Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 20 September 2026

Gen Z Minati Saham Tambang Emas dan Logam Mulia Berbasis Syariah yang Dikelola HSBC Indonesia

Oki Lenore - Jumat, 18 September 2026 19:20 WIB
334 view
Gen Z Minati Saham Tambang Emas dan Logam Mulia Berbasis Syariah yang Dikelola HSBC Indonesia
Foto: Dok/Ilustrasi
HSBC kelola saham Tambang Emas dan Logam produk reksa dana Batavia Gold Sharia Equity USD.

Medan(harianSIB.com)

PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) memperkuat lini bisnis pengelolaan kekayaan (wealth management) dengan menghadirkan produk reksa dana Batavia Gold Sharia Equity USD. Produk ini merupakan reksa dana saham berbasis syariah yang dikelola PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) dan memberikan akses kepada nasabah terhadap 'reksa dana dengan fokus investasi pada saham perusahaan pertambangan emas dan logam mulia global.

Reksa dana ini juga memiliki fleksibilitas berinvestasi di berbagai kapitalisasi pasar.' Yang mencolok saham tersebut diburu Generasi Z (Gen-Z) dengan share kepelikan lebih dari 41 persen.

Hal itu diutarakan Lanny Hendra, International Wealth and Premier Banking Director, HSBC Indonesia, di Medan, Jumat (18/9/2026).

Dalam riset HSBC, Invest with Experts: Laporan Our Outlook for Gold Remains Positive Amid Ongoing Geopolitical Conflict, Rodolphe Bohn, FX and Commodities Strategist, HSBC Private Bank and Premier Wealth menilai, meski konflik Timur Tengah memicu volatilitas jangka pendek—termasuk rekor USD 5.415/oz pada Januari 2026 dan terkoreksi sekitar 20 persen yang mengacu prospek emas jangka menengah hingga panjang tetap positif.

Baca Juga:
Bagi para investor global, emas kian dipandang bukan sekadar instrumen lindung nilai, tetapi juga aset strategis jangka panjang dalam portofolio. Laporan HSBC Global Affluent Investor Snapshot 2026, survei terhadap hampir 10.000 investor affluent dan high-net-worth di 10 pasar global menunjukkan, emas (fisik dan digital) kini menjadi aset ketiga paling banyak dimiliki secara global, bahkan mencapai 41 persen di kalangan Gen Z.

Ke depan, sesuai studi tersebut , 9 dari 10 investor secara global berencana mempertahankan atau menambah alokasi emas, menunjukkan tingkat keyakinan tertinggi dibandingkan kelas aset lain dalam survei. Kepemilikan emas juga menonjol di India (61 persen), Uni Emirat Arab (49 persen) dan Tiongkok (49 persen), mencerminkan pergeseran persepsi emas sebagai aset pertumbuhan jangka panjang yang strategis.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru