Medan(harianSIB.com)
Ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 tahun 2026 dimanfaatkan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) menampilkan dan memamerkan produk dan karya unggulan daerahnya.
Salah satunya adalah warisan budaya paling berharga dan istimewa, yaitu Amak Lampisan, tikar yang sejak jaman dahulu disiapkan khusus untuk dipakai dalam pesta-pesta agung raja-raja dan kalangan elit di tanah Mandailing.
Berbeda dengan tikar biasa, Amak Lampisan ditenun dengan teknik khusus, motif yang sangat indah dan memiliki nilai simbolis tinggi. Tikar ini dulunya hanya dihamparkan untuk menyambut tamu kehormatan atau sebagai alas duduk pemimpin adat di acara-acara besar. Kini, kemegahan tikar legendaris itu dipajang di stand Paviliun Kabupaten Madina, memperkenalkan kepada seluruh pengunjung kekayaan budaya yang tak ternilai harganya.
Amak Lampisan bukan sekadar kerajinan, melainkan bukti kejayaan seni dan budaya Mandailing Natal yang tetap terjaga hingga hari ini.
Baca Juga:
Ervin Ritonga, dari Dinas Perdagangan Kabupaten
Mandailing Natal, Minggu malam (12/6/2026), mengatakan, tikar ini sampai sekarang masih digunakan untuk pesta-pesta adat bagi kalangan elit, salah satunya di acara pernikahan.
Amak lampisan yang dibuat dari anyaman daun pandan dengan desain yang khas ini memiliki peran penting dengan ciri khas yang terletak pada tingkat ketebalan dan ornamennya yang membedakannya dari alas duduk biasa yang digunakan masyarakat umum.