Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 30 Oktober 2026

Rektor UMI Apresiasi Sofyan Tan Perjuangkan Pendidikan Mahasiswa Kurang Mampu

* 53 Mahasiswa UMI Terima KIP Kuliah, dr Sofyan Tan : Tahun Depan Jumlahnya Harus 100 Orang
Wilfred Manullang - Jumat, 30 Oktober 2026 15:19 WIB
201 view
Rektor UMI Apresiasi Sofyan Tan Perjuangkan Pendidikan Mahasiswa Kurang Mampu
Foto dok/David Siahaan
FOTO BERSAMA: Rektor UMI Dr Humuntal Rumapea dan civitas akademika serta mahasiswa penerima KIP Kuliah berfoto bersama Anggota DPR RI Komisi X, dr Sofyan Tan, di Aula Fakultas Kedokteran Kampus II UMI, Medan, Jumat (30/10/2026).

Medan(harianSIB.com)

Rektor Universitas Methodist Indonesia (UMI), Dr. Humuntal Rumapea, M.Kom., mengapresiasi Anggota DPR RI Komisi X, dr Sofyan Tan, atas perjuangannya membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Menurut Humuntal, kepedulian Sofyan Tan terhadap dunia pendidikan menjadi kebanggaan tersendiri bagi UMI. Pasalnya, Sofyan Tan merupakan alumni Fakultas Kedokteran UMI yang kini kembali memberikan perhatian kepada almamaternya dengan membantu mahasiswa memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.

Hal itu disampaikan Humuntal saat menyambut Sofyan Tan dalam pertemuan bersama mahasiswa penerima KIP Kuliah dan orang tua mereka di Aula Fakultas Kedokteran Kampus II UMI, Medan, Jumat (30/10/2026).

Baca Juga:

DIABADIKAN: Anggota DPR RI Komisi X, dr Sofyan Tan, Rektor UMI Dr Humuntal Rumapea, pengurus YPGMI dan jajarannya serta dekan Fakultas Kedokteran diabadikan setelah pertemuan bersama mahasiswa penerima KIP Kuliah, Jumat (30/10/2026). (Foto dok/David Siahaan)

"Kami sangat bangga karena Bapak Sofyan Tan merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Indonesia. Kami berterima kasih atas perhatian beliau kepada masyarakat Sumatera Utara, khususnya calon mahasiswa yang memiliki keinginan kuliah, tetapi terkendala kemampuan ekonomi," ujar Humuntal.

Ia mengatakan, perjuangan memberikan kesempatan pendidikan kepada masyarakat kurang mampu telah membantu banyak anak muda yang sebelumnya tidak membayangkan dapat mengenyam pendidikan tinggi, hingga akhirnya berhasil meraih gelar sarjana.

Humuntal berharap Sofyan Tan senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan agar dapat terus memperjuangkan kesempatan pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kepada mahasiswa penerima KIP Kuliah, Humuntal berpesan agar memanfaatkan bantuan tersebut dengan belajar tekun, menjaga prestasi akademik, dan menyelesaikan pendidikan dengan baik.

Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan tinggi harus diimbangi dengan kesungguhan dan tanggung jawab. Mahasiswa diharapkan tidak menyia-nyiakan bantuan yang telah diperjuangkan agar kelak dapat meraih kesuksesan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Kami berharap seluruh mahasiswa tekun belajar, mencapai cita-cita, menjadi sarjana, dan kelak sukses dalam pekerjaan sehingga dapat mengangkat harkat dan martabat keluarga," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Sofyan Tan menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk memperbaiki masa depan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ia mengingatkan bahwa mahasiswa penerima KIP Kuliah harus bersungguh-sungguh menjalani perkuliahan serta memenuhi ketentuan akademik yang berlaku.

Kesempatan tersebut, menurut dia, harus dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab karena masih banyak calon mahasiswa lain yang membutuhkan bantuan pendidikan.

Sofyan Tan menjelaskan, perjuangannya membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu tidak terlepas dari pengalaman hidupnya sendiri. Ia berasal dari keluarga sederhana di Sunggal, dengan kedua orang tua yang bekerja sebagai penjahit.

Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seseorang untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Ia menyebut, mahasiswa penerima bantuan pendidikan tersebar di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Karena itu, proses seleksi harus dilakukan secara cermat agar bantuan diberikan kepada calon mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.

Sofyan Tan juga mendorong perguruan tinggi untuk mempersiapkan calon penerima KIP Kuliah dengan baik, terutama dalam memenuhi persyaratan administrasi dan data ekonomi keluarga.

Dalam kesempatan itu, Sofyan Tan meminta pihak kampus untuk meningkatkan jumlah mahasiswa penerima KIP Kuliah tahun depan mencapai 100 orang dimana saat ini hanya 53 orang yang menerimanya.

Selain memperjuangkan bantuan pendidikan, Sofyan Tan menyampaikan rencana memberikan dukungan kepada UMI berupa bantuan komputer senilai sekitar Rp500 juta pada tahun mendatang.

Ia berharap dukungan tersebut dapat membantu meningkatkan fasilitas pembelajaran dan mendukung pengembangan pendidikan di almamaternya.

Pertemuan itu juga menjadi kesempatan bagi orang tua mahasiswa untuk menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan pendidikan yang diterima anak-anak mereka.

Salah seorang orang tua mahasiswa mengapresiasi perjuangan Sofyan Tan yang telah membuka kesempatan bagi anaknya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Ia berharap Sofyan Tan senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan kemudahan dalam menjalankan tugasnya.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan dan civitas akademika UMI yang telah mendidik anaknya. Ia berharap UMI semakin berkembang dan mampu melahirkan generasi berprestasi serta pemimpin masa depan.

Pertemuan tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama antara perguruan tinggi, mahasiswa, orang tua, dan para pemangku kepentingan dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.

Turut hadir pada pertemuan Wakil Rektor I-III, dekan dan dosen, Ketua PKY Pdt James Gurning STh M.M dan Linda Panjaitan M.M mewakili pengurus Yayasan Pendidikan GMI (YPGMI). (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PKL Tetap Semangat Perjuangkan Pendidikan Anak
Ir Pantas Simanjuntak MM Terpilih Kembali Sebagai Rektor UMI
komentar
beritaTerbaru