Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 29 Oktober 2026

Menteri Lingkungan Hidup akan Bentuk Tim Audit Lingkungan Danau Toba

Mey Hendika Girsang - Kamis, 29 Oktober 2026 14:23 WIB
204 view
Menteri Lingkungan Hidup akan Bentuk Tim Audit Lingkungan Danau Toba
(Foto : harianSIB.com/Mey Hendika Girsang)
MENTERI : Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Jumhur Hidayat akan membentuk tim audit lingkungan Danau Toba, Kamis (29/10/2026).

Simalungun(harianSIB.com)

Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, M Jumhur Hidayat akan membentuk tim audit lingkungan Danau Toba. Hal tersebut untuk mengetahui ada tidaknya pencemaran lingkungan di Danau Toba.

"Kita sudah sepakat dengan Bupati Simalungun bersama cendikiawan di Sumatera Utara untuk melakukan audit lingkungan. Dari situ nanti akan kelihatan langkah-langkah apa yang akan dilakukan," kata Menteri saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) di Balei Harungguan Tuan Rondahaim Saragih Kantor Bupati Simalungun di Pamatang Raya, Kamis (29/10/2026).

"Pulang dari sini, kita akan mengundang yang berkepentingan untuk membentuk tim audit lingkungan. Tentu, orang-orang yang terlibat dalam tim audit adalah mereka yang bersertifikat," tambahnya.

Menteri menegaskan, pemerintah tidak mempedulikan perusahaan dalam atau perusahaan luar negeri yang beroperasi Danau Toba. Ditegaskannya, perusahaan mana pun akan diaudit jika mencemari lingkungan Danau Toba.

Baca Juga:
"Nanti hal itu (pencemaran lingkungan) akan kelihatan dari hasil audit. Jadi, saya setuju kita melakukan audit lingkungan untuk Danau Toba. Kementerian Lingkungan Hidup yang akan buat audit secara komprehensif," ujarnya.

Menurutnya, masyarakat bisa mencari kehidupan dan kesejahteraan dari Danau Toba. Tetapi tidak boleh merusak lingkungan.

"Mencari penghidupan dan kesejahteraan boleh, tetapi jangan merusak lingkungan. Sekarang adalah waktunya untuk segala sesuatu yang mencemari lingkungan Danau Toba akan ditertibkan. Jadi, saya sangat setuju dilakukan audit lingkungan secara komprehensif di Danau Toba," tegasnya.

Menteri juga menekankan bahwa pengelolaan Danau Toba tidak hanya pada aspek keramba jaring apung (KJA), tetapi mencakup pengelolaan lingkungan secara menyeluruh, termasuk pengawasan pengelolaan limbah dari fasilitas akomodasi dan pariwisata di sekitar Danau Toba.

"Oleh karenaya, saya setuju dilakukan audit lingkungan Danau Toba. Karena idealnya Danau Toba adalah tempat pariwisata yang handal," kata Menteri.

Sementara itu, Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menegaskan, bahwa Danau Toba telah ditetapkan sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas serta bagian dari UNESCO Global Geopark.

"Ini sebuah status yang menuntut komitmen bersama untuk menjaga keindahan, kebersihan dan daya dukung lingkungannya," ucapnya.

Bupati mengakui, bahwa KJA selama ini menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan sumber penghidupan bagi ribuan masyarakat di wilayah Haranggaol dan sekitarnya. Namun, di sisi lain, budidaya yang melebihi daya dukung lingkungan telah memberikan dampak negatif yang nyata terhadap kualitas air dan ekosistem Danau Toba.

"Pencemaran akibat sisa pakan dan limbah budidaya berisiko merusak masa depan ekologi dan menghambat sektor lain yang tak kalah potensial, yaitu pariwisata. Kami menyadari pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri. Kami membutuhkan arahan teknis, dukungan regulasi dan sinergi program dari Kementerian Lingkungan Hidup," jelas Bupati.

Bupati berharap, melalui kehadiran Menteri Lingkungan Hidup di Simalungun dapat melahirkan solusi konkret yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.

Ketua Umum Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung mengapresiasi Menteri Lingkungan Hidup atas pembentukan tim audit lingkungan Danau Toba. Pihaknya siap membantu Menteri untuk melakukan audit.

"Kami siap membantu Menteri untuk melakukan audit apabila dibutuhkan. Karena kami memiliki profesor dan doktor di KMDT yang bertifikasi," kata Edison.

Menurutnya, kondisi Danau Toba saat ini sedang tidak baik-baik saja. Jika berenang di Danau Toba, badan terasa gatal-gatal akibat pencemaran.

"Karena itu, saya sangat mendukung pernyataan Menteri untuk membentuk tim audit lingkungan Danau Toba. Dimana semua perusahaan, perhotelan, peternakan atau KJA yang ada lingkungan Danau Toba akan diaudit," pungkasnya. (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Samosir Minta PT Aqua Farm Nusantara Kurangi Keramba di Danau Toba
Kadis Pariwisata Sukabumi Puji Keindahan Danau Toba
Luhut Ingin Tak Ada Lagi Keramba di Danau Toba
Bondjol : Sejak Ditetapkan Sebagai Geopark Kaldera, Mafia Tanah Marak di Seputaran Danau Toba
Dinas Pariwisata Samosir Gelar Gerakan Sadar Wisata di Tele
Edison Manurung Center Bekerjasama dengan PIK Gelar Perkemahan Pejuang Danau Toba
komentar
beritaTerbaru