Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 27 Oktober 2026

UMI Medan Wisuda 499 Lulusan, Rektor Humuntal Rumapea Tekankan Pentingnya Adaptasi di Era AI

Wilfred Manullang - Selasa, 27 Oktober 2026 21:45 WIB
193 view
UMI Medan Wisuda 499 Lulusan, Rektor Humuntal Rumapea Tekankan Pentingnya Adaptasi di Era AI
Foto dok/David Siahaan
FOTO BERSAMA : Rektor UMI Dr Humuntal Rumapea M.Kom, Pimpinan GMI Wilayah I Bishop Antoni Manurung M.Th, Ketua YPGMI Pdt Binran Sipayung berfoto bersama dua dosen UMI yang berhasil meraih gelar Doktor, Selasa (27/10/2026).

Medan(harianSIB.com)

Rektor UMI Medan, Dr Humuntal Rumapea M.Kom, mengingatkan para lulusan agar mempersiapkan diri menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, terutama di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, ilmu pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di bangku kuliah harus terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Para lulusan juga didorong untuk memanfaatkan teknologi serta mengasah keterampilan nonteknis (soft skill) yang tidak mudah digantikan oleh mesin.

"Ini merupakan tantangan bagi para sarjana baru, bagaimana Anda bisa memasuki, menyesuaikan diri, dan sukses di tengah-tengah zaman AI ini," ujar Humuntal dalam sambutan pada acara wisuda 499 lulusan program Ahli Madya, Sarjana, Profesi Dokter, dan Magister pada Wisuda Periode II Tahun 2026 di Hotel Danau Toba Convention Hall, Medan, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga:
Ia mencontohkan, lulusan Fakultas Pertanian dapat mengombinasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dengan pemanfaatan teknologi AI untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing di bidangnya.

BUKA SIDANG: Rektor UMI Dr Humuntal Rumapea didampingi jajarannya membuka Sidang Terbuka wisuda Ahli Madya, Sarjana, Profesi Dokter, dan Magister Periode II Tahun 2026 di Hotel Danau Toba Convention Hall, Medan, Selasa (27/10/2026). (Foto dok/David Siahaan)

Humuntal menegaskan, proses belajar tidak boleh berhenti setelah seseorang memperoleh gelar akademik. Para lulusan harus terus mengikuti perkembangan teknologi, meningkatkan keterampilan, dan mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja maupun menciptakan lapangan pekerjaan.

Ia juga mengajak para wisudawan dan wisudawati agar tidak minder menghadapi persaingan dengan lulusan perguruan tinggi lain.

Menurutnya, kesempatan untuk sukses tetap terbuka bagi siapa saja yang mau terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan bekerja keras.

"Jangan merasa belum apa-apa ketika harus bersaing dengan alumni ITB atau UI. Itu mampu, bisa, dengan mempersiapkan diri. Jangan merasa pelajaran yang diperoleh di kampus sudah cukup, tetapi ikuti terus perkembangan," katanya.

Selain penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, Humuntal menekankan pentingnya iman sebagai landasan dalam menjalani kehidupan.

Ia mengingatkan para lulusan agar tetap mengandalkan Tuhan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketika mencari pekerjaan dan membangun karier.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada UMI Medan.

Ia memastikan pihak universitas terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas guna menghasilkan lulusan yang mampu bersaing serta berkontribusi bagi masyarakat.

Humuntal berharap keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi menjadi kebahagiaan bagi keluarga sekaligus awal dari perjalanan baru untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, Kepala Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D., mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengandalkan ijazah ketika memasuki dunia kerja.

Mereka juga perlu membangun jejaring, terus belajar, serta menghormati orang tua yang telah berjuang mendukung pendidikan mereka.

Saiful mengakui, tantangan memperoleh pekerjaan bagi lulusan perguruan tinggi semakin berat. Kondisi tersebut dipengaruhi pertumbuhan industri yang stagnan dan ketidakpastian ekonomi global yang membuat pelaku usaha lebih berhati-hati dalam melakukan investasi.

Menghadapi kondisi itu, ia menyampaikan tiga pesan utama kepada para lulusan, khususnya Ahli Madya dan Sarjana.

Pertama, memperluas pertemanan dan membangun jejaring profesional. Menurutnya, relasi yang baik dapat membuka peluang berkarier sekaligus membantu lulusan mengembangkan usaha.

