Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Oktober 2026

Rocker Legend Joy Nonink Gubah Lirik dan Ngerock untuk Cory Sebayang

Oki Lenore - Sabtu, 17 Oktober 2026 21:35 WIB
360 view
Rocker Legend Joy Nonink Gubah Lirik dan Ngerock untuk Cory Sebayang
Foto: SIB /Oki Lenore
Joy Harlim Nonink Sinuhaji bersama Cory Sebayang dan kerabat usai penampilan di Tiara Convetion Center, Jumat (16/10) dalam perilisan Refleksi Cory Sriwaty Sebayang, Wanita Pertama Bupati Karo.

Medan(harianSIB.com)

Massa yang memenuhi Tiara Convetion Center, Jumat (16/10) bergemuruh mengaplaus Cory Sriwaty Sebayang saat meluncurkan buku biografi wanita pertama yang berhasil menjabat bupati di Karo. Dari sejumlah mata acara istimewa yang disuguhkan kepada undangan, penampilan Joy Harlim Nonink Sinuhaji menarik perhatian publik. Bukan hanya karena dia musisi yang populer dengan nama Joy Nonik itu ikut menyerahkan lukisan karyanya tapi sang bintang menggubah lirik lagu dan dibawakan rocker legend tersebut.

Joy Nonink membawakan dua lagu, yang difavorit banyak individu. Tua serta muda. Lagu untuk lintas genre iitu sempat menjadi viral dari masa ke masa. Hingga kini. Sebelum membawakannya, dia cerita sudah begitu lama mengenal Cory Sriwaty Sebayang sebagai perempuan Karo. "Apa yang dilakukan rekan saya ini, dapat diikuti di bukunya. Buku yang ditulis orang hebat di industri pers nasional yakni Pdt Juniaman Sembiring Kembaren dan Mathias Brahmana. Persahabatan saya jauh sebelum Nande Bayang terjun ke poitik bahkan menjadi pimpinan di Negeri Turang. Nande Bayang ini adalah seorang artis besar yang dimiliki Indonesia, lahir dari Karo. Lihatlah, di usianya yang berkepala tujuh, tetap cantik. Nande Bayang menularkannya pada banyak orang. Ia tak segan-segan menilai penampilan orang demi kebaikan," ujar Joy Nonink.

Setelah memberi preambul yang mengundang decak kagum. Ia menyuguhkan lagu Nande. Dendang karyanya yang dipopulerkan Antha Prima itu menceritakan tentang perjuangan dan pengorbanan seorang ibu, sama seperti dilakukan Cory Sebayang untuk Karo. Melalui vokalnya yang jernih, massa terlarut dalam syair yang digubahnya.

Cory Sebayang yang duduk bersama ratusan pejabat dari Karo dan Sumut, tertegun. Ia bahkan berulang kali menunduk. Prof Dr Ir H Meneth Ginting MADE ikut tertegun. Ada ratusan tokoh. Mulai unsur pimpinan DPRD Karo, SKPD, Yusuf Pehulisa Sitepu, Budi D Sinulingga, sejumlah cendikiawan perempuan dari Wanita Karo, banyak broadcast senior seperti Setia Pandia dan puluhan artis.

Baca Juga:
Usai Nande, Joy Nonink menyuguhkan Pengulu Medan. Sebelum beraksi, melodi lagu tersebut membuat massa terhentak termasuk Cory Sebayang. Ia bahkan berjoget diiringi lagu yang full rock tersebut. "Saya tahu, lagu itu favorit Nande Bayang," sebut biduan senior yang saat itu beroleh banyak saweran sehubungan seisi ruangan menjadikan lagu yang disuguhkannya sebagai koor raksasa.

Mathias Brahmana mengatakan, Cory Sebayang tak hanya seperti yang ada di buku tulisannya bersama Pdt Juniaman Sembiring Kembaren tersebut. "Bu Cory Sebayang jauh dari apa yang dikenal publik. Apalagi ada julukan yang diterikan sejumlah pejabat padanya, Margaret Tacher dari Karo. Tahu bagaimana sepak terjang mantan PM Inggris itu saat memimpin negaranya, kan? Apa yang dilakukan Bu Cory Sebayang jauh lebih di atasnya tapi karena berada di Karo dan waktu itu jarang terpublikasi, tindakannya tidak viral. Tetapi Nande Bayang emang tidak suka dipublikasi sebab ia maunya rakyat Karo yang merasakannya. Contohnya mantan Bupati Terkelin Brahmana SH MH sangat nyaman dengan wakilnya Cory Sebayang," sebut wartawan senior yang bermukim di Jakarta tersebut.

Terkelin Brahmana yang dimaksud adalah Bupati Karo ke-18 yang menjabat selama dua periode, yaitu pada masa jabatan 2014—2016 dan 2016—2021 dan wakilnya Cory Sebayang. Meneth Ginting adalah bupati masa jabatan 1985 - 1990 tapi dekat dengan Cory Sebayang sebab visi misi cendikiawan dan akademisi USU itu direalisir saat masa bakti Cory Sebayang.

Kembali ke soal industri hiburan. Joy Nonink mengatakan, Nande Bayang adalah paket lengkap perempuan Karo. "Saya memang pengagumnya yang selalu saya interpretasikan sebagai Nande, Kemberahen dan Ndehara. Nanti saya akan ceritakan panjang lebarlah. Nande Bayang ini tak hanya menginspirasi wanita Karo tapi perempuan di Bumi khususnya perempuan Indonesia," simpulnya sambil memastikan wanita tangguh itu dijadikan bahan literasi dan referensi bagi generasi masyarakat Karo.

Mathias Brahmana, jurnalis dan pemerhati sosial kemasyarakatan serta budayawan Karo, mengatakan, banyak kesamaan Margaret Thatcher dan Cory Sebayang. Ia mengutip kata penyair Robin Sitepu, adalah teladan dan pejuang yang mampu mewujudkan obsesinya dengan melangkahi semua rintangan dan kendala. "Semangatnya tak pernah redup, apalagi padam," simpul jurnalis itu sambil berujar Cory Sebayang memiliki kebijakan, lingkungan sosial dengan keberanian sebagai perempuan untuk memimpin sekalipun jalan yang harus ditempuh penuh tekanan. "Ketika dilantik pada usia yang tidak lagi muda, diaspora yang bekerja di berbagai negara melihat sebuah pintu telah terbuka bagi anak-anak perempuan menatap masa depan. Kepemimpinan yang selama ini lebih sering dibayangkan dalam wajah laki-laki kini juga memiliki wajah seorang perempuan Karo."

Cory Sebayang, menurutnya, berani menghadapi persoalan menuntut keberanian nyata. Contohnya ketika menertibkan Pasar Kabanjahe, Ibu Kota Kabupaten Karo. Di tengah tekanan premanisme, penertiban menghadapi ancaman perlawanan. Dalam kisah yang kami himpun untuk buku ini, para preman telah menyiapkan batu-batu untuk menghadang petugas. Situasi seperti itu dapat membuat siapa pun berpikir ulang. "Tertibkan! Dia lebih melihat kepentingan pedagang yang membutuhkan perlindungan, masyarakat yang berhak menikmati pasar yang tertib, dan kewibawaan pemerintah yang harus ditegakkan. Ketegasan itu membuat pihak yang hendak melawan akhirnya mundur," tambahnya.

Keberanian serupa membawanya menghadapi persoalan Mbal-Mbal Nodi di Desa Petarum. Konflik antara petani dan peternak di kawasan tersebut telah berlangsung sejak tahun 1970-an. Persoalan itu merupakan warisan sejarah yang terlalu lama menunggu penyelesaian. Tahun demi tahun, perselisihan mengeras menjadi luka sosial yang menahun. "Cory Sebayang dan Margaret Thatcher sama. Berani mengambil keputusan berisiko demi rakyat," tegas Mathias Brahmana.

Setelah ragam testimoni, panggung gemuruh itu kembali diisi penampilan artis dari masa ke masa. Termasuk ahli tenun tradisional Karo Keisnando Trias Tambun.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Polda Sumut Panggil Pria Berinisial FD Terkait Dugaan Suap Bupati Remigo Berutu
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Karo Dirangkai Peletakan Batu Pertama Rehabilitasi Masjid Jami
Bupati Karo Dukung Bangunan Risha Berbahan Vulkanik Gunung Sinabung
4 Bulan Sandang Tersangka Korupsi, Kadis Tarukim Karo dan PKK Belum Dicopot
Barisan Pemuda Karo Yakin Gambo Tarigan Mampu Bantu Warga
Dojo Karo Siap Ikuti Kejurnas Karate Full Contact Piala Pangkostrad
komentar
beritaTerbaru