Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 05 September 2026

Koordinator Regional BGN Sumut Dicopot, Penggantinya Yoga Aztrianto

Redaksi - Sabtu, 05 September 2026 16:00 WIB
169 view
Koordinator Regional BGN Sumut Dicopot, Penggantinya Yoga Aztrianto
Foto: Dok/BGN
Logo BGN

Medan (harianSIB.com)

Posisi Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Utara kini dijabat Yoga Aztrianto. Yoga menggantikan Agung Kurniawan, yang sebelumnya menduduki jabatan tersebut.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan, Donal Simanjuntak, membenarkan pergantian itu saat dihubungi, Sabtu (5/9/2026), dikutip dari Detiksumut.

"Sudah diganti (Koordinator Regional BGN Sumut), (digantikan) Yoga," kata Donal.

Ia menyebutkan, pergantian jabatan tersebut mulai berlaku pada 31 Agustus 2026.

Baca Juga:
"Per 31 Agustus (diganti)," ujarnya.

Yoga diketahui sebelumnya menjabat sebagai Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Deli Serdang.

Pergantian Agung ini mencuat setelah video Kepala BGN Sudaryono yang menyinggung soal pergantian tersebut viral di media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, surat pencopotan Agung disebut terbit pada hari yang sama ketika Sudaryono menyampaikan pernyataannya.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan pergantian Agung. Namun, sejumlah persoalan dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sumut diduga menjadi salah satu latar belakangnya.

Salah satu persoalan yang mencuat adalah kasus keracunan MBG yang dialami ratusan siswa di Kabupaten Karo pada Kamis (13/8/2026). Beberapa siswa bahkan harus dirujuk ke rumah sakit di Medan.

Kepala BGN Sudaryono kemudian menjenguk salah satu korban yang masih menjalani perawatan di ruang ICU RS Haji Medan, Minggu (16/8/2026).

"Saya sudah lihat kondisinya, sudah hari ketiga di ICU anak. Kondisi yang kami terima menurut laporan dokter yang merawatnya, kondisinya sudah berangsur membaik," ungkap Sudaryono.

Ia menjelaskan, perawatan dilakukan dengan memantau kondisi tubuh pasien serta menangani infeksi dan toksin yang diduga masuk ke tubuh.

"Treatment-nya kondisi perut dipuasakan, karena ada bakteri, ada inputan antibiotik, pain killer anti nyeri dan bagaimana caranya agar toksinnya itu keluar," jelasnya.

Sudaryono menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan keluarga dan rumah sakit untuk memantau perkembangan kondisi pasien.

"Sudah lebih baik (pasien), tapi masih di ICU. Semoga segera bisa dirawat di ruangan biasa, artinya kan sudah jauh lebih baik," katanya.

Ia menegaskan, kasus keracunan MBG tidak boleh dianggap sepele. Sudaryono mengaku sedih sekaligus marah setelah melihat langsung kondisi korban.(*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gereja Pentakosta Sumatera Utara/Pinksterkerk Usul Hapus Pembahasan Sekolah Minggu di UU
Sultan Deli Berharap Presiden Jokowi Sukses Pada Pilpres 2019
GBKP Gelar Diskusi dengan Tokoh Agama se Kabupaten Karo
Sekdaprovsu: Sumatera Utara Memiliki Potensi Menjadi Pengekspor Pangan
Pendirian Kecamatan Kutambaru Tetap Didambakan di Kabupaten Karo
Pengurus KONI Kabupaten Karo Periode 2017-2021 Dilantik
komentar
beritaTerbaru