intervensi harga komoditas di tingkat petani agar tidak terus jatuh.
Menurut Viktor, diperlukan kebijakan penyangga harga agar petani tidak selalu menjadi pihak yang paling dirugikan dalam rantai distribusi pangan.
"Negara harus hadir. Jangan biarkan petani berjuang sendiri di tengah tekanan global dan permainan pasar. Kalau petani tumbang, sektor pangan kita ikut terancam," pungkas Viktor senada dengan Frans Dante Ginting.(*).
Pematangsiantar(harianSIB.com)Pria inisial AN (28) yang merupakan pelaku tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya
Sidikalang(harianSIB.com)Organisasi Kepemudaan dan Organisasi Mahasiswa di Kabupaten Dairi gelar aksi damai menuntut tangkap bandar narkoba
Malaysia(harianSIB.com)Malaysia bersiap menghadapi potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang diperkirakan mulai terasa pada Juni 2026
Simalungun(harianSIB.com)Polisi menangkap seorang residivis pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang melakukan aksinya di kawasan
Medan(harianSIB.com)Pengurus nazir Masjid Al Ikhlas Desa Batu Penjemuran, Kecamatan Namorambe, Deli Serdang, yakni Iskandar Zulkarnain, Joko
Tapteng(harianSIB.com)Pendataan jaminan hidup (jadup) bagi korban bencana alam banjir bandang di Tapanuli Tengah (Tapteng), hingga kini masi
Nisel(harianSIB.com)Menjelang Purna Tugas, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nias Selatan (Nisel) Ir Ikhtiar Duha MM memimpin Apel Pagi,
Jakarta(harianSIB.com)Harga tiket pesawat domestik terpantau mengalami kenaikan signifikan sejak April 2026, seiring lonjakan harga avtur. B
Pematangsiantar(harianSIB.com)Sebanyak 105 Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Pematangsiantar berhasil masuk di berbagai Perguruan Ting
Sergai(harianSIB.com)Wakil Bupati (Wabup) Serdangbedagai (Sergai), H Adlin Tambunan membuka Pelatihan Pemeriksaan Badan Layanan Umum Daerah
Medan(harianSIB.com)Petani di Sumut kembali menjerit, setelah dihantam anjloknya harga cabai dan kini mereka harus menghadapi "pukul
Medan(harianSIB.com)Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya mengajak masyarakat Melayu Indonesia untuk terus memperkuat silatura