Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 24 September 2026

‎Menguak Sejarah Jalan Pandu, Ikon Perdagangan dan Penjahit di Kota Medan

Indah Apriliana dewi Ginting - Kamis, 13 Agustus 2026 20:01 WIB
866 view
‎Menguak Sejarah Jalan Pandu, Ikon Perdagangan dan Penjahit di Kota Medan
Foto harianSiB.com/Indah Ginting
Jejeran rumah / toko penjahit di Jalan Pandu Baru Medan, Kamis (13/8/2016). ‎

‎Medan(harianSIB.com)

‎Bagi warga Medan asli, keberadaan Jalan Pandu pastilah tidak asing lagi. ‎Selain dikenal karena jadi pusat penjahit 'urang awak', Jalan Pandu juga dikenal karena historinya yang menarik, menyimpan banyak cerita sejarah.

‎Konon katanya, Jalan Pandu merupakan kawasan Pecinan lama, pusat perdagangan, dan titik lintas penting yang menjadi saksi bisu perkembangan awal kota, tempat berdirinya bangunan tua, dan denyut nadi ekonomi warga Tionghoa di kota Medan tempo dulu.

‎Sejak zaman dulu sudah menjadi sentra perdagangan, toko kelontong, dan kuliner legendaris dan dikelilingi pertokoan lama, perkantoran, dan arus lalu lintas yang ramai setiap hari.

‎Seiring perubahan zaman, secara perlahan jalan pandu beralih jadi pusat pemukiman dan rumah jahit yang di dominasi oleh suku Minang yang merantau ke Medan, dan sampai saat ini semakin berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif berbasis keterampilan menjahit.

‎Keahlian menjahit diwariskan secara turun-temurun sehingga tidak sedikit usaha tailor di kawasan ini telah memasuki generasi kedua bahkan ketiga.

‎Keberadaan komunitas penjahit yang solid semakin memperkuat identitas Jalan Pandu Baru sebagai pusat jasa jahit terbesar di Kota Medan.

‎Sebagian besar rumah jahit di tempat itu menerima berbagai jenis pesanan jahitan pakaian, seperti Jas pria dan wanita,

‎Kebaya modern maupun tradisional.

‎Gaun pesta, seragam kantor, seragam sekolah, blazer dan lainnya.

‎Sejumlah pejabat, pengusaha, hingga tokoh nasional juga pernah mempercayakan pembuatan pakaian mereka kepada penjahit di kawasan.

‎Selain rumah jahit, Jalan Pandu Baru juga dikenal sebagai lokasi berbagai usaha tradisional lain seperti pembuat papan bunga, bengkel besi, hingga penjual jamu.

‎Dan uniknya lagi, saat senja bergeser ke malam hari, suasana Jalan Pandu Baru berubah menjadi tempat wisata kuliner yang di padati ratusan pecinta kuliner kota Medan setiap malamnya untuk berburu kuliner otentik.

‎Kombinasi usaha tersebut menjadikan kawasan ini sebagai salah satu sentra perdagangan jasa yang berkembang secara organik di Kota Medan, dari toko tua hingga tongkrongan Kekinian. (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru