Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 09 Oktober 2026

Inflasi Sumut 2,71 persen, Terendah Keempat Nasional

Danres Saragih - Rabu, 07 Oktober 2026 16:46 WIB
352 view
Inflasi Sumut 2,71 persen, Terendah Keempat Nasional
Foto: harianSIB.com/Danres Saragih
KONPRES: Kabiro Perekonomi Setdaprovsu Evan Botung Daulay melakukan pemaparan saat konferensi pers, Selasa (6/10/2026).

Medan(harianSIB.com)

Sumatera Utara (Sumut) tercatat sebagai daerah dengan tingkat inflasi terendah keempat secara nasional, dengan inflasi secara year on year (yoy) pada September 2026 sebesar 2,71 persen. Sementara secara month to month (mtm) inflasi Sumut tercatat 0,14 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Perekonomian Sumut Evan Botung Daulay pada konferensi pers yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Anjungan Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (6/10/2026).

"Sumut dari data BPS, nomor empat terendah se-Indonesia," kata Evan.

Menurut Evan, posisi tersebut telah dipertahankan Sumut selama dua bulan terakhir. Ia menyebut gerakan pangan murah menjadi salah satu upaya Pemprov Sumut untuk menekan inflasi sekaligus menjaga kestabilan harga pangan.

Baca Juga:
Biro Perekonomian juga menempuh berbagai kebijakan dengan berkolaborasi bersama para pemangku kepentingan. Langkah tersebut meliputi menjaga ketersediaan pasokan, memastikan kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah terpenuhi, serta menjaga harga eceran tertinggi (HET) sejumlah bahan pokok.

"Ini sesuai arahan Pak Gubernur Bobby Afif Nasution untuk menjaga kestabilan harga," katanya.

Evan juga menyampaikan pertumbuhan ekonomi Sumut saat ini mencapai 5 persen. Sementara pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun 2029. Untuk mendorong pertumbuhan tersebut, Pemprov Sumut menerapkan pola yang sama melalui kebijakan yang dijalankan bersama para pemangku kepentingan.

"Langkah-langkahnya sama seperti yang tadi saya sampaikan. Kebijakan ekonomi selalu kami jalankan dengan berkolaborasi," ujarnya.

Selain itu, Pemprov Sumut secara rutin melakukan pemantauan dan evaluasi (monev) untuk memastikan berbagai kebijakan intervensi dapat diwujudkan dalam bentuk aksi nyata. Pengendalian harga dilakukan melalui kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang siaga mengintervensi pasar, mengamankan pasokan pangan agar terhindar dari kelangkaan, serta menggelar pasar murah sewaktu-waktu untuk mengantisipasi lonjakan harga.

"Kami berusaha untuk menjaga agar pasokan ini tetap terjaga di pasar, tidak ada yang namanya kelangkaan lagi. Dan biasanya ketika isu kelangkaan itu sudah mulai ," pungkasnya. (*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Inflasi Sumut 2,71 Persen, Gunungsitoli Tertinggi
Harga Cabai di Sejumlah Pasar Sumut Tembus Rp100.000 per Kg
Cabai Merah Diproyeksi Jadi Penyumbang Utama Inflasi Sumut September
Rupiah Berbalik Menguat, IHSG Ditutup di Zona Merah
Cabai Merah Sempat Rp70.000/Kg, BI Sumut Siapkan Langkah Bersama TPID
Tekan Inflasi, Pemkab Tapteng Laksanakan Pasar Murah
komentar
beritaTerbaru