Ia menjelaskan, hubungan profesional dan kedekatan yang dibangun melalui pergaulan tidak selalu bermakna negatif. Dalam dunia kerja, kepercayaan dan pengenalan terhadap kemampuan seseorang juga menjadi pertimbangan ketika memberikan kesempatan atau tanggung jawab.

Kedua, para lulusan harus terus belajar dari berbagai sumber, baik buku, internet, maupun orang-orang yang lebih berpengalaman.

Saiful menilai, tidak semua pengetahuan dapat diperoleh melalui pendidikan formal atau teknologi digital. Pengalaman orang lain juga menjadi sumber pembelajaran yang penting untuk menghadapi persoalan nyata di dunia kerja.

Ketiga, ia mengingatkan para lulusan agar senantiasa menghormati orang tua.

Menurutnya, keberhasilan meraih gelar akademik tidak terlepas dari perjuangan orang tua yang telah bekerja keras membiayai pendidikan anak-anaknya, bahkan ketika mereka sendiri memiliki keterbatasan pendidikan.

"Orang tua Anda mungkin hanya tamat SD dan SMP, tetapi mereka telah berjuang membesarkan Anda sampai hari ini menjadi Ahli Madya dan Sarjana. Itu harus kalian camkan," pesannya.

Saiful juga mengapresiasi capaian UMI Medan yang telah meraih akreditasi perguruan tinggi unggul. Ia berharap program studi yang belum mencapai predikat unggul dapat terus meningkatkan kualitas dan mengikuti capaian program studi lainnya dalam satu hingga dua tahun mendatang.

Menurutnya, peningkatan mutu program studi dan akreditasi perguruan tinggi merupakan indikator penting keberhasilan penyelenggaraan pendidikan tinggi, termasuk bagi perguruan tinggi swasta.

Sebelumnya Ketua Panitia Wisuda, Prof. Dr. Ir. Ernita Panjaitan, dalam laporannya menyampaikan, sebanyak 499 lulusan mengikuti Wisuda UMI Medan Periode II Tahun 2026. Prosesi dilaksanakan dalam satu hari yang terbagi menjadi dua sesi.

Pada sesi pertama, sebanyak 228 lulusan diwisuda. Mereka terdiri atas sembilan lulusan Program Studi Sastra Inggris, 23 lulusan Agroteknologi, 22 lulusan Agribisnis, 80 lulusan Teknik Informatika, 89 lulusan Sistem Informasi, dan lima lulusan Teknologi Informasi.

Sementara itu, sesi kedua diikuti 271 lulusan dari Fakultas Ekonomi dan Fakultas Kedokteran.

Dari Fakultas Ekonomi, lulusan terdiri atas 17 orang dari Program Studi S2 Ilmu Manajemen, 73 orang dari Program Studi Manajemen, 14 orang dari Program Studi Akuntansi, 23 orang dari Program Studi Manajemen Informatika, serta delapan orang dari Program Studi Komputerisasi Akuntansi.

Adapun dari Fakultas Kedokteran, terdapat lima lulusan Program Studi S2 Ilmu Biomedik, 37 lulusan Program Studi Profesi Dokter, dan 94 lulusan Program Studi Pendidikan Dokter.

Ernita menambahkan, dari keseluruhan lulusan tersebut, sebanyak 74 orang berhasil meraih predikat cum laude.

Wisuda tersebut turut dihadiri Pimpinan GMI Wilayah I Bishop Antoni Manurung, M.Th., Ketua Yayasan Pendidikan GMI Pdt. Binran Sipayung, Ketua PKY Pdt. James Gurning, S.Th., M.M., serta Kepala LLDikti Wilayah I Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D.

Dalam kesempatan itu, pihak kampus memberikan cinderamata kepada dua dosen UMI yang berhasil meraih gelar Doktor yakni Dr Nurmely Violita Sitorus S.P., M.P (dosen Fakultas Pertanian) dan Dr Mislan Sihite S.E., M.M (dosen Fakultas Ekonomi). (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
80 Mahasiswa FE UMI Medan Kunjungan Industri ke Kantor SIB
Satres Narkoba Polrestabes Medan Gerebek Kawasan Mangkubumi Medan
Asdep Kesbang Menko Polhukam Kuliah Umum di UMI Medan
Lagi, Polisi Gerebek Kampung Aur dan Mangkubumi Medan
Polresta Medan Kembali Gerebek Rumah di Jalan Mangkubumi Medan
Polresta Medan Gerebek Jalan Mangkubumi Medan
komentar
beritaTerbaru