Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 04 Juni 2026

Menyemai Harapan Hijau dari Medan: Saat Inklusivitas dan Pendidikan Lingkungan Menjawab Krisis Iklim

Eva Rina Pelawi - Kamis, 04 Juni 2026 13:16 WIB
154 view
Menyemai Harapan Hijau dari Medan: Saat Inklusivitas dan Pendidikan Lingkungan Menjawab Krisis Iklim
Foto :Dok/TF
Zinecraft : Arief Rahman Nur Fadhilah, Tanoto Fellow, sedang menjelaskan praktik baik pendidikan hijau berupa zinecraft, ke anak-anak SMAN 1 Medan. Zinecraft sebagai media advokasi suara anak muda dalam isu lingkungan.

Medan(harianSIB.com)

Riuh rendah suara anak-anak muda memenuhi salah satu sudut SMA Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo Medan, Jumat (29/5/2026). Di balik keriuhan itu, ada sebuah misi besar yang sedang dirayakan: masa depan bumi yang lebih hijau, adil, dan inklusif.

Hari itu menjadi saksi bisu digelarnya acara puncak sekaligus penutupan Student Action for Environment (SAFE) Project bertajuk "Showcasing Praktik Baik SAFE Project Lintas Pihak". Program transformasional yang diinisiasi oleh para Fellows dari Tanoto Foundation ini lahir sebagai respons nyata atas krisis iklim global yang kian mencemaskan. Bedanya, gerakan ini tidak dimulai dari podium-podium besar, melainkan dari akar rumput sekolah, menyasar anak-anak dan pemuda perempuan di Kota Medan lewat pendekatan yang responsif gender.

Sinergi Pentahelix di Ruang Kelas

Pendidikan lingkungan kerap kali hanya berakhir di lembar buku teks. Namun, di forum komosal SAFE Project, wajah pendidikan itu berubah menjadi pameran karya siswa yang penuh warna dan diskusi interaktif. Lebih dari 20 sekolah dan komunitas lingkungan di Kota Medan berkumpul, duduk bersama dalam sebuah diskusi pentahelix yang hangat.

Baca Juga:
Keterlibatan lintas sektor pun terlihat nyata. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sumut yang hadir dalam sesi talkshow Rebayat Jelita Nainggolan menyatakan pintu mereka selalu terbuka untuk membawa program DLHK Goes to School langsung ke sekolah-sekolah yang membutuhkan. Komitmen itu tidak sebatas retorika; sebuah Plastic Dropbox bantuan dari DLHK Sumut diserahkan langsung kepada pihak SMA Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo sebagai fasilitas nyata pemilahan sampah.

Dukungan swasta juga mengalir dari PT Roda Hijau yang menekankan pentingnya keselarasan antara infrastruktur, regulasi, dan keaktifan generasi muda. Sementara dari sisi komunitas, SOS Children's Village Medan membawa perspektif pentingnya edukasi parenting PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dalam memilah sampah dari rumah, diperkuat oleh Forum Anak yang siap mengadvokasi kebijakan lingkungan yang lebih ramah anak.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kapolda Sumut Lantik 354 Bintara Polri di SPN Hinai: Jaga Nama Baik Institusi
PON XXI Aceh Terbuka Tanpa Sekat Perbedaan Suku dan Agama
HT Erry Nuradi: Posisi Paslon Jokowi-Maˊruf di Medan Mengkhawatirkan, Ajak Koalisi Kerja Keras
Denai, Helvetia Sama Ingin Juara di Porkot Medan X
Polrestabes Medan Ringkus 2 Pemasok Ekstasi ke Lokasi Hiburan Malam
Ayen Terluka Parah Ditikam OTK di Medan
komentar
beritaTerbaru