Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 08 September 2026

‎Semen Menghilang dari Pasaran, Warga Menunggu Tanpa Kejelasan

Indah Apriliana dewi Ginting - Senin, 20 Juli 2026 12:11 WIB
963 view
‎Semen Menghilang dari Pasaran, Warga Menunggu Tanpa Kejelasan
Foto/dok/harianSiB/ind
Keluhkan: Masyarakat mengeluhkan kenaikan harga semen dan kini stok semen malah menghilang dari pasaran, pekerjaan pembangunan mereka jadi terganggu dan mengalami kerugian, Senin (20/7/2026).

Medan(harianSIB.com)

‎Beberapa pekan terakhir, masyarakat Kota Medan mengeluhkan kenaikan harga bahan bangunan, khususnya semen, yang juga disertai kelangkaan stok di sejumlah toko bangunan.

‎Keresahan masyarakat atas ketersediaan stok semen sudah berlangsung sejak bulan lalu. Kalaupun tersedia, harga jualnya dilaporkan mengalami kenaikan sehingga memberatkan masyarakat.

‎Pada Kontributor harianSIB, Pak Ali, warga Medan Johor mengaku kesulitan mendapatkan semen untuk melanjutkan pembangunan perumahan dan ruko yang tengah digarapnya, Senin (20/7/2026).

Baca Juga:
‎"Sebulan yang lalu, stok masih kelihatan banyak walau harga sudah naik, tapi sejak dua minggu ini, mau beli atau pesan pun, pihak toko bangunan selalu bilang barang belum tau kapan masuk. Kalo begini terus pekerjaan kami jadi terganggu dan mengalami kerugian karena penyelesaian tidak tepat waktu" ungkap Pak Ali.

‎Untuk mengejar masa penyelesaian bangunan dengan kliennya, Pak Ali juga mengaku terpaksa mengganti semen dari Merk Semen Padang ke Semen Merah Putih.

‎"Untuk mengejar target penyelesaian pembangunan rumah dan ruko, saat semen Padang kosong, kami beralih ke Merah Putih, namun saat ini Semen Merah Putih pun menghilang, tidak tau kapan lagi masuknya," kata Pak Ali melanjutkan.

‎Dalam beberapa pekan terakhir, harga semen di tingkat pengecer dilaporkan mengalami lonjakan cukup signifikan.

‎Semen Merah Putih yang biasanya dijual Rp46 ribu per sak, sekarang sudah mencapai Rp 65ribu per sak dan masyarakat sangat mengeluhkan kondisi ini.

‎Salah satu pemilik grosir bahan bangunan di wilayah Sei Sikambing, Kecamatan Medan Helvetia, Pak Ahok, juga mengeluhkan hal yang senada.

‎"Semua merk semen mengalami kenaikan harga tapi stoknya pun tidak ada, sudah dua minggu tidak pernah lagi dapat barang dari distributor. Semen Padang sudah mencapai Rp 80ribu per sak, semen Tiga Roda yang sebelumnya berkisar Rp60 ribu, kini sudah mencapai Rp70ribu per sak. Dan kami tidak bisa memastikan kapan barang masuk lagi, karena pihak suplier pun belum memastikan kapan ada barang," keluhnya.

Kenaikan harga tersebut dinilai sangat memberatkan masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang membangun atau merenovasi rumah. Tidak sedikit warga yang terpaksa mengurangi volume pekerjaan bahkan menunda pembangunan karena biaya material yang terus meningkat.

‎Kondisi ini memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Banyak warga mempertanyakan penyebab kelangkaan dan kenaikan harga yang terjadi hampir bersamaan di berbagai daerah. Masyarakat berharap ada penjelasan yang transparan dari pihak distributor maupun produsen terkait kondisi pasokan semen saat ini.

‎Jika distribusi terganggu atau produksi berkurang, masyarakat harus diberi penjelasan, jangan sampai muncul dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungan di tengah kesulitan masyarakat.

‎Pemerintah daerah, dinas terkait, serta aparat penegak hukum diharap untuk melakukan pengawasan terhadap distribusi dan penjualan semen di pasaran arag tidak terjadi praktik penimbunan maupun permainan harga yang dapat merugikan konsumen. (*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
JK: Hunian Sementara Korban Gempa Palu Siap Digunakan Desember
LGBT di Pariaman akan Didenda Bayar Semen Hingga Kerbau
Tarik Sepedamotor Semena-mena, Oknum Leasing FIF Group Dilaporkan ke Polres Tebingtinggi
BPS: Inflasi Oktober 0,28 Persen Dipicu oleh Kenaikan Harga BBM
Debu Vulkanik Sinabung Diolah Jadi Bahan Bangunan Berbasis Semen
Hasil Sementara Cabang Syarhil Quran, Peserta Puteri Provinsi Aceh Unggul
komentar
beritaTerbaru